Cara Tanam Tanaman Kara

Tanaman kara dapat tumbuh di dataran rendah maupun dataran tinggi.  Namun, kara yang ditanam di dataran rendah akan tumbuh lebih baik daripada di dataran tinggi.  Buah kara sulit diperoleh dari pasar karena penanamannya hanya sebatas di pekarangan rumah untuk mencukupi kebutuhan sendiri. Beberapa syarat tumbuh tanaman kara adalah tanahnya gembur, air tanah tidak menggenang, iklimnya kering, dan pH tanah antara 5,5 – 6,5.  Akhir musim hujan merupakan waktu tanam yang baik sehingga saat berbuah tepat pada musim kemarau.  Jika tanaman kara ditanam pada musim hujan, daunnya tumbuh lebat, tetapi buahnya sedikit. Cara Tanam Kara dikembangbiakkan dengan biji.  Biji dapat langsung ditanam di kebun.  Untuk penanaman seluas satu hektar diperlukan 20 kg biji kara.  Lahan yang akan digunakan diolah terlebih dahulu dengan cara di cangkul lalu diratakan.  Lubang tanam dibuat dengan menggunakan tugal yang jaraknya 20 – 30 cm dan jarak antarbaris lubang 80 cm.  Setiap lubang ditanami dua biji, lalu ditutup tanah tipis-tipis.  Pupuk kandang atau kompos digunakan sebagai pupuk dasar jika tanahnya tandus.  Namun, jika tanahnya subur atau bekas tanaman sayur, pupuk kandang tidak perlu diberikan. Biji kara tumbuh setelah enam hari ditanam.  Setelah tinggi tanaman mencapai 10 cm, diberi ajir dari bambu untuk tempat membelitnya tanaman.  Tinggi ajir antara 1,5 – 2 m.  Ajir tidak diperlukan jika kara ditanam di pekarangan atau dekat pohon – pohon besarseperti pohon turi dan lamtoro, tanaman cukup dirambatkan pada tanaman besar tersebut atau pagar pekarangan. Pemberian pupuk buatan pada tanaman kara tidak dilakukan.  Akan tetapi, untuk memperoleh hasil yang baik pemberian pupuk buatan berupa Urea dan TSP (1 : 2) sebanyak 6 g/tanaman pun dapat dilakukan. Pupuk diberikan dua minggu sesudah...
Cara Mudah Tanam Kacang Panjang Hingga Panen

Cara Mudah Tanam Kacang Panjang Hingga Panen

Kacang panjang dikembangbiakkan dengan bijinya.   Biji tersebut dapat ditanam langsung di kebun yang telah disiapkan.  Lahan yaqng akan digunakan diolah dengan cara cangkul lalu dibuat bedangan dengan lebar 140 cm dan lebar selokannya 30 cm,  panjangnya tergantung luas lahan.  Jika lahan termasuk tanah tandus harus diberi pupuk kandang atau pupuk kompos sebagai pupuk dasar.  Akan tetapi, jika tanahnya subur atau bekas kebun sayuran, pupuk kandang tidak perlu diberikan. Setiap bedengan dibuat dilubang tanam searah dengan panjang bedengan dengan menggunakan tugal.  Jarak antarlubang tersebut 30 cm, sedangkan jarak antarbaris 70 cm sehingga setiap bedengan ada dua baris tanaman.  Setiap lubang ditanami dua biji kacang panjang, lalu ditutup dengan tanah tipis-tipis.  Biji-biji dapat tumbuh setelah kurang lebih lima hari ditanam. Ajir yang terbuat dari bambu setinggi dua meter  dibuat jika tinggi tanaman sudah mencapai 25 cm.  Ajir diperlukan oleh tanaman kacang panjang sebagai tempat membelit.  Sepanjang barisan tanaman ajir yang berhadapan diikatkan menjadi satu pada ujungnya dengan tali supaya tidak roboh. Pupuk buatan diletakkan di kanan-kiri tanaman sejauh 5 cm dari lubang tanam dan diberikan sebanyak dua kali.  Pupuk buatan yang diberikan berupa Urea, TSP, dan KCI dengan perbandingan 1 : 3 : 1 atau sebanyak 80 kg Urea, 240 kg TSP dan 80 kg KCI tiap hektar.  Pupuk pertama kali diberikan bersamaan waktu tanam sebanyak 30 kg Urea, 240 kg TSP, dan 80 kg KCI.  Pemupukan kedua sebanyak 50 kg Urea pada umur 2-3 minggu kemudian. Pemanenan Polong biasanya dapat dipanen pertama kali umur 2 – 2,5 bulan.  Pemanenan selanjutnya seminggu sekali dan dapat berlangsung selama 3,5 – 4 bulan.  Buah kacang tunggak dan kacang uci dipanen setelah tua (kering),...
Mengenal Kacang Panjang dan Jenisnya

Mengenal Kacang Panjang dan Jenisnya

Kacang panjang (Vigna sinensis L. Savi ex Hass) merupakan tanaman sayuran famili Leguminosa.  Kacang panjang memiliki nilai ekonomi tinggi karena dijadikan bahan pangan.  Di Indonesia, tanaman kacang panjang sudah lama dikenal dan ditanam oleh petani.  Penanaman umumnya hanya dilakukan di tegalan dan pematang sawah sebagai tanaman selingan. Jenis Ada dua golongan kacang panjang yang mempunyai perbedaan menyolok, yaitu kacang panjang (membelit) dan kacang panjang tolo (tidak membelit).  Kacang panjang tidak membelit tidak membutuhkan lanjaran karena buahnya terkumpul di bawah dekat tanah. Jenis kacang panjang tanpa lanjaran ini  merupakan bastar (hibrida).  Kacang panjang ini dicirikan dengan daunnya berbulu halus dan polongnya halus lemas karena tidak begitu berserat. Golongan kacang panjang terdiri atas tiga tipe, yaitu kacang lanjaran biasa, kacang usus, dan kacang busitao.  Sementara itu, golongan kacang panjang yang tidak membelit ialah kacang tolo.  Tanaman kacang polo tidak butuh lanjaran.  Tipe yang termasuk dalam kacang tolo, yaitu kacang tolo (Vigna unguiculata) atau kacang tunggak dan kacang uci yang dikenal dengan nama kacang endel. (HS/FAN).   Sumber : Buku “Bertanam Sayuran Buah 20 Sayuran Komersial” Penulis  : Hendro Sunarjono dan Febriani Ai Nurrohmah   Artikel Sebelumnya         : Manfaat Oyong Artikel Selengkapnya      : Bertanam Sayuran...

Manfaat Oyong

Buah oyong berkhasiat untuk membersihkan darah.  Selain berguna untuk obat, buah oyong dan blustru enak disatur lodeh.  Daunnya masih muda (pucuknya0 dapat disayur.   Sementara itu, kulit buah blustru yang telah kering  (loeva) baik sekali untuk spons penggosok tempat cucian, atau mencuci piring (alat dapur).  (HS/FAN). Sumber : Buku “Bertanam Sayuran Buah 20 Sayuran Komersial” Penulis  : Hendro Sunarjono dan Febriani Ai Nurrohmah   Artikel Sebelumnya         : Mengenal Sayuran Buah Oyong Artikel Selengkapnya      : Bertanam Sayuran Buah...

Cara Menanam Oyong Hingga Panen

Oyong dapat ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi (pegunungan).  Syarat tumbuh tanaman adalah tanahnya cukup mengandung air tetapi tidak menggenang, iklim harus kering dan pH tanah antara 6-7 walaupun tahan hujan. Cara Tanam Oyong dikembangbiakkan dengan biji.  Tanah yang akan ditanami biasanya tidak perlu dicangkul, cukup dibuat tanam ukuran 25 cm dan dalamnya 20 cm.  Akan tetapi, pada lahan yang banyak rumput atau gulma dan alang-alang perlu dicangkul. Jarak antarlubang tanam 50-60 cm dan antarbaris lubang 200 cm.  Setiap lubang diisi pupuk kandang atau kompos matang sebanyak satu kilogram.  Setiap lubang ditanami 2-3 biji oyong, lalu tutup dengan tanah tipis-tipis sekitar 5 cm.  Biji akan tumbuh setelah tujuh hari kemudian. Para-para setinggi 1,5 – 2 m dibuat jika tinggi tanaman mencapai 50 cm, sehingga tanaman dapat dirambatkan.  Setelah berumur 2-4 minggu,  biasanya tanaman mulai berbunga betina yang dapat menjadi buah.  Pemberian pupuk buatan jarang dilakukan.  Meskipun demikian,sebaiknya diberikan pupuk buatan berupa Urea, TSP dan KCI dnegan perbandingan 1 : 2 : 2 sebanyak 20 g tiap tanaman. Pemeliharaan Tanaman Memelihara tanaman oyong dilakukan dengan cara memangkas dan mengurangi daunnya jika tanaman terlalu gemuk.  Hama yang perlu diberantas ialah oteng-oteng (Epilachna sp.) yang sering merusak daun dan bunga oyong.  Pemangkasan dilakukan pada ujung tanaman. Pemanenan Buah oyong pertama kali dapat  dipanen setelah tanaman berumur 1,5 – 2 bulan sejak tanam.  Tanaman yang terawat baik sehat dapat menghasilkan 1,5 kg buah setiap pohon.  Keterlambatan dalam memanen buah akan menyebabkan buah berserat hingga rasanya tidak enak.  Produksi oyong saat ini masih terbatas untuk konsumen lokal.  (HS/FAN). Sumber : Buku “Bertanam Sayuran Buah 20 Sayuran Komersial” Penulis  : Hendro Sunarjono dan Febriani...

Mengenal Sayuran Buah Oyong

Oyong merupakan tanaman merambat yang berbatang panjang dan kuat, batangnya lebih kuat dari labu siam dan dapat mencapai puluhan meter.  Umumnya daunnya lebar berlekuk menjari dengan halus.  Daunnya beraroma segar.  Oyong berakar tunggang serta berakar samping yang kuat dan agak dalam. Tanaman oyong tidak diusahakan secara komersial, tetapi hanya sebagai tanaman sela di pekarangan.  Biasanya oyong ditanam dipinggir-pinggir pagar atau dekat pohon-pohon besar. Oyong (Luffa acutangula L. Roxb) memiliki penampakan yang mirip dengan blustru ( Luffa clilindrica L. Rohm).  Akan tetapi, kedua jenis sayuran tersebut mudah dibedakkan dengan melihat bentuk buahnya. Buah oyong berbentuk bulat panjang  dan berusuk-rusuk (lingir).  Jumlah rusuk yang jelas sebanyak 10 buah.  Jika buah dipotong melintang terlihat seperti roda-roda bergigi.  Sementara itu, bentuk buah blustru (emes) bulat panjang dan tidak mempunyai rusuk.   Jika dipotong melintang, buahnya menyerupai roda tidak bergigi. (HS/FSN). Sumber : Buku “Bertanam Sayuran Buah 20 Sayuran Komersial” Penulis  : Hendro Sunarjono dan Febriani Ai Nurrohmah   Artikel Sebelumnya         : Manfaat dan Cara Bertanam Labu Siam Artikel Selengkapnya      : Bertanam Sayuran Buah...