Kemitraan Penangkar Bibit dengan Pemelihara Baglog

Kemitraan Penangkar Bibit dengan Pemelihara Baglog

Kemitraan model ini paling mudah dilakukan dalam usaha pembibitan bagi pemula. Dalam kondisi ini, penangkar bibit biasanya memproduksi bibit sebar untuk keperluan sendiri. Hasil dari pembibitan tersebut kemudian disebar ke dalam media-media bibit semai. Bibit semai yang dihasilkan selanjutnya diserahkan kepada siapa saja yang berminat menjadi mitra untuk membudidayakan dalam skala rumah, terutama masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi pembuatan bibit semai. Dalam skala mikro, yaitu skala rumah tangga, areal rumah dengan luas 2-3 m2 bisa dijadikan sebagai tempat pemeliharaan bibit semai dan diperkirakan mampu menampung 1.000-2.000 baglog per 4-5 bulan (panjang satu siklus pemeliharaan baglog). Usaha skala mikro ini sangat mudah dilakukan karena tidak harus membuat kumbung khusus untuk tempat pemeliharaan jamur.

Biasanya, usaha mikro yang dilakukan sendirian sering kali mengalami kesulitan, terutama ketika hendak memasarkan produknya. Hal ini karena volume produknya tidak memenuhi kontinuitas. Oleh karena itu, model kemitraan seperti ini sangat cocok diterapkan dalam kelompok usaha bersama, misalnya dalam kelompok masyarakat seperti ibu-ibu PKK, karang taruna, ataupun kelompok usaha bersama lainnya. Dari kelompok usaha bersama tersebut, terbina beberapa kelompok usaha pembibitan, yaitu ada yang memproduksi bibit semai untuk kemudian dijual ke anggota kelompok untuk dibudidayakan dan anggota kelompok tersebut selanjutnya menjual secara bersamaan hasil panen badan buah jamurnya, baik dalam bentuk segar maupun bentuk olahan.

Bagan alir penjualan bibit dan produk jamur

(ss)

Anda berminat untuk mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram? Silahkan hubungi 0822-9889-1144 untuk informasi lebih lanjut ?

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *