Daya Simpan dalam Proses Penyimpanan Bibit Jamur Tiram

Daya Simpan dalam Proses Penyimpanan Bibit Jamur Tiram

Teknik penyimpanan bibit perlu dipahami agar bibit terhindar dari kontaminan sehingga menghasilkan bibit yang berkualitas.

Daya Simpan

Kultur murni dan bibit memiliki daya simpan yang beragam. Dengan demikian, waktu penyimpanan harus selalu dikontrol.

a. Kultur Murni

Kultur murni yang ditumbuhkan pada media agar dan media cair, yang disimpan pada suhu ruang hanya bertahan 3-4 minggu. Kultur yang dibiarkan pada suhu ruang akan tumbuh terus sehingga semakin lama semakin menghabiskan nutrien yang ada dalam media. Semakin lama akan mengering medianya sehingga miselium jamur akan kering dan mati. Selain dalam bentuk kultur segar, kultur murni juga bisa disimpan dalam bentuk kering beku. Kultur murni dalam bentuk liofilik atau kering beku dapat disimpan dalam waktu bertahun-tahun. Namun, untuk membuat bentuk liofilik diperlukan peralatan canggih.

Untuk memperlama daya simpan, kultur disimpan di dalam refrigerator atau ruang berpendingin udara. Pada suhu dingin, pertumbuhan miselium akan melambat sehingga nutrisi dalam media tanam lebih awet dan miselium kesegarannya lebih awet. Namun, apabila akan digunakan, harus diletakkan pada suhu ruang terlebih dahulu supaya secara fisiologis menjadi normal kembali. Dengan teknik penyimpanan yang benar, kultur yang disimpan dalam refrigerator akan tahan enam bulan sampai satu tahun. Kultur yang dapat disimpan dalam waktu lama, mempermudah untuk penyediaan  produk kultur. Waktu produksi kultur dapat diatur sedemikian sehingga tenaga bisa efisien.

b. Bibit Dasar, Bibit Pokok, Bibit Sebar

Daya simpan bibit yang ditanam pada biji-bijian akan berbeda dengan bibit yang ditanam pada media tanam bahan lignoselulosa. Sifat biji-bijian yang berbeda menyebabkan daya simpan yang berbeda pula pada bibit yang ditanam pada berbagai jenis biji-bijian. Pada media jagung pecah, daya simpan bibit yang disimpan di suhu ruangan, hanya 1-2 minggu. Pada media tanam yang dibuat dari padi, cantel, dan milet yang disimpan pada suhu ruang, daya simpannya 2-3 minggu. Bibit yang ditanam pada media jerami dan serbuk gergaji, pertumbuhannya memang lebih lambat, tetapi daya simpannya 5-6 minggu setelah penanaman bibit. Untuk memperlama daya simpan, setelah miselium tumbuh merata di seluruh media, bisa disimpan dalam refrigerator atau ruang berpendingin (AC). Daya simpan yang berbeda-beda ini menjadikan masa pakai bibit atau tanggal kedaluwarsa setiap bibit menjadi berbeda. Sebaiknya cara penyimpanan dan tanggal kedaluwarsa dicantumkan di label kemasan.

c. Bibit Semai

Dalam pengusahaan pembuatan bibit semai, setelah miselium dikontrol daya tumbuhnya, bibit semai bisa langsung dijual/dikirim kepada konsumen untuk selanjutnya dipelihara selama 3-4 minggu sampai miselium tumbuh merata atau menghasilkan badan buah. Dengan demikian, sebenarnya daya simpan bibit semai bisa sampai satu bulan. Ini memudahkan saat pengiriman kepada konsumen yang biasanya memerlukan waktu lama.

Konsumen perlu mengetahui waktu/tanggal penanaman bibit sebar. Tanggal tersebut perlu dituliskan pada kemasan baglog. Pencantuman tanggal penting untuk konsumen, yaitu dapat mengetahui waktu yang dibutuhkan untuk melanjutkan inkubasi dan mengecek pertumbuhan miselium. Selain itu, untuk menentukan saat produksi badan buah jamur, yaitu saat membuka penutup kapas atau membuat lubang tempat tumbuhnya badan buah jamur. (ss)

Anda berminat untuk mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram? Silahkan hubungi 0822-9889-1144 untuk informasi lebih lanjut ?

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *