Lokasi Pembibitan Jamur Tiram

Lokasi Pembibitan Jamur Tiram

Lokasi yang dipersiapkan untuk pembibitan jamur tiram harus disesuaikan dengan jenis bibitnya. Hal ini karena masing-masing jenis bibit memiliki karakteristik tersendiri. Kondisi lingkungan yang disesuaikan dengan pertumbuhan atau ketahanan daya simpan bibit jamur tiram tentu akan menunjang kelancaran usaha. Lingkungan terlalu dingin atau terlalu panas bisa menghambat pertumbuhan miselium jamur tiram. Untuk itu, bila suhu di lokasi pembibitan terlalu dingin maka dilengkapi dengan penghangat ruangan atau inkubator agar pertumbuhan miselium bibit bisa tumbuh normal. Sementara itu, bila suhu di lokasi pembibitan terlalu panas, tambahkan alat pendingin ruangan atau inkubator untuk menyesuaikan dengan suhu ruang yang dibutuhkan jamur tiram. Idealnya, suhu di lokasi pembibitan jamur tiram sekitar 25⁰C.

Ada beberapa pertimbangan dalam menentukan lokasi pembibitan jamur tiram, di antaranya dekat dengan tempat penyediaan bahan baku, mudah dalam pendistribusian, dan dukungan masyarakat sekitar.

1. Dekat dengan Tempat Penyimpanan Bahan Baku

Bahan baku untuk usaha pembibitan jamur tiram meliputi bahan baku bibit dasar dan bibit sebar berupa biji-bijian serta bahan baku bibit semai berupa bahan lignoselulosa (kayu gergaji atau sisa tanaman) yang bisa diperoleh di pasar-pasar tradisional. Sementara itu, bahan tambahan berupa pupuk atau kapur bisa diperoleh di toko pertanian. Untuk membuat kultur murni, bahan-bahan dasarnya juga bisa diperoleh di pasar-pasar tradisional, tetapi bila menggunakan media yang sudah jadi biasanya harus membeli di toko bahan kimia yang umumnya berada di kota besar. Idealnya, usaha pembibitan dekat dengan tempat pembelian bahan-bahan baku tersebut sehingga bisa memperkecil biaya transportasi.

2. Mudah dalam Pendistribusian

Usaha pembibitan jamur tiram, terutama usaha bibit semai, membutuhkan bahan baku dalam volume yang cukup besar. Selanjutnya, setelah bibit jadi, tentu harus didistribusikan kembali ke konsumen yang membutuhkan bibit. Untuk memasok bahan baku dalam jumlah besar ke lokasi pembibitan dan pendistribusian bibit semai dalam bentuk baglog ke konsumen, tentu diperlukan sarana transportasi yang memadai, misalnya truk yang kapasitasnya cukup besar. Oleh karena itu, lokasi usaha pembibitan sebaiknya tidak berada di tempat yang sempit atau lokasinya harus bisa dilalui kendaraan pengangkut seperti truk.

3. Dukungan Masyarakat Sekitar

Salah satu syarat yang harus dipenuhi agar usaha yang dilakukan berlangsung dengan lancar adalah mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar, terlebih bila lokasi usaha berada di daerah pemukiman penduduk. Usaha pembibitan jamur tiram, terutama bibit semai, biasanya akan memerlukan tenaga kerja yang cukup banyak. Oleh karena itu, ada baiknya bila memberdayakan warga sekitar. Selain membuka peluang lapangan kerja, pengusaha pembibitan juga tidak perlu menyediakan tempat menginap untuk tenaga yang dipekerjakan. Masyarakat sekitar bisa juga diajak bermitra, baik sebagai pemasok baha baku seperti kayu gergajian, bekatul dan kayu bakar untuk bahan bakar sterilisasi baglog maupun sebagai konsumen/pembeli bibit semai yang diproduksi. Dengan demikian, suasana yang mendukung iklim berusaha bisa tercipta di lokasi usaha. (ss)

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *