Kawasan Indo-Pasifik Perlu Tingkatkan Kerjasama Hadapi Tantangan Sektor Pertanian

Kawasan Indo-Pasifik Perlu Tingkatkan Kerjasama Hadapi Tantangan Sektor Pertanian

Populasi dunia pada tahun 2050 diperkirakan akan meningkat 60 persen. Kondisi ini akan memicu lonjakan kebutuhan pangan dunia yang akan memicu tantangan baru. Negara-negara Indo-Pasifik yang tergabung dalam forum In the Zone yang digagas oleh Universitas Australia Selatan optimis bisa melampaui tantangan ini bersama-sama.

Ancaman krisis pangan global dan upaya meningkatkan sektor pertanian untuk mengatasinya menjadi topik pembahasan utama dalam Konferensi Internasional In The Zone 2016 yang diselenggarakan oleh Universitas Western Australia (UWA) dan mitranya di Jakarta(14/5).
Bertempat di Djakarta Theater, forum bagi pebisnis, ilmuwan dan pengambil kebijakan ini membahas berbagai upaya yang perlu dilakukan oleh kawasan Indo-Pasifik untuk mengantisipasi masalah ini terutama di sektor pertanian.
Presiden Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi pembicara utama dalam Konferensi internasional bertajuk Feeding The Zone itu. SBY mengatakan kenaikan populasi penduduk dunia ini tidak sejalan dengan produksi pangan global yang justru terus mengalami pelambatan dibandingkan 10 tahun lalu.
SBY mengatakan pelambatan ini lain dipicu oleh banyaknya lahan pertanian dunia yang rusak dan hilang produksinya akibat perubahan iklim, penurunan luas lahan dan kondisi agro-ekosistem yang rusak termasuk karena tingginya pemakaian pupuk kimia.
“Jadi ini masalah kita, banyak orang yang harus diberi makan, banyak lahan pertanian yang harus diperbaiki, dan banyak daerah yang harus dihubungkan,” kata SBY.
Di sisi lain untuk mampu mencukupi kebutuhan pangan global, produksi pangan global perlu ditingkatkan hingga 70% menurut lembaga pangan dan pertanian PBB (FAO).

Presiden Indonesia ke-6, Soesilo Bambang Yudhoyono menjadi pembicara utama dalam konferensi In The Zone 2016 di Jakarta. (Photo:Antara Foto)

Untuk mengatasi masalah ini SBY meyakini perlu diupayakan ketersediaan pangan yang cukup untuk seluruh masyarakat dan oleh karena itu menurut SBY semua negara dituntut untuk menerapkan ekonomi hijau di sektor pertanian untuk mendukung pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.
Selain Presiden SBY, forum bertajuk Feeding The Zone yang turut didukung oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) bekerja sama dengan The Perth USA sia Centre ini juga menampilkan sejumlah pembicara lain dari berbagai kawasan di Indo-Pasifik seperti mantan Menteri Perdagangan era-SBY, Marie Elka Pangestu, Mantan Menteri Pertahanan dan Luar Negeri Australia Stephen Smith dan ilmuwan dari universitas di Australia Barat dan juga Indonesia.
Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Western Australia, Dr Kent Anderson mengatakan upaya memenuhi kebutuhan dan ketahanan pangan dipastikan akan memunculkan ketegangan, untuk itu ia mengingatkan kembali pentingnya wadah seperi forum In The Zone dalam mengantisipasi tantangan ketegangan antar negara tersebut.
“Impor ternak sapi antara Indonesia dan Australia misalnya itu sempat memicu tantangan bilateral, investasi China di sektor pertanian di Australia Barat juga memicu tantangan, jadi isu seputar ketahanan pangan pasti di masa depan akan meningkatkan tantangan-tantangan,” kata Prof Kent Anderson dalam pidatonya.
Wakil Rektor Universitas Western Australia (UWA), Dr Kent Anderson optimistis negara Indo-Pasifik mampu mengatasi tantangan ketahanan pangan di masa mendatang.
Wakil Rektor Universitas Western Australia (UWA), Dr Kent Anderson optimistis negara Indo-Pasifik mampu mengatasi tantangan ketahanan pangan di masa mendatang.
Namun dirinya optimistis, tantangan semacam ini dapat diatasi bersama oleh negara-negara yang tergabung dalam forum In The Zone yakni negara-negara yang berbagi zona kawasan waktu yang sama dengan Australia Barat.
“Kita bisa mengatasi tantangan ini karena kita telah memiliki rasa saling percaya dan kepercayaan diri yang didasarkan pada kerjasama dan semangat saling berbagi seperti yang telah kita tunjukkan dalam konferensi hari ini,”
“Kita merespons tantangan ini melalui upaya seperti kerjasama, inovasi dan investasi yang sudah dan akan kita lakukan bersama-sama di masa depan baik melalui kerjasama bilateral maupun regiona”l.
Forum ini bertujuan untuk membahas berbagai permasalahan yang signifikan dalam mengantisipasi perubahan ekonomi dan stratejik yang terjadi di kawasan yang memiliki zona waktu sama dengan Australia Barat yang terentang dari Utara ke Selatan.
Wakil Rektor Universitas Western Australia, Dr. Kent Anderson dalam pidatonya ketika menutupp Forum In The Zone 1016, secara resmi menundang ilmuwan, pebisnis dan kalangan pemangku kebijakan untuk menghadiri perhelatan forum In The Zone 2017 berikutnya yang akan diselenggarakan di Univesitas Western Australia, Perth, Australia Barat.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *