Mengenal Sapi Belgian Blue

Mengenal Sapi Belgian Blue

Awal tahun 2017, Kementerian Pertanian berbangga diri, pasalnya Balai Embrio Ternak yang berlokasi di Cipelang, Bogor, berhasil memproduksi sapi Belgian Blue. Sapi ini merupakan jenis sapi unggul berbadan bongsor yang menjanjikan jumlah karkas hingga 73%. Pada umumnya ternak sapi potong di Indonesia hanya memiliki karkas di bawah 60%.

Karkas adalah bagian daging dan tulang dari ternak, tanpa kepala, kulit, dan jeroan. Besarnya nilai karkas biasanya ditentukan dalam satuan persen. Semakin tinggi persentasenya, semakin banyak daging yang bisa didapat dari ternak tersebut.

Balai Embrio Ternak Cipelang berhasil memproduksi Belgian Blue dengan menggunakan teknologi transfer embrio. Setelah bertahun-tahun melakukan riset, akhirnya dihasilkan seekor sapi Belgian Blue jantan seberat 62,5 kg. Diperkirakan sapi ini bisa tumbuh menjadi 1,5 ton dalam dua tahun ke depan.

Sebelumnya, balai ini juga berhasil memproduksi Belgian Blue dengan metode kawin silang. Sperma Belgian Blue diinseminasikan dengan sapi betina yang telah dikembangkan di Indonesia dari jenis limosin, Freisian Hosltein dan Simmental yang menghasilkan 6 ekor sapi silangan dengan bobot rata-rata 46 kg.

 

Apa itu sapi Belgian Blue?

Sebagaimana namanya, sapi Belgian Blue berasal dari Belgia. Sapi ini merupakan hasil silangan sapi perah Freisian Hosltein dengan sapi Durham Shorthorn yang memiliki ciri otot ganda. Persilangan ini menghasilkan sapi yang memiliki sifat pertumbuhan otot lebih cepat sehingga menghasilkan daging lebih banyak dengan sedikit lemak.

Pada sapi Belgian Blue dipercaya terjadi mutasi gen secara alami yang mengkode myostatin, protein yang berperan dalam pengembangan otot. Mutasi gen terjadi secara alami, bukan hasil rekayasa genetika seperti yang dianggap beberapa kalangan. Sifat myostatin menghambat pertumbuhan otot. Sapi ini dipercaya tidak terdapat myostatin sehingga pertumbuhan otot maksimal.

Ciri-ciri fisik Belgian Blue mudah dikenali dari ukurannya yang bongsor dan otot-ototnya yang menyembul. Rata-rata ukuran sapi ini setinggi 1,2-1,5 meter dengan berat 1.100-1.250 kg, bahkan bisa tumbuh hingga 1.500 kg. Ukuran ini sekitar 2-3 kali lipat ukuran sapi ternak di Indonesia.

Keunikan lain dari sapi ini adalah bobot kulit dan organ dalam (jeroan) yang hanya 15%. Sehingga tidak banyak cukup ruang untuk mencerna rumput dalam lambungnya. Konsekuensinya sapi ini lebih cocok diberikan pakan berupa konsentrat, biji-bijian dan bungkil kedelai.

 

Bukan yang pertama di Indonesia

Meskipun Kementan mengklaim sapi miliknya merupakan Belgian Blue pertama di Asia Tenggara, namun kami mencatat LIPI dan PT. KAR telah berhasil memproduksi Belgian Blue pada tahun 2015 lalu. Pengembangan dilakukan di peternakan sapi milik PT. KAR yang berlokasi di Rumpin, Bogor.

Menurun keterangan LIPI, sapi tersebut merupakan hasil silangan inseminasi buatan Belgian Blue dengan sapi betina sumba ongole. Hasil silangan ini dipercaya bisa menghasilkan sapi yang secara genetik lebih tahan dengan kondisi Indonesia.

Untuk mendapatkan bibit sapi unggul memang diperlukan riset yang panjang, sekitar 15-20 tahun. Belum lagi proses pengembangbiakannya yang memerlukan waktu 3-5 tahun. Agar bibit sapi unggul bisa disebarkan ke publik, setidaknya diperlukan hingga level genetiknya mencapai 90% dan telah diturunkan hingga F4.

Semoga bermanfaat.

 

Sumber: www.alamtani.com

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *