Jenis Tanaman yang Dapat Dihidroponikkan

Hidroponik yang pertama dilakukan untuk tanaman hias tetapi kemudian berkembang ke tanaman sayur dan buah. Kali ini kita akan membahas mengenai jenis-jenis tanaman yang dapat dihidroponikkan.

Sebetulnya, sampai saat ini batasan jenis tanaman yang dapat dihidroponikkan belum jelas karena terus mengalami pertambahan baik jumlah maupun jenis. Memang, belum semua jenis tanaman dapat dihidroponikkan namun tidak menutup kemungkinan ke depannya jumlah tanaman yang dapat dihidroponikkan kian bertambah seiring makin banyaknya percobaan yang dilakukan.

Jenis tanaman yang telah banyak dihidroponikkan dari golongan tanaman hias di antaranya philodendron, dracaena, aglaonema, dan spatyphilum. Jenis tanaman buah yang dapat dihidroponikkan di antaranya melon, jambu air, kedondong bangkok, dan belimbing.

Adapun jenis tanaman sayuran yang dapat dihidroponikkan di antaranya:

Selada

selada

Daun selada menjadi salah satu pilihan terbaik apabila Anda ingin menanam sayuran dengan sistem hidroponik karena selada tidak membutuhkan perhatian yang terlalu rumit agar bisa tumbuh subur dan bisa dipanen dengan cara hidroponik. Selain itu, selada tidak membutuhkan perawatan ekstra yang menyita waktu lama. Dua lembar daun selada akan tumbuh setelah seminggu penyemaian. Pertumbuhan selada akan semakin cepat apabila dipindahkan ke media utama dan diberi air yang mengandung nutrisi untuk pertumbuhannya.

Tips untuk merangsang pertumbuhan selada dengan lebih cepat adalah dengan memotong daun bagian luarnya sehingga daun bagian dalam akan segera tumbuh untuk menggantikannya. Perlu diperhatikan pula keberadaan hama yang sering menempel di daunnya tersebut. Periksa dan bersihkan hama tersebut secara rutin.

Sayuran berdaun hijau

manfaat-bayam

Sayuran berdaun hijau contohnya bayam, kangkung, sawi hijau. Selain selada, sayuran berdaun hijau juga dapat tumbuh baik dengan sistem hidroponik. Akan tetapi bagi Anda yang ingin menanam sayuran berdaun hijau dengan sistem hidroponik harus memperhatikan pertumbuhan tanaman agar tidak tumbuh terlalu besar karena dapat mengganggu sirkulasi udara. Kurangnya sirkulasi udara pada suatu tumbuhan dapat mengakibatkan tumbuhan layu atau mati. Waktu pemanenan juga tergolong cepat yaitu pada hari ke-26 sampai hari ke-29. Apabila lebih dari hari ke-29, sayuran akan terasa pahit.

Mentimun

timub

Mentimun menjadi salah satu jenis tanaman yang sering ditanam dengan sistem hidroponik. Akan tetapi mentimun lebih membutuhkan perhatian ekstra dibandingkan selada maupun sayuran berdaun hijau. Ada hal lain yang harus diperhatikan yaitu intensitas cahaya matahari yang diterima oleh tanaman. Cahaya matahari yang masuk dan diserap oleh tanaman harus cukup dan tidak boleh terlalu berlebihan serta tidak disarankan terkena cahaya matahari langsung.

Selain itu, mentimun yang tumbuh kian besar tentu membutuhkan tempat yang lebih luas. Anda harus memikirkan hal tersebut agar mentimun tidak rusak dan bentuknya tetap sempurna. Untuk mensiasati hal tersebut, Anda dapat menggunakan botol plastik yang besar atau menggunakan media tanam hidroponik lainnya.

Selain tanaman yang telah disebutkan sebelumnya, terdapat jenis tanaman lain yang biasa ditanam dengan sistem hidroponik di antaranya pak choy, sawi, brokoli, kailan, tomat, dan bawang.

Demikian penjelasan mengenai jenis-jenis tanaman, khususnya sayuran, yang dapat dibudidayakan dengan menggunakan sistem hidroponik. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat (: (rm)

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

 

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *