Kurangi Residu Kimia untuk Hidup yang Lebih Sehat

Kurangi Residu Kimia untuk Hidup yang Lebih Sehat

Diera modern seperti ini, kita harus waspada terhadap makanan yang kita konsumsi. Dalam makanan (ikan, daging, buah, sayur dan nasi) mengandung zat-zat gizi yang diburuhkan oleh tubuh. Apa jadinya jika makanan yang kita konsumsi mengandung zat-zat lain yang tidak dibutuhkan tubuh bahkan membahayakan tubuh kita ?

Dalam menu harian kita, mengkonsumsi sayur-mayur sangat dibutuhkan. Selain dari buah, kita bisa mendapatkan asupan vitamin dan mineral dari sayuran. Selain itu sayuran juga mengandung banyak serat yang dibutuhkan untuk menjaga kesehtan organ pencernaan. Namun dibalik semua manfaat itu, ada bahaya yang mengancam. Apakah Anda tahu ?

Pernahkan Anda membeli tomat dan dipermukaannya ada serbuk putih? Serbuk putih itu adalah sisa pestisida yang tertinggal dibuah tomat. Pestisida ini terbuat dari berbagai bahan kimia dan disemprotkan ke tanaman untuk melindungi tanaman dari serangga hama dan penyakit.

Bahan kimia ini dapat bertahan cukup lama dan tidak mudah terurai, sehingga meninggalkan residu atau sisa ditanaman sayuran. Residu pestisida inilah yang kemudian terbawa dari hasil panen dikebun, pasar, hingga kedapur kita dan akhirnya masuk kedalam tubuh.

Disadari atau tidak, ketika kita mengkonsumsi sayuran hasil budidaya konvensional (menggunakan pupuk dan pestisida kimia), sebenarnya secara perlahan kita sedang menimbun sisa racun antihama itu didalam tubuh. Bagaimana jadinya jika hal ini berlangsung secara terus-menerus sepanjang hidup kita ? Tentu kita tidak ingin mengalami gangguan kesehatan akibat adanya timbunan residu kimia. Karena itu, salah satu langkah bijak kita untuk mengurangi bahkan menghilangkan residu kimia itu adalah beralih ke produk organik, termasuk sayuran organik.

Berdasarkan hasil dari berbagai penelitian, residu pestisida kimia dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan, diantaranya kanker, gangguan saraf dan perilaku seperti parkinson’s disease, gangguan kesuburan, dan gangguan kekebalan tubuh.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *