Menanam Rumput Odot untuk Pakan di Peternakan Terpadu Sukabumi

Sukabumi – Untuk memaksimalkan peternakan terpadu di Kadudampit, Sukabumi, Daqu Agrotechno mulai mengembangkan rumput odot sebagai pakan alternatif domba dan sapi. Kamis (15/01/2015), Tim Daqu Agrotechno mulai melkukan penanaman rumput odot tersebut.

Rumput odot merupakan rumput yang sangat mudah dibudidayakan yang sangat disukai kambing, rumput ini hampir mirip dengan rumput gajah, perbedaannya daun lebih lemas, tidak gatal karena bulu daun halus, pertumbuhannya sangat cepat.

Asal mula rumput ini berasal dari Amerika dengan nama latin (Pennisetum purpureum cv. Mott) di daerah Jawa Timur, rumput ini mulai dibudidayakan oleh seorang Peternak PE Tulungagung yang bernama Pak Odot. Oleh sebab itu rumput ini juga dikenal dengan rumput odot.

Dari pengalaman di lapangan, pertumbuhan rumput ini sangat cepat, jarak penanaman di upayakan 0,5 hingga 1 meter, karena 1 bibit rumput odot dapat beranak menjadi lebih dari 60 batang lebih. sehingga dalam jarak waktu 36 hari (apabila asupan kandungan humus tinggi) sudah dapat dipanen.

Keunggulan rumput ini diantaranya: setelah dipanen, 2 hari sudah mulai bersemi kembali dan tetap tumbuh dengan baik dan cepat; pertumbuhan cepat; tidak berbulu gatal; daun lemas dan batang lunak; sangat disukai kambing.

Pada awalnya hanya satu bibit dan dapat berkembang menjadi lebih dari 60 anakan. Semakin lebar jarak tanam, maka anakan semakin banyak. Tinggi rata-rata rumput ini sekitar 1 meter.

Sebelumnya, peternakan terpadu Daqu Agrotechno di Sukabumi menggunakan rumput gajah biasa sebagaai pakan sapi dan domba. Namun, kelemahannnya adalah pohon rumput gajah tersebut terlalu tinggi, batang keras dan besar, daun kasar dan tajam sehingga merusak bibir hewan ternak terutama domba. (dip)Rumput Odot

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *