Mengapa Harus Hidroponik ?

Mengapa Harus Hidroponik ?

Dewasa ini perkembangan industri semakin maju dengan pesat. Perkembangan tersebut banyak yang menggeser lahan pertanian, terlebih di daerah sekitar perkotaan. Akibatnya, lahan pertanian semakin sempit. Di sisi lain, kebutuhan akan hasil pertanian semakin meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Bagaimana jalan keluar untuk mengatasi kondisi tersebut ? Salah satu jalan keluar yang dapat ditempuh adalah dengan meningkatkan produktivitas tanaman. Dengan cara ini diharapkan dari lahan yang terbatas dapat dihasilkan produksi yang banyak. Salah satu caranya yaitu dengan hidroponik.

Hidroponik berasal dari kata hydroponick, bahasa Yunani. Kata tersebut merupakan gabungan dari dua kata, yaitu hydro yang artinya air dan ponos yang artinya bekerja. Jadi, hidroponik artinya pengerjaan air atau bekerja dengan air.

Umumnya orang bertanam dengan menggunakan tanah. Namun, dalam hidroponik tidak lagi digunakan tanah, hanya dibutuhkan air yang ditambah nutrien sebagai sumber makanan bagi tanaman.

Apakah hanya dengan air dan nutrien saja dapat memenuhi kebutuhan hidup tanaman ? Jawabannya, ya. Bahan dasar yang dibutuhkan tanaman adalah air, mineral, cahaya, dan CO2. Cahaya tidak menjadi masalah karena telah terpenuhi oleh cahaya matahari. Demikian pula CO2, cukup melimpah di udara bebas. Kebutuhan air dan mineral dapat diberikan dengan sistem hidroponik. Dengan demikian, berarti keberadaan tanah sebenarnya tidak menjadi hal yang utama.

Sistem penanaman secara hidroponik mempunyai banyak keunggulan dibandingkan sistem penanaman di tanah. Perbandingan antara sistem penanaman secara hidroponik dengan sistem penanaman di tanah disajikan pada Tabel 1.

Tabel 1 Perbandingan sistem penanaman secara hidroponik dengan di tanah

Penanaman secara Hidroponik Penanaman di Tanah
1. Bekerja secara bersih, semuanya dalam keadaan steril 1. Bekerja tidak bersih, tidak dalam keadaan steril
2. Nutrien yang diberikan digunakan secara efisien oleh tanaman 2. Penggunaan nutrien oleh tanaman kurang efisien
3. Nutrien yang diberikan sesuai dengan yang dibutuhkan tanaman karena tidak ada zat lain yang mungkin dapat bereaksi dengan nutrien 3. Nutrien yang diberikan dapat bereaksi dengan zat yang mungkin terdapat di dalam tanah (karena tanah tidak steril)
4. Tanaman bebas dari gulma 4. Gulma sering tumbuh di tanah
5. Tanamah lebih jarang terserang hama dan penyakit 5. Tanaman lebih sering terserang hama dan penyakit
6. Pertumbuhan tanaman lebih terkontrol 6. Pertumbuhan tanaman kurang terkontrol
7. Tanaman sayuran dapat berproduksi dengan kuantitas dan kualitas yang tinggi 7. Kuantitas dan kualitas produksi tanaman kurang
8. Pertanian hidroponik mempunyai ciri:

a. Lahan yang dibutuhkan sempit

b. Kesuburan dapat diatur, dan

c. Nilai jualnya tinggi.

8. Pertanian dengan tanah mempunyai ciri:

a. Lahan yang dipakai lebih luas,

b. Mengandalkan unsur tanah, dan

c. Nilai jualnya tidak begitu tinggi

(hp/yhi).

Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *