Mempersiapkan Tenaga Terampil

Mempersiapkan Tenaga Terampil

Tenaga kerja yang terampil dibutuhkan dalam pembuatan kultur murni, tenaga kerja yang memang mengerti dalam bidang mikrobiologi, kendati tidak harus berasal dari lulusan perguruan tinggi. Pekerja lulusan sekolah menengah yang telah dididik dan dilatih berdasarkan standard operating procedure (SOP) yang jelas juga dapat dijadikan tenaga terampil. Namun, untuk menjaga kualitas kultur, teknik kerja mereka harus selalu di bawah pengawasan tenaga ahli dan hasil kulturnya juga harus selalu dikontrol. Untuk menyiapkan tenaga tersebut, memang diperlukan waktu karena keterampilan dan pengalaman akan didapatkan setelah mereka terbiasa melakukan kultur.

Tenaga kerja dibutuhkan dalam pembuatan bibit dasar/bibit induk untuk menyiapkan campuran media tanam, kemasan dan sterilisasi serta tenaga inokulasi kultur murni. Tenaga kerja tersebut harus menguasai teknik sterilisasi, baik sterilisasi media maupun alat dan teknik membuat bibit induk atau menanam kultur murni ke dalam campuran media tanam. Tenaga kerja yang terlibat harus disiplin untuk bekerja aseptis agar bibit yang dihasilkan tidak terkontaminasi.

Tenaga yang harus disiapkan adalah tenaga pembuatan bibit pokok/bibit sebar. Tenaga tersebut harus mempunyai pengetahuan tentang pembuatan pokok/sebar untuk menyiapkan campuran media tanam, kemasan dan untuk sterilisasi. Teknik inokulasi menggunakan bibit induk/dasar ke dalam campuran media perlu dikuasai. Tenaga inokulasi perlu keterampilan teknik kerja aseptis agar bibit yang dihasilkan tidak terkontaminasi.

Sementara untuk pembuatan bibit semai, tenaga kerja yang dipersiapkan disesuaikan dengan pekerjaannya, mulai dari menyiapkan bahan baku, menyaring kayu gergajian dan pencampur media, mengemas campuran media tanam ke dalam kantong-kantong plastik, dan mengepres baglog. Tenaga kerja bibit semai harus mempunyai keterampilan menggunakan alat pres dan memasang cincin plastik. Selanjutnya, untuk melakukan inokulasi baglog menggunakan bibit sebar, diperlukan tenaga kerja yang telaten karena biasanya pengisian baglog dengan bibit sebar berjumlah ribuan dan dimasukkan secara manual ke dalam baglog. Tenaga kerja inokulasi juga harus bekerja secara cepat. Untuk mengontrol hasil inokulasi, dibutuhkan tenaga kerja yang khusus memeriksa pertumbuhan bibit. (ss)

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *