Mari Bertanam Terong

Mari Bertanam Terong

A. Manfaat Terong

Buah terong mengandung zat aktif yang berfungsi untuk kontrasepsi dan dapat mencegah penyakit diabetes serta meningkatkan gairah kerja. Namun, bagi penderita penyakit radang usus/radang anus dan wanita penderita sakit pembesaran kandungan tidak diperbolehkan makan buah terong karena dapat menimbulkan hal-hal kurang baik. Jenis terong Solanum sanitwongsei baik sekali untuk obat kencing manis. Buah terong biasanya dibuat sayur lodeh dan opor. Asinan (pickle) biasanya dibuat dari buah terong yang berukuran kecil. Adapun terong yang biasanya dilalap mentah ialah jenis terong gelatik atau bogor.

B. Mari Bertanam

Terong mudah ditanam, baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Oleh karena itu, terong banyak ditanam di pekarangan. Lahan penanaman terong harus subur, air tanahnya tidak menggenang, dan pH tanah antara 5-6. Musim tanam terong yang terbaik ialah musim kemarau walaupun bisa juga ditanam pada musim hujan.

Cara Tanam

Terong dikembangbiakkan dengan bijinya. Caranya hampir sama dengan menanam tomat, yaitu dengan menabur biji di persemaian terlebih dahulu. Kebutuhan biji terong untuk 1 Hektare lahan sebanyak 500 g. Akan tetapi, menurut teori, penanaman 1 Hektare hanya diperlukan 150 g biji terong yang daya kecambahnya 75%.

Biji di persemaian akan tumbuh 10 hari kemudian. Setelah bibit berumur 1.5 bulan (jumlah daun empat helai), bibit ditanam di lubang tanam. Tiap lubang tanam ditanami satu batang bibit. Tanah yang akan digunakan dicangkul sedalam 30-40 cm dan dibuat bedengan yang lebarnya 1.20-1.40 m. Tiap bedengan terdiri dari dua baris tanaman dengan jarak antarbaris 70-80 cm. Dalam barisan tanaman dibuat lubang dengan jarak 50 cm. Tiap lubang diberikan pupuk kandang atau pupuk kompos yang telah matang sebanyak kira-kira 0.5 kg. Selain itu, di antara baris tanaman dibuat parit yang lebarnya 20-30 cm.

Setelah tanaman berumur dua minggu dari waktu tanam, diberi pupuk buatan. Pupuk buatan tersebut berupa urea, TSP, dan KCl dengan perbandingan 1 : 2 : 1 sebanyak 12 g/tanaman. Pupuk buatan ini diberikan di sekeliling tanaman sekitar 5 cm dari batangnya. Pemberian pupuk buatan ini diulangi sekali lagi ketika tanaman berumur 1.5-2 bulan. Oleh karena itu, untuk tanaman seluas 1 Hektare dibutuhkan sebanyak 150 kg urea, 300 kg TSP, dan 150 kg KCl. Pada tanah tandus, pupuk N diberikan sampai 200 kg/Hektare. Pemberian pupuk sebaiknya saat pendangiran tanah. (HS/FAN)

 

Sumber: Buku “Bertanam Sayuran Buah 20 Sayuran Komersial”

Penulis: Hendro Sunarjono dan Febriani Ai Nurrohmah

 

Sebelumnya: Jenis-jenis Terong

Selanjutnya: Pemeliharaan Tanaman dan Panen Terong

Selangkapnya: Bertanam Sayuran Buah

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *