Inovasi Baru untuk Memperpanjang Umur Simpan Sayur dan Buah

Inovasi Baru untuk Memperpanjang Umur Simpan Sayur dan Buah

Sayur dan buah merupakan komoditas yang tidak tahan lama. Umur simpan sayur dan buah terbatas karena mudah busuk. Perlu usaha ekstra untuk mendistribusikan sayur dan buah agar bisa sampai ke tangan konsumen dalam keadaan yang baik.

Namun tidak perlu khawatir, awal tahun 2017 yang lalu, Balai Besar Litbang Pascapanen Pertanian merilis sebuah teknologi untuk memperpanjang umur simpan sayur dan buah. Teknologi ini memanfaatkan nano zeolit sebagai bahan kemasan buah dan sayur agar lebih tahan lama.

Berdasarkan penelitian, nano zeolit yang digunakan dalam kemasan berhasil memperpanjang umur simpan buah pisang hingga 30 hari, buah salak hingga 40 hari dan cabe merah hingga 30 hari pada suhu 12-14⁰C.

Bagaimana cara kerjanya?

Nano zeolit berperan sebagai zat yang menyerap gas etilen. Seperti kita ketahui bersama, gas etilen dikeluarkan oleh sayur dan buah dalam proses pematangan. Gas ini sekaligus juga akan mempercepat proses pematangan buah lainnya. Jadi, lingkungan yang penuh dengan gas etilen akan mempercepat proses pematangan buah.

Nano zeolit diperkirakan cukup murah untuk diproduksi secara massal. Karena bahan dasarnya, yaitu zeolit banyak ditemukan di Indonesia. Zeolit terbaik banyak ditambang di daerah Lampung, Banten, Malang, dan Tasikmalaya. Saat ini harga zeolit hanya berkisar Rp 500,-/kg.

Zeolit memang sudah lama diketahui bisa menyerap gas etilen. Nanoteknologi memungkinkan zeolit untuk dibuat dalam bentuk kemasan. Selain itu, dengan nanoteknologi, efek penyerapan etilen oleh zeolit menjadi berlipat sehingga nano zeolit diyakini lebih efisien dibanding dengan zat penyerap etilen lain yang ada di pasaran saat ini.

Efisiensi nano zeolit ini karena partikel zeolit berbentuk partikel yang berukuran sangat kecil. Ukuran partikel kecil membuat luas permukaan zeolit semakin besar sehingga area persentuhan zeolit dengan gas etilen semakin luas yang pada akhirnya bisa menyerap etilen dengan lebih cepat.

Dengan adanya teknologi ini, pihak Balai berharap bisa membantu menurunkan kehilangan (loss) yang diakibatkan oleh pembusukan buah dan sayur saat distribusi. Teknologi ini cukup sederhana dan bisa diproduksi dengan murah, akan sangat membantu terutama dalam perdagangan antarpulau atau ekspor.

Semoga bermanfaat.

 

Sumber: www.alamtani.com

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *