Hidroponik Bayam dan Kangkung

Bayam dan kangkung yang merupakan sayuran “rakyat” dapat juga dihidroponikkan. Memang jarang orang menghidroponikkan bayam dan kangkung untuk suatu usaha. Namun, bukan berarti tidak ada yang melakukannya. Usaha hidroponik bayam dan kangkung dapat dilakukan dengan lahan yang tak begitu luas. Dengan luasan sekitar 0,25 ha sudah menguntungkan, bila usaha ini dilakukan dengan cermat dan dijaga kualitasnya sehingga harga jual dapat menutupi biaya produksi.

Baik hidroponik bayam maupun kangkung, keduanya tidak memakai persemaian. Hal ini disebabkan umurnya yang pendek atau singkat sehingga bila menggunakan cara persemaian kurang praktis dan efisien (baik tenaga maupun biaya). Namun, penanaman langsung biasanya mempunyai kelemahan, yaitu tanaman yang tumbuh dapat tidak seragam.

Mengingat benih bayam dan kangkung mempunyai ukuran yang berbeda (benih bayam kecil dan benih kangkung besar) maka cara penanamannya ada sedikit perbedaan. Karena benih bayam kecil, cara penanamannya dicampur dengan pasir kering agar penyebarannya merata dan tidak tumpang tindih. Berbeda dengan benih kangkung yang besar, dapat ditanam langsung dalam lubang tanam. Setelah penanaman, perlakuan untuk keduanya sama.

Cara penanaman bayam secara lengkap adalah sebagai berikut.

1. Media di lahan produksi disiram air agar lembap.

12. Dibuat alur-alur sedalam 0,5 cm dengan lebar 10-20 cm, panjangnya sesuai dengan panjang lahan.

2

3. Campurkan benih bayam dan pasir kering dalam satu wadah.

3

4. Campuran benih bayam dan pasir disebarkan dalam alur secara merata.

4

5. Alur yang telah disebari benih ditutup dengan pasir halus sehingga permukaannya rata.

5

6. Permukaan media ditutup dengan plastik transparan untuk menjaga kelembapan sampai benih berkecambah.

6

7. Setelah benih berkecambah, plastik dibuka secara bertahap untuk memberi kesempatan kecambah beradaptasi. Caranya, setiap pagi dan sore hari plastik dibuka, sedangkan pada siang hari plastik ditutup. Lamanya pembukaan plastik dilakukan secara bertahap. Pertama kali hanya dilakukan beberapa saat, kemudian bertambah lama dan akhirnya plastik terbuka terus.

7

Penanaman kangkung dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.

1. Pada media yang telah disediakan, dibuat lubang tanam sedalam 0,5-1 cm dan jarak tanam 5 x 10 cm. Jarak tanam ini dapat lebih rapat lagi.

8

2. Benih kangkung dimasukkan sebanyak 2 biji per lubangnya. Cara selanjutnya sama dengan penanaman bayam (no. 5-7).

9

Pada cara penanaman tersebut ada kemungkinan penutupan media dengan plastik terlalu sukar dilakukan. Bila hal ini terjadi maka selama benih ditanam sampai berkecambah, dilakukan penyiraman hanya dengan air (tidak dicampur nutrien) untuk menjaga kelembapan media. Penyiraman ini dilakukan setiap media menunjukkan gejala kekeringan, yaitu 3-4 kali sehari.

Setelah bibit tumbuh (mempunyai daun sempurna), dapat dilakukan penyiraman dengan air yang mengandung nutrien. Nutrien yang diberikan dapat berupa pupuk urea dengan dosis 1 g/L air. Pemberian pupuk dapat dilakukan secara manual atau dengan gembor. Usahakan pupuk atau nutrien tidak mengenai daun. Hal tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan daun terbakar. Khusus untuk tanaman bayam, penyiraman tidak boleh berlebihan karena akarnya dapat cepat membusuk. Oleh karena itu, tanaman bayam cukup disiram 3-4 kali sehari. Untuk kangkung yang lebih tahan terhadap air, penyiramannya dilakukan 5-6 kali sehari. Frekuensi penyiraman tidak mutlak (kaku) karena penyiraman yang benar seharusnya mempertimbangkan keadaan cuaca (panas terik matahari) dan kelembapan daun.

Penyiraman dilakukan secara rutin sampai tanaman siap dipanen atau berumur sekitar 3-4 minggu. (hp/yhi)

Anda berminat untuk mengikuti pelatihan hidroponik ? Silahkan hubungi 0822-9889-1144 untuk informasi lebih lanjut ?

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selanjutnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *