Pengemasan Media Tanam Jamur Tiram

Pengemasan Media Tanam Jamur Tiram

Media tanam yang sudah jadi, siap dikemas ke dalam kantong plastik tahan panas (PP).  Pemakaian kantong plastik tergantung dari berat yang akan diambil.  Misal berat media 1 kg berarti memakai plastik tahan panas berukuran 30 cm x 20 cm dengan ketebalan 0,5 mm. Media tanam yang sudah dikemas ini dipadatkan dengan memakai alat pengepres.  Hasil pengepresan ini akan mirip seperti log kayu (Baglog). Bagian ujung plastik dipasangi cincin berbahan peralon.  Selanjutnya ditutup dengan kapas dan dipasangi dengan plastik penutup baglog.  Hal ini bertujuan supaya air tak masuk ke dalam baglog ketika proses sterilisasi.  (YIN) Sumber : Buku “Sukses Budidaya Jamur Tiram” Penulis  : Yusnu Iman...
Persiapan Media Tanam Dalam Budidaya Jamur Tiram

Persiapan Media Tanam Dalam Budidaya Jamur Tiram

Yaps, langkah selanjutnya yaitu persiapan media tanam. Dalam Kegiatan ini meliputi formulasi substrat, pembasahan awal, dan pengomposan media. a. Formulasi substrat Bahan-bahan untuk membuat substrat atau media tanam yaitu serbuk kayu ayakan 85-90%, bekatul 10-15%, dan kalsium karb0onat 1-2%. b. Pembasahan awal Lakukan pembasahan awal pada media tanam serbuk kayu sampai merata.  Lalu diberi kalsium karbonat dan diaduk rata. Pengadukan ini sampai memperoleh kadar air 60-70%.  c. Pengomposan Cara pengomposan media dilakukan dengan menumpuk media tanam yang telah dibasahi dengan lebar tumpukan 1-2 m, tinggi 1,5 m, dan panjangnya menurut selera. Lama pengomposan ini memakan waktu 5-7 hari.  Selama pengomposan ini, suhu media akan meningkat sampai 65-70 derajat Celsius.  Lakukan pembalikan media tiap 2-3 hari supaya proses pengomposan merata.  Media tanam yang siap digunakan ditandai dengan warnanya yang berubah kecoklatan atau kehitaman. (YIN). Sumber : Buku “Sukses Budidaya Jamur Tiram” Penulis  : Yusnu Iman...
Pembumbunan Dalam Budidaya Tanaman Mentimun

Pembumbunan Dalam Budidaya Tanaman Mentimun

Kegiatan pembumbunan dilakukan pada bagian tepi bedengan yang terkikis akibat kegiatan pengairan sistem leb.  Kegiatan pembumbunan ini biasanya dilakukan bersamaan dengan penyiangan.  Tanah bedengan yang terkikis hingga akar tanaman terlihat tentu dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Pertumbuhan pada bagian tepi bedengan dilakukan dengan mengambil tanah dari parit lalu timbun pada bagian yang terkikis dan pertumbuhan juga dilakukan pada akar tanaman yang terlihat dipermukaan tanah.  Dengan cara ini selokan tetap terjaga kedalamannya. (W/BS) umber : Buku “BERTANAM MENTIMUN Dimusim Kemarau & Musim Hujan” Penulis  : Warsana, SP., M.Si dan Ir. Budi Samadi   Artikel Sebelumnya        : Tips Cara Penyiraman Budidaya Tanaman Mentimun Artikel Selengkapnya     : Bertanam Mentimun...
Persiapan Bibit Dalam Budidaya Jamur Tiram

Persiapan Bibit Dalam Budidaya Jamur Tiram

Sebelum budidaya jamur tiram dilakukan, persiapkan bibit terlebih dahulu.  Bibit jamur bisa diperoleh dari biakan sendiri atau dengan cara membeli. Bisa pula petani membeli bibit jamur siap semai.  Pastikan bibit jamur yang dibeli sudah memiliki pertumbuhan miselium ke seluruh media tumbuh, ada tidaknya kontaminasi, umur bibit, dan tanggal inokulasinya. Setelah bibit jamur diterima, segera saja diletakkan di ruangan inkubasi yang suhunya diatru sesuai dengan syarat tumbuhnya.  Bila bibit dari hasil sendiri, sebelum bibit disemai, letakkan juga diruangan inkubasi yang suhunya diatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan syarat tumbuh jamur tersebut.  (YIN). Sumber : Buku “Sukses Budidaya Jamur Tiram” Penulis  : Yusnu Iman Nurhakim...
Tips Cara Penyiraman Budidaya Tanaman Mentimun

Tips Cara Penyiraman Budidaya Tanaman Mentimun

Pada awal pertumbuhan, diusahakan keadaan telah cukup basah dengan cara diairi secara rutin 1 – 2 kali sehari trutama penanaman dimusim kemarau.  Penyiraman yang baik dilakukan pada pagi atau sore hari. Pengairan dapat dilakukan dengan sistem leb bila sumber air mencukupi.  Caranya, air disalurkan melalui parit-parit (selokan) sampai menggenangi 2/3 tinggi bedengan dan biarkan merembes kedalam tanah bedengan selama 20 – 30 menit, kemudian air dikeluarkan dari petak kebun melalui saluran drainase (pembuangan) sampai airnya habis. Pada periode pertumbuhan tanaman muda dan dewasa, pengairan dapat dikurangi menjadi 5 – 7 hari sekali tergantung keadaan tanahnya.  Kelebihan air disaat tanaman mentimun berbunga atau berbuah akan megakibatkan bunga dan buah montok.(W/BS). Sumber : Buku “BERTANAM MENTIMUN Dimusim Kemarau & Musim Hujan” Penulis  : Warsana, SP., M.Si dan Ir. Budi Samadi   Artikel Sebelumnya        : Pemasangan Ajir Pada Tanaman Mentimun Artikel Selengkapnya    ...
Sterilisasi Peralatan Dalam Budidaya Jamur Tiram

Sterilisasi Peralatan Dalam Budidaya Jamur Tiram

Sterilisasi peralatan bisa dilakukan dengan cara pemanasan kering maupun basah.  Misalnya saja wadah botol, gelas, logam.  Pemanasan kering dilakukan dengan cara menaruh wadah atau gelas ke dalam oven yang bersuhu tinggi selama jangka waktu tertentu.  Untuk pemasangan kering, wadah atau gelas harus dalam keadaan benar-benar kering sebelum dimasukkan ke oven.  Pasalnya, bila wadah masih dalam kondisi basah bisa mengakibatkan pecah. Pemanasan basah, biasanya dipakai autoklaf pada tekanan 1 atmosfer (atm) dengan suhu dan waktu tertentu.  Angka suhu dan waktu tertentu.  Agak suhu yang dipakai untuk pemanasan biasanya pada suhu 121 derajat Celcius selama 15 menit atau 115 derajat Celscius selama 30 menit. Cara sterilisasi pembakaran biasanya diperuntukkan peralatan yang terbuat dari logam seperti jarum inokulasi, pinset, pisau.  Alat-alat logam itu dipanaskan sampai membara. Untuk wadah gelas yang telah disterilisasi di dalam autoklaf, ketika dipakai, dilakukan sterilisasi lagi di bagian ujung mulut wadah dengan cara pemanasan beberapa saat.  (YIN). Sumber : Buku “Sukses Budidaya Jamur Tiram” Penulis  : Yusnu Iman...