Kandungan Gizi Jamur Tiram

5i7a2246

Siapa yang tidak gemar mengonsumsi jamur tiram ?

Selain rasanya yang enak, jamur tiram terutama jamur tiram putih dapat diolah menjadi makanan dan camilan yang banyak digemari orang. Sebelum berlanjut ke pembahasan mengenai kandungan gizi jamur tiram, apakah Anda sudah mengetahui jenis-jenis jamur tiram ? Apabila belum, Anda bisa membaca artikel mengenai jenis-jenis jamur tiram.

Jamur tiram juga mengandung zat gizi yang menyehatkan tubuh. Sebut saja protein. Dari segi kandungan gizinya, jamur tiram termasuk bahan makanan yang mengandung tinggi protein. Selain itu juga mengandung berbagai mineral anorganik dan rendah lemak. Beberapa fungsi mineral dalam proses biokimia pada bahan makanan di antaranya sebagai komponen penting senyawa dalam tubuh, kofaktor/metaloenzim dalam reaksi biologis, fasilitator penyerapan dan transportasi zat gizi, menjaga keseimbangan asam-basa tubuh, menjaga keseimbangan cairan tubuh, penghantar impuls saraf, serta regulasi kontraksi otot.

Kadar protein dalam jamur tiram berkisar 20-40% berat kering sehingga lebih baik apabila dibandingkan dengan sumber protein lain seperti kedelai atau kacang-kacangan. Selain itu, protein yang terkandung dalam jamur tiram juga mudah dicerna serta mengandung asam amino esensial khususnya lisin dan leusin. Mineral yang terkandung berupa mineral makro dan mikro meliputi kalsium, fosfor, natrium, kalium, magnesium, besi, tembaga, mangan, dan seng yang dibutuhkan oleh tubuh manusia.

Kandungan lemak dalam jamur tiram memiliki komposisi lemak mayoritas (72-85%) terdiri atas asam lemak tidak jenuh. Beberapa manfaat asam lemak tidak jenuh bagi tubuh di antaranya mengusir lemak jenuh yang menempel pada arteri sehingga aliran darah kembali lancar, mencegah penyakit kardiovaskuler, kekakuannya dapat mencegah terjadinya pengumpulan molekul lemak menjadi padat, sebagai bahan baku hormon, membantu transport vitamin larut lemak, sebagai bahan insulasi perubahan suhu, pelindung organ-organ tubuh bagian dalam, dapat membantu menurunkan LDL (kolesterol jahat) apabila digunakan sebagai pengganti lemak jenuh, serta dapat mempertahankan atau meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik).

Lemak jamur terutama terdiri atas senyawa asam linoleat. Kandungan asam linoleat yang tinggi inilah yang menjadikan jamur tiram sebagai makanan yang menyehatkan. Selain itu, jamur tiram juga mengandung sejumlah karbohidrat, serat dan beberapa vitamin terutama vitamin B kompleks dan vitamin C.

Tabel 1 Kandungan gizi beberapa jenis jamur tiram

Komposisi Jamur Tiram Putih

(P. ostreatus)

Jamur Tiram Merah

(P. flabellatus)

King Oyster

(P. eryngii)

Jamur Tiram Cokelat

(P. cystidiosus)

Protein (% bk) 15,7 21 13,6-29,9 26,6
Lemak (% bk) 2,66 1,3 0,3-2,9 2,0
Karbohidrat (% bk) 64,1 60 tdi 50,7
Serat (% bk) 39,8 11 tdi 13,3
Abu (% bk) 7,04 6,1 4,8-6,7 6,5
Kalori (Kcal/100 g) 345 302 tdi 300
Asam askorbat (mg/100 g bk) tdi 33 tdi tdi

Keterangan: bk = berat kering; Kcal = kilo kalori; tdi = tidak diinformasikan.

Sumber: Mshandete and Cuff, 2007; Akyuz dam Kirbag, 2009; Regula dan Siwulski, 2007; cit. Winarni dam Rahayu, 2002.

Jamur tiram juga mengandung senyawa yang berfungsi sebagai antikanker atau antitumor, antikolesterol, serta antioksidan. Senyawa lektin yang terkandung dalam jamur tiram putih telah dibuktikan sebagai senyawa antitumor. Di dalam badan buah jamur juga terkandung senyawa tanin yang dapat berfungsi sebagai antimikroba dan senyawa penghambat penyerapan besi. Oleh karena itu, perlu diperhatikan pula pola konsumsinya dengan makanan sumber zat besi. Alangkah lebih baik apabila tidak dikonsumsi bersamaan dengan makanan sumber zat besi seperti daging merah karena tanin yang terkandung dalam badan buah jamur dapat menghambat penyerapan zat besi yang berasal dari daging merah (dalam contoh kasus tersebut).

Tabel 2 Kandungan mineral anorganik antara jamur tiram putih dan jamur tiram merah

Mineral mg/100 g bk Jamur Tiram Putih

(Pleurotus ostreatus)

Jamur Tiram Merah

(Pleurotus flabellatus)

Natrium (Na) 133,7 686
Kalium (K) 33.120,0 1.537
Fosfor (P) Tdi 1.616
Magnesium (Mg) 1.289,0 40
Kalsium (Ca) 27,6 120
Seng (Zn) 109,6 145
Besi (Fe) 68,6 209
Mangan (Mn) 10
Tembaga (Cu) 12,9 22
Kobalt (Co) Tidak terdeteksi

Keterangan: bk = berat kering; tdi = tidak diinformasikan.

Sumber: Mshandete and Cuff, 2007; Regula dan Siwulski, 2007.

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *