Menanam dengan Sistem Vertikultur

Menanam dengan Sistem Vertikultur

Kebanyakan orang bingung mau berkebun ketika tidak memiliki halaman yang luas, sehingga hal itu dijadikan alasan untuk tidak menanam apapun dirumah. Siapa bilang dengan halaman yang sempit tidak bisa bertanam sayuran ?

Kami akan memberi solusi dan tips agar tetap dapat menanam di halaman sempit. Sistem Vertikultur adalah solusinya. Ada yang tau apa itu vertikultur ?
Vertikultur merupakan sistem bertanam bertingkat. Ibarat rumah susun, bertanam bertingkat ini menjadikan halaman sempit bisa ditanami dengan sayuran. Karena itu, sistem vertikultur ini sangat cocok bagi Agromate yang tinggal diperkotaan. Namun, yang tinggal dipedesaan juga tetap bisa melakukan bertanam seperti ini. Selain dapat memberikan hasil berupa sayuran, juga dapat membuat halaman rumah terlihat lebih asri.

  1. Vertikultur Tegak

Ini teknik bertanam secara tegak, biasanya menggunakan batang bambu atau peralon. Batang bambu atau peralon ini fungsinya sebagai penopang wadah tanam. Selain itu, peralon juga bisa digunakan sebagai wadah tanam secara langsung.

tegak

tegak 2

  1. Vertikultur Tempel

Sistem bertanam yang penempatan wadah tanamnya ditempel di dinding atau pagar. Wadah tanam yang digunakan bisa berupa talang air, pot tempel, atau wadah-wadah bekas seperti botol air mineral.

tempeltempel 2

  1. Vertikultur Bersusun

Sistem bertanam yang penempatan wadah tanamnya disusun berjenjang ke atas menggunakan kerangka atau dudukan. Kerangka atau dudukan bisa dibuat dari bumbu atau besi. Wadah tanam yang digunakan bisa berupa talang air, peralon yang dibuang sebagian sisinya, pot atau polibag berbagai ukuran, dan wadah-wadah bekas. Vertikultur bersusun juga bisa dibuat denbgan menyusun bata merah.

bersusun 2

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *