Milad Daqu Agrotechno ke-2

Milad Daqu Agrotechno ke-2

Bumi Indonesia dikaruniai beragam sumber daya alam yang melimpah ruah. Karunia ini berpotensi untuk menciptakan suatu negara yang makmur, maju serta unggul berdasarkan sumber daya alamnya. Namun, hal itu bisa dicapai apabila didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Lantas, apa yang diperlukan agar SDM Indonesia berkualitas? Salah satunya adalah dengan memperhatikan kualitas pangan yang dikonsumsinya.

Berdasarkan UU No. 18 Tahun 2012, pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhannya merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin di dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai komponen dasar untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Mengacu pada isi UU tersebut, sangat jelas bahwa pangan menjadi salah satu penentu kualitas SDM.

Lebih lanjut dalam UU No. 18 Tahun 2012 disebutkan bahwa negara berkewajiban mewujudkan ketersediaan, keterjangkauan, dan pemenuhan konsumsi Pangan yang cukup, aman, bermutu, dan bergizi seimbang, baik pada tingkat nasional maupun daerah hingga perseorangan secara merata di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sepanjang waktu dengan memanfaatkan sumber daya, kelembagaan dan budaya lokal. Sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar dan di sisi lain memiliki sumber daya alam dan sumber Pangan yang beragam, Indonesia mampu memenuhi kebutuhan Pangannya secara berdaulat dan mandiri.

Kemandirian pangan adalah kemampuan negara dan bangsa dalam memproduksi pangan yang beraneka ragam dari dalam negeri yang dapat menjamin pemenuhan kebutuhan pangan yang cukup sampai di tingkat perseorangan dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, manusia, sosial, ekonomi, dan kearifan lokal secara bermartabat (Pasal 1 Ayat 3 UU No. 18 Tahun 2012).

Memang benar dan tidak diragukan lagi, sebagai salah satu negara berkembang, Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara berdaulat dan mandiri. Namun yang perlu diperhatikan adalah tidak semua pangan untuk masyarakat dihasilkan dari dalam negeri saja, terdapat juga pangan yang diimpor dari luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa diperlukan kontribusi nyata dari masyarakat untuk mendukung kemandirian pangan.

Selain kualitas dan kuantitas pangan yang dikonsumsi, ada faktor lain yang menentukan kualitas dan skill SDM yaitu training. Daqu Agrotechno melihat sumber daya alam dan sumber daya manusia yang ada sebagai potensi yang dimiliki oleh Indonesia. Sebagai salah satu lembaga otonom Daarul Quran yang berkonsentrasi pada bidang pertanian dan perkebunan, melalui visinya yaitu mewujudkan usaha pertanian berkelanjutan bersama masyarakat yang berorientasi pada sosial entrepreneurship, Daqu Agrotechno menyelenggarakan beberapa pelatihan dan program yang bertujuan untuk membina, membimbing, mendampingi, dan mengembangkan skill petani dan masyarakat guna meningkatkan kapabilitas mereka di bidang pertanian.

Misi Daqu Agrotechno di antaranya:

  1. Membangun sistem pertanian berkelanjutan yang dapat dilihat dan dipelajari oleh masyarakat.
  2. Menyediakan logistik yang layak dan sehat bagi pesantren Daarul Quran.
  3. Bekerja sama dan meningkatkan kapasitas pengetahuan, sikap dan keterampilan mitra Daqu Agrotechno.
  4. Mengelola usaha di bidang pertanian dengan mengedepankan pertumbuhan, keberlangsungan dan keberkahan bagi masyarakat.
  5. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan (enterpreneurship) di bidang pertanian dan turunannya.

Pada awalnya, penyelenggaraan pelatihan-pelatihan dan program-program oleh Daqu Agrotechno ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan internal Pesantren Daarul Quran saja, namun sekarang tujuan itu mengalami peningkatan menjadi berorientasi pada pemberdayaan masyarakat untuk mengangkat perekonomian dan aspek religi masyarakat yang bersangkutan. Dengan mengikuti berbagai pelatihan dan program yang diusung Daqu Agrotechno, diharapkan kemampuan dan teknik bertani masyarakat dapat meningkat sehingga mereka bisa mengolah dan memakmurkan lahan pertanian dan perkebunan yang ada di daerahnya. Dengan demikian, usaha yang mereka lakukan di daerahnya akan lebih mendatangkan manfaat baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain.

Program_2

Beberapa program dan pelatihan yang diusung Daqu Agrotechno dalam rangka meningkatkan kapabilitas petani dan masyarakat di bidang pertanian guna mewujudkan kemandirian pangan di bumi Indonesia, di antaranya:

Jenis Program-program:

Program Pohon Kehidupan yang secara khusus bertujuan untuk memberdayakan masyarakat secara ekonomi dengan meningkatkan pendapatan mereka yang terlibat dalam penanaman pohon.

Program Peternakan Berbasis Lingkungan sebagai upaya menambah pendapatan petani melalui kegiatan usaha ternak komunitas, juga mengintegrasikannya dengan aktivitas pertanian ramah lingkungan berupa padi dan sayuran. Program ini merupakan bagian dari aktivitas pertanian berkelanjutan.

Program Perbaikan Gizi Keluarga Dhuafa untuk meningkatkan perbaikan gizi keluarga dhuafa dan melatih kepedulian terhadap sesama. Daqu Agrotechno sebagai lembaga otonom yang juga peduli terhadap bidang sosial akan menyalurkan donasi untuk sedekah beras dari berbagai pihak baik perseorangan maupun institusi, donasi ini akan disalurkan kepada keluarga dhuafa.

Selain itu, Daqu Agrotechno juga sedang merancang sebuah program baru yaitu Sekolah Pemuda Tani. Program ini tercetus setelah munculnya fenomena degradasi regenerasi petani. Selain jumlah petani yang kian menurun, masalah lain yang kini dihadapi adalah usia dan produktivitas petani. Dalam sensus pertanian 2013, struktur usia petani didominasi oleh petani tua dengan tingkat pendidikan rendah. Hal yang disayangkan lagi adalah kenyataannya petani berharap anaknya tidak menjadi petani, begitu juga dengan anaknya, mereka enggan menjadi petani. Melihat fenomena ini, Daqu Agrotechno menginisiasi Program Sekolah Pemuda Tani, harapannya program ini bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan ini.

Jenis Pelatihan-pelatihan:

Pelatihan Budidaya Jamur Tiram yang dirancang agar para peserta bisa belajar sekaligus praktek budidaya jamur tiram secara bertahap, sehingga peserta bisa membudidayakan jamur tiram dengan baik dan benar.

Pelatihan Pertanian Terpadu untuk membekali para calon pengusaha atau siapa pun yang mempunyai minat terjun di bidang pertanian ramah lingkungan.

Pelatihan Hidroponik agar masyarakat yang ingin mempraktekan bertanam dengan hidroponik dapat dilakukan dengan mudah. Hidroponik muncul sebagai alternatif pertanian pada lahan terbatas.

Dengan diselenggarakannya beberapa program dan pelatihan oleh Daqu Agrotechno, harapannya dapat menghasilkan produk pertanian dan perkebunan yang berkualitas baik dan mencetak petani unggul. Dengan demikian, secara umum sektor pertanian pun tidak kalah bersaing dengan industrialisasi yang sedang menjadi primadona saat ini dan secara khusus perekonomian petani dapat terangkat. Itulah salah satu semangat kebangsaan yang dimiliki oleh Daqu Agrotechno dalam upaya memajukan bangsa Indonesia.

Alhamdulillah.. Tidak terasa sekarang Daqu Agrotechno memasuki usia 2 tahun semenjak didirikan pada tanggal 1 September 2014. Semoga ke depannya, Daqu Agrotechno bisa berkontribusi lebih baik lagi, banyak melakukan hal yang bermanfaat untuk masyarakat dan tentunya mendapatkan dukungan dari masyarakat. Aamiin.. (rm/du)

 

1 Comment

  1. Jayalah Daqu Agrotechno !!!

    Reply

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *