Cara Menanam Oyong Hingga Panen

Oyong dapat ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi (pegunungan).  Syarat tumbuh tanaman adalah tanahnya cukup mengandung air tetapi tidak menggenang, iklim harus kering dan pH tanah antara 6-7 walaupun tahan hujan. Cara Tanam Oyong dikembangbiakkan dengan biji.  Tanah yang akan ditanami biasanya tidak perlu dicangkul, cukup dibuat tanam ukuran 25 cm dan dalamnya 20 cm.  Akan tetapi, pada lahan yang banyak rumput atau gulma dan alang-alang perlu dicangkul. Jarak antarlubang tanam 50-60 cm dan antarbaris lubang 200 cm.  Setiap lubang diisi pupuk kandang atau kompos matang sebanyak satu kilogram.  Setiap lubang ditanami 2-3 biji oyong, lalu tutup dengan tanah tipis-tipis sekitar 5 cm.  Biji akan tumbuh setelah tujuh hari kemudian. Para-para setinggi 1,5 – 2 m dibuat jika tinggi tanaman mencapai 50 cm, sehingga tanaman dapat dirambatkan.  Setelah berumur 2-4 minggu,  biasanya tanaman mulai berbunga betina yang dapat menjadi buah.  Pemberian pupuk buatan jarang dilakukan.  Meskipun demikian,sebaiknya diberikan pupuk buatan berupa Urea, TSP dan KCI dnegan perbandingan 1 : 2 : 2 sebanyak 20 g tiap tanaman. Pemeliharaan Tanaman Memelihara tanaman oyong dilakukan dengan cara memangkas dan mengurangi daunnya jika tanaman terlalu gemuk.  Hama yang perlu diberantas ialah oteng-oteng (Epilachna sp.) yang sering merusak daun dan bunga oyong.  Pemangkasan dilakukan pada ujung tanaman. Pemanenan Buah oyong pertama kali dapat  dipanen setelah tanaman berumur 1,5 – 2 bulan sejak tanam.  Tanaman yang terawat baik sehat dapat menghasilkan 1,5 kg buah setiap pohon.  Keterlambatan dalam memanen buah akan menyebabkan buah berserat hingga rasanya tidak enak.  Produksi oyong saat ini masih terbatas untuk konsumen lokal.  (HS/FAN). Sumber : Buku “Bertanam Sayuran Buah 20 Sayuran Komersial” Penulis  : Hendro Sunarjono dan Febriani...

Mengenal Sayuran Buah Oyong

Oyong merupakan tanaman merambat yang berbatang panjang dan kuat, batangnya lebih kuat dari labu siam dan dapat mencapai puluhan meter.  Umumnya daunnya lebar berlekuk menjari dengan halus.  Daunnya beraroma segar.  Oyong berakar tunggang serta berakar samping yang kuat dan agak dalam. Tanaman oyong tidak diusahakan secara komersial, tetapi hanya sebagai tanaman sela di pekarangan.  Biasanya oyong ditanam dipinggir-pinggir pagar atau dekat pohon-pohon besar. Oyong (Luffa acutangula L. Roxb) memiliki penampakan yang mirip dengan blustru ( Luffa clilindrica L. Rohm).  Akan tetapi, kedua jenis sayuran tersebut mudah dibedakkan dengan melihat bentuk buahnya. Buah oyong berbentuk bulat panjang  dan berusuk-rusuk (lingir).  Jumlah rusuk yang jelas sebanyak 10 buah.  Jika buah dipotong melintang terlihat seperti roda-roda bergigi.  Sementara itu, bentuk buah blustru (emes) bulat panjang dan tidak mempunyai rusuk.   Jika dipotong melintang, buahnya menyerupai roda tidak bergigi. (HS/FSN). Sumber : Buku “Bertanam Sayuran Buah 20 Sayuran Komersial” Penulis  : Hendro Sunarjono dan Febriani Ai Nurrohmah   Artikel Sebelumnya         : Manfaat dan Cara Bertanam Labu Siam Artikel Selengkapnya      : Bertanam Sayuran Buah...

Manfaat dan Cara Bertanam Labu Siam

Labu siam (Sechium edule Sw.) termasuk tanaman berumur panjang (lebih dari dua tahun) dengan sifat merambat .  Sayuran buah yang memiliki nama lokal gambas (Jawa Barat) dan waluh jipang (Jawa Tengah) ini hampir digemari setiap oramh karena rasanya enak dan dingin.  Selain itu, tanaman ini mengandung vitamin A, vitamin B, dan sedikit vitamin C. Manfaat Buah labu siam dapat disayur atau dilalap masak.  Daun-daun yang masih muda pun dapat di sayur.  Buah labu siam yang telah diiris kecil untuk sayur akan terasa kaku.  Oleh karena itu, labu siam ditambahkan sedikit garam dan diremas – remas dengan tangan agar lemas. Cara Tanam Labu siam dapat ditanami di dataran rendah maupun dataran tinggi .  Tanaman labu siam cocok tumbuh di tempat yang berhawa sejuk dan lembap (pegunungan).  Syarat yang penting agar tanaman tumbuh ialah tanahnya subur,  gembur, pH tanah sebaiknya antara 5-6, dan air cukup tersedia.  Namun, tanah tidak boleh becek.  Waktu tanam yang baik adalah pada akhir musim hujan, tetapi saat musim kemarau pun dapat ditanam asalkan diberi air secukupnya. Labu siam dikembangbiakkan dengan buahnya yang telah tua.  Buah tersebut disimpan terlebih dahulu di tempat yang agak teduh supaya tunasnya tumbuh.  Setelah panjang tunas kira-kira 10-20 cm (berdaun 3-4 helai), bibit tersebut dipindahkan ke kebun. Lubang tanam yang dibuat dengan ukuran 0 cm x 50 cm dan dalam 40 cm.  Jarak antarlubang 3 m dan antarbaris 5 m.  Lubang diisi pupuk kandnag atau kompos matang sebanyak 3-5 kg.  Setiap lubang tanam ditanami satu buah bibit, lalu tutup dengan tanah tipis – tipis sampai rata.  Jika tinggi tanaman sudah mencapai 50 cm, dibuatkan para-para dari bambu dengan tinggi 1,5 – 2m. ...

Pengendalian Penyakit Diare Pada Domba

Penyakit pada domba dikelompokkan menjadi penyakit menular dan penyakit tidak menular.  Beberapa contoh penyakit menular yang kerap menyerang domba adalah penyakit mulut dan kuku, diare, dan kudis.  Sementara penyakit yang tidak menular adalah kembung (bloat). Diare merupakan jenis penyakit yang sering melanda peternakan domba.  Jenis penyakit ini  memang tidak  mematikan, tetapi pada tingkat yang parah, bisa menyebabkan penyusutan bobot badan pada domba yang terserang.  Penyebab diare antara lain bakteri Escherichia coli dan Clostridium perfringens.  Toksin alfa dan beta dan Clostridium perfringens juga sering menjadi pemicu terjadinya serangan diare pada domba.  Domba yang mengalami diare ditandai dengan bentuk fesesnya yang encer.  Pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengobati diare adalah dengan memberi antibiotik dan vitamin. (EP, dkk). Sumber : Buku “Usaha Penggembukkan Domba” Penulis  : Endang Purbowati & Tim Penulis Mitra Tani    ...

Cara Tanam, Pemeliharaan dan Pemanenan Sayur Pare

Tanaman pare cocok ditanam di dataran rendah, seperti di tegalan maupun di pekarangan.  Jika ditanam di dataran tinggi, biasanya buah berukuran kecil dan pertumbuhan buahnya kurang normal. Syaratan tumbuh tanaman antara lain tanahnya gembur, banyak mengandung humus, dan pH antara 5-6.  Tanaman tidak memerlukan banyak sinar matahari sehingga dapat tumbuh di tempat yang agak teduh atau ternaungi.  Waktu tanam yang baik pada awal musim hujan atau awal musim kemarau. Cara Tanam Pare dikembangbiakkan dengan biji.  Jika pare ditanam dengan model para-para, lahan tidak perlu dicangkul, tetapi langsung dibuat lubang asalkan gulmanya tidak banyak.  Lubang tanam dibuat berukuran 30 cm x 20 cm.  Jarak antarlubang diatur 60 cm dan jarak antarbaris 200 cm.  Setiap lubang diisi pupuk kandang atau kompos matang sebanyak 1 kg yang dicampur dengan au kapur.  Setiap lubang ditanmi 2-3 pare.  Biji dapat tumbuh setelah 4-7 hari.  Para-para setinggi 1-1,5 m dibuat jika tinggi tanaman sudah mencapai 50 cm.  Pembuatan para-para dapat pula diganti dengan ajir atau tiang lanjaran. Agar diperoleh hasil yang memuaskan sebaiknya pupuk buatan diberikan pada tanaman.  Pupuk buatan tersebut berupa Urea, TSP, dan KCI dengan perbandingan 1 : 2 : 2 sebanyak 15 g tiap tanaman ( 3 g Urea, 6 g TSP, 6 g KCI).  Pupuk diletakkan di sekeliling tanaman sejauh 10 cm dari batangnya.  Sebaiknya pupuk diberikan saat tanaman berumur satu bulan dan bersamaan dengan penyiangan.  Setelah berumur 1,5 – 2 bulan, tanaman mulai berbunga betina yang biasanya dapat menjadi buah. Pemeliharaan tanaman Perawatan tanaman cukup dengan membuang gulma di sekeliling tanaman dan mencegah buah dari serangan hama.  Pencegahan hama dilakukan dengan pembungkusan buah muda menggunakkan kertas arau daun pisang kering. ...

Mengenal Pare dan Jenisnya

Pare memang punya penampilan tidak elok dan rasanya yang pahit.  Meskipun demikian, pare memiliki khasiat yang baik untuk tubuh dan termasuk tanaman yang mudah ditemui.  Pare juga menjadi salah satu bahan pelengkap dalam menu jajanan siomay. Pare (Momordica charantia L.) termasuk famili Cucurbitaceae.  Tanaman biasa dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai sayuran maupun bahan pengobatan.  Jenis-jenis pare yang terkenal adalah pare putih dan pare hijau. (HS/FAN) Pare Putih Bentuk buah bulat panjang, besar, dan berwarna putih Permukaan kulit buahnya terdapat bintil-bintil seperti jerawat. Jenis inilah yang sangat digemari karena rasanya tidak begitu pahit. Pare Hijau Pare hijau buahnya lonjong, kecil, dan berwarna hijau. Permukaan kulit buahnya berbintil -bintil agak halus dan rasanya pahit. Sumber : Buku “Bertanam Sayuran Buah 20 Sayuran Komersial” Penulis  : Hendro Sunarjono dan Febriani Ai Nurrohmah   Artikel Sebelumnya         : Kandungan Vitamin dan Manfaat Mentimun Artikel Selengkapnya      : Bertanam Sayuran Buah  ...