Kriteria Bibit Berkualitas

Kriteria Bibit Berkualitas

Ada dua hal yang perlu diperhatikan untuk mendapatkan bibit berkualitas yaitu memilih bahan tanam dari jenis unggul dan memastikan bahwa tidak ada kontaminan pada bibit jamur. Kriteria bibit jamur berkualitas tinggi idealnya mengacu pada standar mutu bibit jamur berdasarkan pada SNI (Standar Nasional Indonesia). Namun, SNI untuk jamur tiram belum tersusun dan belum dibahas atau disepakati secara konsensus nasional. Dengan demikian, dalam pembahasan ini kriteria mutu dipertimbangan dari segi teknis sehingga tujuan produksi jamur yang diinginkan tetap tercapai.

Kriteria mutu bibit merupakan standar kualitas bibit yang memenuhi kriteria pemeriksaan bibit berdasarkan standar lapangan dan standar laboratorium. Standar lapangan merupakan pemeriksaan secara fisik dengan pengamatan langsung terhadap produk bibit. Pemeriksaan secara fisik meliputi ada-tidaknya kontaminan, pertumbuhan miselium, daya tumbuh (viabilitas), tanggal pembuatan, dan tanggal kedaluarsa. Sementara itu, standar laboratorium merupakan pemeriksaan dengan metode analisis laboratorium yang ketepatannya telah terstandardisasi, yaitu meliputi populasi kontaminan (bakteri, jamur kontaminan dan organisme lain), daya tumbuh (viabilitas) pada media.

Standar mutu bibit sebar yang diterapkan di suatu daerah, misalnya tidak adanya kontaminasi jamur atau bakteri, dengan kata lain kontaminannya 0%. Kontaminan untuk bibit semai di daerah tertentu masih bisa ditoleransi sampai 3% dari hasil pengamatan fisik. Diketahui, dari 3% baglog yang ditanami bibit tersebut gagal tumbuh atau pertumbuhannya terdesak oleh pertumbuhan jamur dan bakteri kontaminan. Agar bibit yang berkualitas terjamin keunggulannya, terutama dalam hal produktivitasnya, harus dipilih bahan tanam jamur yang juga merupakan jenis unggul.

Syarat bibit jamur bermutu adalah sebagai berikut.

  1. Murni dan diketahui nama spesies dan varietas/tipe.
  2. Daya hidup (viabilitas) tinggi.
  3. Tidak terdapat kontaminan.
  4. Tidak mengandung hama dan penyakit bawaan.
  5. Tercantum tanggal pembuatan, masa berlaku dan tanggal kedaluarsa. (ss)

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *