Merawat Bibit Jamur

Merawat Bibit Jamur

Bibit jamur yang sedang diinkubasi harus berada di dalam ruangan khusus yang disebut inkubator.  Di dalam ruangan inkubator ini suhunya bisa diatur sedemikian rupa sehingga cocok untuk pertumbuhan bibit jamur. Suhu konstan akan mencegah terjadinya pengembunan (kondensasi) di dalam wadah.

Suhu di dalam wadah berukuran besar biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan suhu di luar ruangan.  Itulah kenapa, termostat dipasang lebih rendah dari suhu optimal untuk pertumbuhan miselia.

Sedangkan untuk suhu di dalam wadah yang berukuran kurang dari 11 biasanya relatif sama dengan suhu ruangan sehingga bermostat diatur pada suhu optimal bagi pertumbuhan miselia.

Luas ruang inkubator disesuaikan dengan kebutuhan.  Ini tergantung pada periode inkubasi bibit jamur dan luas permukaan yang tersediadari rak-rak yang ada.  Misalnya saja, ada 8 rak dengan luas permukaan 5 meter persegi, tiap minggu bisa muat 1.800 liter substrat di dalam ruang inkubator tersebut.  Jangan sampai berlebih karena miselia mengeluarkan karbondioksida  yang berlebih sehingga dapat melampaui kadar  40 ribu ppm.  Bila melampaui angka tersebut dapat menghambat pertumbuhan miselia itu sendiri.

Kelembapan di dalam wadah harus tinggi supaya substrat permukaan tak mengering.  Untuk kelembapan ruang inkubator sebaiknya rendah 30-50% supaya spora-spora kontaminan tak berkecambah.

Bila pertumbuhan miselia sudah memenuhi media substrat dalam wadah, saatnya dipak.  Bibit ini ditempatkan di ruangan pendingin hingga pada waktu yang tepat untuk diangkut ke tempat tujuan. (YIN)

Sumber : Buku “Sukses Budidaya Jamur Tiram”

Penulis  : Yusnu Iman Nurhakim

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *