Menjaga Sanitasi Lingkungan Budidaya Jamur Tiram

Menjaga Sanitasi Lingkungan Budidaya Jamur Tiram

Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam mengantisipasi dan mengendalikan kontaminasi pada bibit jamur tiram. Poin pertama adalah mengetahui sumber kontaminasi, poin selanjutnya adalah menjaga sanitasi lingkungan (pokok bahasan kali ini), dan poin ketiga adalah pengendalian kontaminasi.

Dengan prinsip lebih mudah mencegah daripada membasmi kontaminan yang telah menyerang bibit jamur, sebaiknya dibuat prosedur yang jelas untuk pekerja saat memproduksi bibit jamur. Termasuk prosedur pemeliharaan kebersihan sebelum dan sesudah bekerja. Jangan membiarkan kotoran, seperti sisa media dan sisa bibit tercecer di tempat pembuatan bibit. Sisa media agar akan mengundang semut untuk datang sambil membawa kontaminan bakteri dan jamur lain. Sisa organik dari media tanaman akan menyebabkan tumbuhnya jamur kontaminan karena di udara banyak terdapat sumber mikroba. Selain itu, wadah bekas media dan tabung bekas kultur atau bekas bibit segera disingkirkan dari tempat pembuatan bibit. Untuk wadah seperti botol, tabung reaksi, dan petridish yang akan digunakan kembali, sebaiknya dibuat prosedur tetap untuk pembersihannya sebelum disterilkan lagi. Prosedurnya sebagai berikut.

  1. Masukan botol, tabung dan cawan petri berikut sisa media dan sisa kultur, serta alat lain ke dalam panci besar dan tuangkan air sampai tercelup.
  2. Rebus sampai air mendidih kurang lebih 15 menit.
  3. Tunggu air rebusan sampai dingin, buang air rebusan, lalu cuci botol dan alat gelas lain menggunakan sabun cuci dan bilas dengan air sampai bersih.
  4. Tiriskan tabung dan peralatan. Khusus untuk alat yang tahan panas dikeringkan menggunakan oven suhu 105⁰C. Apabila di rumah tidak ada oven berpengatur suhu, dapat menggunakan oven biasa dengan lubang di bagian atas dibuka dan api diatur kecil-sedang, tergantung ukuran oven.
  5. Setelah dioven dan ditunggu dingin, lalu tutup tabung dengan kapas dan plastik penutup atau kertas. Alat-alat lain masing-masing dibungkus dengan kertas, selanjutnya disterilkan menggunakan autoklaf atau alat sterilisasi lain.
  6. Masukan kembali alat-alat yang telah disterilkan ke dalam oven untuk dikeringkan. Perlu diperhatikan untuk selalu dicek agar kertas atau kapas tidak terbakar.
  7. Simpan alat-alat yang telah dikeringkan dan didinginkan, di tempat khusus, serta terpisah dengan alat lain yang belum disterilkan.

Ruang tempat pembuatan bibit dibersihkan setiap hari, air untuk mengepel lantai perlu diberi larutan disinfektan atau menggunakan cairan pembersih lantai yang mengandung disinfektan yang banyak dijual di toko. Khusus untuk ruang inokulasi, setiap sebelum dan sesudah menggunakan ruang, harus selalu dibersihkan. Jangan meninggalkan ruang inokulasi dalam keadaan kotor oleh sisa bibit atau sisa media. (ss)

Anda berminat untuk mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram? Silahkan hubungi 0822-9889-1144 untuk informasi lebih lanjut ?

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

 

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *