Penyaluran Donasi untuk Program Peternakan Berbasis Lingkungan, Pohon Kehidupan dan Beras Peduli

Penyaluran Donasi untuk Program Peternakan Berbasis Lingkungan, Pohon Kehidupan dan Beras Peduli

Rabu, 8 Februari 2017 (11 Jumadil ‘Ula 1438 H), Daqu Agrotechno menyalurkan donasi untuk Program Peternakan Berbasis Lingkungan, Pohon Kehidupan dan Beras Peduli yang merupakan amanah dari seorang donatur kepada beberapa warga di Sukabumi. Warga yang mendapatkan manfaat donasi pada penyaluran batch 3 ini berjumlah 10 orang. Adapun data penerima manfaat donasinya sebagai berikut: No. Nama Alamat Program 1 Jajang Sukabumi Peternakan berbasis lingkungan (2 ekor domba betina). 2 Daya Sukabumi Pohon kehidupan (1 bibit tanaman pala). 3 Ismail Sukabumi Pohon kehidupan (1 bibit tanaman pala). 4 Farid Sukabumi Pohon kehidupan (1 bibit tanaman pala). 5 Misbah Sukabumi Beras peduli (2,5 kg beras). 6 Ateng Sukabumi Beras peduli (2,5 kg beras). 7 Emul Sukabumi Beras peduli (2,5 kg beras). 8 Ismail Sukabumi Beras peduli (2,5 kg beras). 9 Farid Sukabumi Beras peduli (2,5 kg beras). 10 Jajang Sukabumi Beras peduli (2,5 kg beras).                         Kami ucapkan terimakasih kepada donatur yang telah ikut berpartisipasi dalam program unggulan kami dan telah mempercayakan amanah kepada kami untuk menyalurkan donasi kepada sasaran. Semoga apa yang telah kita lakukan ini dapat bermanfaat baik untuk sesama maupun untuk diri kita sendiri. Aamiin.....
Perbaikan Gizi Keluarga Yatim dan Dhuafa

Perbaikan Gizi Keluarga Yatim dan Dhuafa

Latar Belakang Seribu Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) yang Menginisiasi Program Perbaikan Gizi untuk Keluarga Dhuafa Indonesia merupakan negeri yang kaya akan sumber daya alam yang melimpah, kita harus bangga telah diciptakan oleh Yang Maha Kuasa sebagai bangsa Indonesia. Negeri Indonesia terletak di daerah khatulistiwa yang mendapatkan nikmat berupa pancaran sinar matahari sepanjang tahun, tidak semua negara mengalami hal yang sama seperti yang dialami Indonesia. Kondisi ini merupakan salah satu hal yang menjadikan alam Indonesia begitu kaya nan elok. Letak geografis Indonesia yang strategis ini didukung oleh potensi alamnya yang menakjubkan seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh sumber daya manusianya. Kenyataannya, hal yang tidak diharapkan terjadi di negeri ini. Berbagai permasalahan muncul silih berganti, mulai dari korupsi, bencana alam, isu politik, hingga perebutan kekuasaan yang samar bak bayangan yang tercipta dari suatu benda yang terkena cahaya temaram. Hal fundamental yang mendasari berbagai permasalahan ini tidak lain adalah masalah gizi karena asupan zat gizi turut memengaruhi perkembangan mental, fisik dan psikologis manusia. Berbagai kebijakan dan upaya telah dilakukan oleh pemerintah dalam mengatasi masalah gizi, namun sampai saat ini Indonesia masih mengalami masalah gizi yang turut memengaruhi timbulnya permasalahan lainnya. Berdasarkan data Riskesdas (2010), sekitar 17.9% anak balita mengalami gizi kurang (underweight), 36% mengalami kependekan (stunting), 5.8% mengalami gizi lebih (overweight). Selain itu, diperkirakan 20 – 40% anak, remaja dan wanita hamil mengalami anemia dan defisiensi berbagai zat gizi mikro lainnya. Indikasi penyebab hal ini adalah pola kebiasaan konsumsi masyarakat Indonesia yang cenderung mengonsumsi pangan hewani, sayur dan buah dalam jumlah sedikit. Berbagai faktor menyebabkan terciptanya pola konsumsi ini di antaranya kebiasaan sejak kecil maupun keterbatasan akses terhadap pangan yang memaksa...
Beras Peduli

Beras Peduli

Latar Belakang Berdasarkan data kemiskinan yang dikeluarkan oleh BPS (2016), angka kemisikinan di Indonesia masih tinggi terutama di pedesaan. Jumlah orang miskin di pedesaan saat ini berjumlah sekitar 17 jutaan. Penduduk miskin yang paling besar jumlahnya adalah yang bekerja pada subsektor tanaman pangan, yakni 62,97 persen dari total penduduk miskin sektor pertanian. Artinya mereka adalah petani padi. Kebutuhan pangan masyarakat miskin di pedesaan sulit terpenuhi. Sebagai petani, mereka menghasilkan beras. Namun beras itu kemudian mereka jual dan hasilnya untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka memilih beras miskin (raskin) yang harganya lebih murah. Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum bisa merasakan nikmatnya ‘nasi bagus’. Istilah ‘nasi bagus’ dimaksudkan untuk nasi yang bergizi dan menyehatkan tubuh, nasi yang berasal dari beras berkualitas baik. Tidak sedikit masyarakat pinggiran yang terbiasa mengonsumsi nasi berkualitas rendah (eg. nasi aking, raskin). Sebatas sudah bisa mengonsumsi nasi aking pun mereka bersyukur karena ada juga keluarga yang tidak bisa mengonsumsi nasi sama sekali karena ketidakmampuan ekonomi. Oleh karena itu Daqu Agrotechno merasa terpanggil untuk menyalurkan beras yang bermutu dan bergizi baik, sehat, serta bebas residu pestisida kepada yatim dan dhuafa di pedesaan serta korban bencana alam di Indonesia. Kami bisa memastikan bahwa beras tersebut sehat karena ditanam dan diawasi langsung di lahan pertanian Daqu Agrotechno di Sukabumi, Jawa Barat. Tujuan Akhir Terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat miskin (yatim dan dhuafa) serta korban bencana alam berupa beras yang sehat dan berkualitas. Tujuan Program Tersalurkannya beras sehat dan berkualitas kepada yatim dan dhuafa serta korban bencana alam untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka. Output adanya donatur yang peduli terhadap kondisi gizi masyarakat miskin di pedesaan sehingga tergerak untuk berbagi dengan mereka; adanya data...

Keutamaan Menyantuni Yatim

Harta merupakan satu tuntutan kebutuhan pokok manusia untuk hidup di setiap tempat. Kemasyhurannya telah menenggelamkan seluruh penjuru dunia. Kedudukan harta sangatlah tinggi di hati manusia, menjadi sesuatu yang sangat dicintai dan berharga bagi mereka. Tapi tahukah Anda bahwa harta bisa menjadi fitnah besar yang melanda manusia ? Firman Allah SWT, “Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. Al-Anfaal [8]: 28) Tentang bahaya fitnah harta ini terhadap umat Islam, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan dalam sabdanya, “Sesungguhnya setiap umat mendapatkan fitnah dan fitnah umat ini adalah harta.” (HR. At-Tirmidzi dalam sunannya kitab Az-Zuhd). Menyikapi hal tersebut, sudah seharusnya manusia khususnya umat Islam bijak dalam mengendalikan kecintaannya terhadap harta dunia. Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta agak merenggangkan keduanya.” (HR. al-Bukhari no. 4998 dan 5659) Berdasarkan hadits tersebut terdapat beberapa faidah di antaranya orang yang menyantuni anak yatim di dunia akan menempati kedudukan yang tinggi di surga dekat dengan kedudukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, arti ‘menanggung anak yatim’ adalah mengurusi dan memperhatikan semua keperluan hidupnya, seperti nafkah (makan dan minum), pakaian, mengasuh, dan mendidiknya dengan pendidikan Islam yang benar. Imam Bukhari mencantumkan hadits tersebut dalam bab keutamaan orang yang mengasuh anak yatim. Hadits ini menunjukkan besarnya keutamaan dan pahala orang yang menyantuni anak yatim. Bagi Anda yang berniat untuk menyantuni anak yatim namun belum tahu siapa yatim yang akan...
Penyaluran Sedekah Beras Sehat untuk Yatim dan Dhuafa di Jonggol

Penyaluran Sedekah Beras Sehat untuk Yatim dan Dhuafa di Jonggol

Selasa, 13 September 2016 (11 Dzulhijjah 1437 H), Daqu Agrotechno kembali menyalurkan sedekah beras sehat kepada yatim dan dhuafa. Penyaluran sedekah beras sehat kali ini dilaksanakan di Jonggol, Bogor, Jawa Barat, Daqu Agrotechno bekerja sama dengan PPPA Bogor dalam pelaksanaannya. Pengemasan beras sehat dilakukan di Kantor Daqu Agrotechno Jl. Kresna Raya no. 56, Bantarjati, Bogor Utara, Kota Bogor. Satu pack terdiri atas 1,5 kg beras. Beras yang sudah di-packing kemudian diantarkan ke Kantor PPPA Bogor menggunakan mobil Daqu Agrotechno untuk disalurkan ke sasaran yang telah ditentukan. PPPA Bogor bertugas sebagai eksekutor kegiatan yaitu menyalurkan langsung sedekah beras sehat kepada sasaran. Sasaran yang mendapatkan manfaat sedekah beras sehat pada penyaluran kali ini berjumlah 300 orang. Adapun nama-nama penerima manfaat sedekah beras sehat sebagai berikut: No. Nama Alamat 1 RT Azam Kp. Cipicung RT 01 No. 08 2 Bapak Ajat Kp. Cipicung RT 01 No. 09 3 Mahdi Kp. Cipicung RT 01 No. 10 4 Hasan Kp. Cipicung RT 01 No. 11 5 Empon Kp. Cipicung RT 01 No. 12 6 Iyun Kp. Cipicung RT 01 No. 13 7 Atef Kp. Cipicung RT 01 No. 14 8 Ruslianto Kp. Cipicung RT 01 No. 15 9 Sarifudin Kp. Cipicung RT 01 No. 16 10 Dayat Kp. Cipicung RT 01 No. 17 11 Ade Kp. Cipicung RT 01 No. 18 12 Irfan Kp. Cipicung RT 01 No. 19 13 Iboy Kp. Cipicung RT 01 No. 20 14 Saepudin Kp. Cipicung RT 01 No. 21 15 Misbah Kp. Cipicung RT 01 No. 22 16 Ahmad Haris Kp. Cipicung RT 01 No. 23 17 Karta Kp. Cipicung RT 01 No. 24 18 Ramdan Kp. Cipicung...
Penyaluran Beras Sehat untuk Yatim dan Dhuafa

Penyaluran Beras Sehat untuk Yatim dan Dhuafa

Rabu, 7 September 2016 (5 Dzulhijjah 1437 H), Daqu Agrotechno menyalurkan sedekah beras sehat yang merupakan amanah dari para donatur kepada beberapa siswa di Semarang. Para siswa yang mendapatkan manfaat sedekah beras sehat merupakan siswa yang tergolong yatim maupun dhuafa berdasarkan catatan dari pihak sekolah. Siswa yang mendapatkan manfaat sedekah beras sehat pada penyaluran batch 1 ini berjumlah 10 orang. Adapun data penerima manfaat sedekahnya sebagai berikut: No. Nama Usia (tahun) Alamat 1 Vicky Ramadhani 8 Semarang 2 Idzam 14 Semarang 3 Arbaum Muawanah 13 Semarang 4 Salsadila Icha 8 Semarang 5 Arini Kinanti 14 Semarang 6 Meila 10 Semarang 7 Aswin Sawammah 15 Semarang 8 Aditya Dwi 14 Semarang 9 Maulana 14 Semarang 10 Rafi 11 Semarang Masing-masing penerima manfaat memperoleh bantuan beras sehat sebanyak 5 kg. Beras sehat yang disalurkan ini merupakan beras sehat yang ditanam langsung secara organik di lahan pertanian Daqu Agrotechno, Ungaran, Jawa Tengah. Sebagaimana yang kita ketahui bersama bahwa 10 hari pertama Dzulhijjah termasuk hari-hari yang mulia yang dikaruniakan Allah untuk kita. “Allah SWT mengaruniakan kepada kita dalam setahun ada hari-hari yang mulia di antaranya 10 hari pertama Dzulhijjah, 10 hari terakhir Ramadhan dan 10 hari pertama Muharram”, demikian kata para ulama. Para ulama menerangkan bahwa amalan di 10 hari pertama Dzulhijjah hanya bisa ditandingi dengan jihad. Alangkah mulia dan berbahagianya apabila kita dapat beramal pada hari-hari tersebut. Ini merupakan momen atau kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan begitu saja oleh orang yang ingin banyak menuai pahala sebagai bekal untuk kehidupan akhirat yang kekal. Kami ucapkan terimakasih kepada para donatur yang telah ikut berpartisipasi dalam salah satu program unggulan kami dan telah mempercayakan...