Mengenal dan Membuat Pupuk Biopestisida

Hingga saat ini, masyarakat berpendapat bahwa sayuran organik selalu berpenampilan kurang baik atau tidak mulus.  Misalnya, rusak daun akibat bekas gigitan hama menandakan pada daun sayuran tidak mengandung pestisida. Hal tersebut merupakan fakta perbedaan sayuran organik dan sayuran non-organik.

Berbeda dengan sayuran organik, sayuran non-organik yang menggunakan pestisida biasanya kondisi daunnya selalu bagus, mulus, tidak sobek.  Pasalnya hama seperti ualat tidak menyukai daun yang sudah diberi pestisida.

Selain digunakan untuk pertumbuhan tanaman, pupuk organik cair juga dapat dijadikan biopestisida.  Misalnya, gulma yang selama ini dianggap sebagai pengganggu tanaman-daun kirinyu- dapat dijadikan biopestisida.  Kirinyu mengandung pyrrolizidine alkaloid yang bersifat racun lambung bagi organ pencernaan hama. Cara mengaplikasikan biopestisida dengan menyemprotkan ekstrak daun kirinyu pada tanaman sehingga hama khususnya ulat akan mati setelah 2-3 hari.

Selain sebagai biopestisida, kirinyu mengandung fitohormon seperti giberelin, auksin, dan sitokinin.  Informasi ini cukup menggembirakan bagi petani sayuran khususnya sawi dan pecinta tanaman hias.  Pasalnya, ekstrak kirinyu yang disemprotkan pada sawi membuat penampilan sawi menjadi terlihat segar.  Selain itu, menurut Prof. Nurhajati Hakim (2003) menjelaskan bahwa ekstrak kirinyu ternyata mampu mengurangi setengah dosis pupuk kimia tanpa mengurangi hasil panen.

Berdasarkan penelitian lanjutan, kirinyu merupakan tanaman multiguna yang berperan sebagai bioinsektisida, herbisida alami, dan pupuk organik.  Selain itu, kirinyu memiliki daya bunuh yang ampuh terhadap ulat.  Kehebatan kirinyu ini nyatanya berperan dalam pertanian organik hingga sebagai obat penyembuh luka bagi manusia.

Kirinyu lebih dikenal di Pulau Jawa dengan naman babanjaran. Kirinyu sangat mudah terdekomposisi karena daunnya banyak mengandung air.  Hasil riset menjelaskan bahwa permukaan daun kirinyu banyak terdapat mikroorganisme dari kelompok mycobacterium.

Tabel Komposisi unsur hara kirinyu

Cara Membuat Biopestisida Cair Organik

Bahan :

  • 2 Kg pucuk daun kirinyu
  • 2 Kg daun binahong
  • 2 liter air tajin
  • 250 gram gula merah, cairkan dengan air
  • 1 liter air kelapa
  • 9 gram terasi setara dengan dua sachet kecil

 

Cara Membuat:

  • Potong-potong bahan berupa pucuk daun kirinyu dan daun binahong
  • Masukkan bahan ke dalam wadah, lalu campur bahan dengan gula cair
  • Masukkan air tajin, air kelapa, dan terasi. Aduk dan tutup wadah. Biarkan selama 14 hari.

Aplikasi:

Semprotkan bioinsektisida ke seluruh daun yang terserang ulat dengan konsentrasi 1 : 10 antara bioinsektisida dengan air. Balitbang Pertanian-Kementria Pertanian menganjurkan untuk ulat grayak, ulat jengkal, dan ulat buahmenggunakan takaran 10-1,5 gram/liter air.(m).

 

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *