Daarul Quran Bebaskan 1.000 Hektar Lahan Sawit untuk Penghafal Al-Quran

kelapa sawit

15 Jan 2015

MAMUJU – Daarul Quran melakukan pembebasan lahan seluas 1.000 hektar di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Pembebasan lahan ini ditandai dengan penandatanganan Surat Perjanjian Kerja Sama antara Koperasi Koperasi Primer Tani Karya Lestari dan Pesantren Daarul Quran.

Perjanijian kerjasama tersebut ditandatangani oleh Ketua Yasayan Daarul Quran, Ahmad jamil, dan Ketua Koperasi Primer Tani Karya Lestari, Muhammad Idrus Bahar. Penandatanganan tersebut dilakukan pada Kamis (9/1/2015) di hadapan notaris di Mamuju.

Lahan tersebut awalnya dalam pengelolaan Koperasi Primer Tani Karya Lestari. Setelah dibeli, Lahan yang masih ditumbuhi semak-semak dan pepohonan tersebut akan dijadikan perkebunan sawit oleh Daarul Quran.

Dalam Surat Perjanjian tersebut, disebutkan bahwa Pihak Koperasi Primer Tani Karya Lestari bersedia menyediakan dan menyerahkan lahan perkebunan Kelapa Sawit seluas 1.000 hektar kepada Yayasan Daarul Qur’an Indonesia sebagai kawasan usaha, Agribisnis dan Pendidikan. Daarul Quran akan membangun sarana dan prasarana keagamaan di lahan tersebut berupa Rumah Tahfidz Daarul Quran, Masjid, dan sarana pendukung lainnya secara bertahap.

Mengapa Daarul Quran kini ingin menjadi pengelola perkebunan sawit? Perkebunan sawit ini merupakan investasi sosial untuk 6 (Enam) tahun kedepan, hasil dari perkebunan sawit untuk membiayai santri penghafal Al Qur’an.

Perkebunan sawit dianggap prospek sebagai salah satu usaha yang dapat menunjang kegiatan Daaarul Quran, dengan alasan:
1. Indonesia merupakan Negara pengekspor minyak kelapa sawit (CPO) dengan pertumbuhan yang cukup tinggi.
2. Permintaan minyak sawit lebih tinggi dibandingkan minyak lainnya (kedelai)
3. Masyarakat bisa ikut berkontribusi bersedekah produktif karena hasil panen sawit akan memberikan manfaat bagi penghafal Al-Quran.
4. Masa produktif mulai dari tahun ke-3 sampai dengan Tahun 20. (dip)

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *