Membuat Compost Tea (Esktrak Kompos)

Compost tea tidak berkaitan dengan teh yang dikonsumsi di waktu luang, tetapi ada kemiripan dalam proses pembuatannya.  Perbedaannya, penyeduhan minuman teh menggunakan air panas. Namun, jika ingin membuat compost tea justru tidak boleh menggunakan air panas karena berisiko membunuh mikroorganisme.  Compost tea merupakan kompos yang diekstrak dari kompos padat menjadi bentuk cair.  Karena kaya unsur hara, ekstrak kompos atau  compost tea dapat berperan sebagai sumber nutrisi dan pestisida alami untuk memberantas hama, kutu, dan beberapa penyakit tanaman.

Cara pembuatan compost tea  sangat sederhana sehingga setiap orang pasti dapat melakukannya.  Bahan baku kompos yang digunakan dalam pembuatan compost tea  harus berupa kompos yang sudah matang.  Ciri kompos yang sudah matang bisa diperiksa dengan cara mengepalkan kompos di telapak tangan sekuat mungkin.  Kompos yang sudah matang akan terasa sejuk dan saat kepalan tangan dibuka, kompos tidak menggumpal.

Efek penggunaan  compost tea  pada tanaman sanagat luar biasa, khususnya untuk perakaran tanaman biasanya akan menjadi bongsor.  Penggunaan  compost tea juga untuk menghindari efek plasmaolosis. Plasmaolosis merupakan dampak negatif penggunaan kompos yang belum matang.  Secara alami, mikroorganisme atau bakteri pengurai akan mengambil nitrogen dari tanah di sekitar akar. Plasmaolosis akan merusak tanaman terlebih saat nitrogen yang diambil mikroorganisme ternyata berasal dari sel tanaman.  Gejala plasmaolosis dapat dilihat dari pinggiran daun yang terlihat menguning dan terlihat terbakar (sunburn) hingga akhirnya rontok.  Para petani menyebut peristiwa ini akibat “penggunaan pupuk panas”.

Bahan dan Alat

  • 5 liter air bersih
  • 1 liter kompos
  • 4 sdm gula merah atau gula pasir atau molase
  • Alat pengaduk
  • Ember kapasitas 20 liter
  • Penyaring kompos, dapat berupa kaos kaki bekas atau kain kaos yang diikat

 

Cara Membuat

  1. Campurkan seluruh bahan. Masukkan kompos, gula merah, dan air ke dalam penyaring kompos. Hindari sinar matahari langsung.
  2. Masukkan penyaring kompos ke dalam ember, lalu ikat.
  3. Diamkan compost tea  dengan cara menggantung. Setelah 1-2 hari, compost tea  siap digunakan.  Selama termentasi, air yang terus bergerak  atau diaduk akan mempercepat pertumbuhan mikroorganisme dan menentukan kualitas  compost tea.
  4. Hasil compost tea sebaiknya disaring terlebih dahulu.  Compost tea akan optimal apabila langsung diaplikasikan ke tanaman.  Namun, jika ingin disimpan, gunakan botol air mineral.  Estimasi takaran compost tea yang dihasilkan berdasarkan komposisi di atas sekitar lima liter yang dapat digunakan untuk keperluan rumah tangga.

Compost tea dapat langsung disemprotkan ke daun atau ke tanah di sekitar tajuk tanaman.  Waktu pemupukan sebaiknya dilakukan pada pagi hari sekitar 06.00 – 08.00 atau sore hari pukul 16.00-18.00.  Efek pemupukan compost tea pada tanaman akan terlihat setelah tujuh hari.(m)

 

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *