Pestisida Nabati Mampu Mengusir Hama Pada Tanaman Hidroponik

Hama merupakan saslah satu tantangan dalam budi daya hidroponik. Penggunaan pestisida kimiawi tidak disarankan pada budi daya hidroponik,karena berdampak buruk bagi pertumbuhan tanaman dan berbahaya bagi manusia yang mengonsumsinya.  Karena itu, gunakan pestisida yang terbuat dari bahan-bahan alami, tetapi tetap ampuh untuk membasmi hama. Bahan-bahan yang dapat digunakan untuk membuat pestisida nabati, seperti bawang putih, daun pepaya, daun sirsak, dan tembakau. Kandungan senyawa  pada bawang putih efektif untuk mengendalikan beberapa hama. Sementara itu, daun pepaya mengandung bahan aktif ppain, sehingga efektif untuk mengendalikan ulat dan hama pengisap. Daun sirsak mengandung bahan aktif annonain  dan resin yang efektif mengendalikan hama thrips.  Sementara itu, daun tembakau mengandung bahan aktif nikotin yang efektif mengendalikan hama penghisap....

Tips Pemeliharaan Tanaman Hidroponik

Penambahan Nutrisi Pemeliharaan utama pada sistem hidroponik adalah penambahan larutan nutrisi, sehingga tanaman mendapatkan nutrisi secara mencukupi.  Penambahan larutan nutrisi bisa dilakukan ketika larutan nutrisi di bak penampung sudah berkurang.  Penambahan larutan nutrisi juga bisa dilakukan ketika kadar ppm larutan nutrisi di bak penampungan sudah menurun, terutama pada saat cuaca terik. Kadar nutrisi pada tanaman harus senantiasa sesuai dengan jenis dan umur tanaman.  Kekurangan atau kelebihan nutrisi akan menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh dengan maksimal.  Berdasarkan tanaman tidak dapat tumbuh dengan maksimal.  Berdasarkan pengalaman penulis, terdapat toleransi kadar larutan nutrisi sebesar 50 ppm (baik kurang ataupun lebih) yang tidak berpengaruh  signifikan terhadap pertumbuhan tanaman. Pemberian Aerator Pada hidroponik sistem rakit apung dan sumbu sederhana yang tidak menggunakan pompa air, sebaiknya sistem dilengkapi dengan aerator (pembuang gelembung air pada akuarium).  Penggunaan aerator dapat mengurai nutrisi yang mengendap dan akar mendapatkan asupan oksigen terlarut dalam kadar yang cukup.  Selain itu, aerator juga dapat mencegah nyamuk meletakkan telurnya, karena nyamuk biasanya senang bersarang pada air yang tenang.  Apabila tidak memiliki aerator, larutan nutrisi dapat diaduk perlahan menggunakan tangan atau gayung minimun sekali dalam sehari. Pemangkasan Daun, Batang, dan Pemotongan Akar Sayuran yang ditanam pada sistem hidroponik sebagian besar dipanen dalam waktu singkat, seperti jenis sayuran daun, sehingga tidak diperlukan pemangkasan daun ataupun batang.  Namun, sebagian jenis tanaman, terutama sayuran buah seperti cabai, dapat dipelihara dalam jangka waktu cukup lama, sehingga diperlukan perawatan pemangkasan daun, batang, dan akar.  Pemangkasan memiliki manfaat yang tak kalah penting untuk menunjang pertumbuhan tanaman.  Berikut manfaat dari pemangkasan daun, batang, dan akar. Pemangkasan daun dan batang, yaitu memotong tunas air tanaman agar tidak boros nutrisi. Pemangkasan daun dan...

Perawatan Peralatan Hidroponik Setelah Panen

Untuk menjaga peralatan tetap dalam kondisi bersih, terawat dan tahan lama, sebaiknya cuci bersih peralatan setelah memanen.  Selain untuk menjaga kebersihan peralatan, langkah tersebut dilakukan juga untuk memutus rantai bibit hama ataupun penyakit. Berikut tahapan perawatan peralatan hidroponik: Lepaskan instalasi hidroponik Bersihkan peralatan dan media tanam yang dapat digunakan berulang, seperti hidroton. Caranya, siram hidroton dengan air agar bersih dari sisa – sisa tanaman dan nutrisi. Keompokkan peralatan sesuai jenisnya agar memudahkan pembudidaya saat proses pencucian, misalkan buat kelompok netpot, kelompok paralon, dan kelompok peralatan lainnya. Cuci peralatan menggunakan sabun cuci piring (food grade) yang dilarutkan dalam air bersih. Cuci hingga bersih menggunakan spon atau kain, lalu bilas dengan air bersih. Jemur peralatan atau angin-anginkan hingga kering, lalu simpan. Diamkan peralatan selama 3-7 hari sebelum digunakan...

Cara Pemanenan Ikan Lele

Kehati-hatian harus dilakukan ketika melakukan proses pemanenan ikan lele.  Pada saat ikan lele dipanen  haruslah dilakukan disortasi terlebih dahulu.  Fungsinya disortasi adalah untuk memisahkan lele berdasarkan ukurannya. Pemisahan ukuran ini berdampak pada harga ikan lele itu sendiri. Ikan lele yang sudah disortasi berdasarkan ukuran akan meningkatkan pendapatan bagi para pembudidaya.  Hal penting yang harus dilakukan oleh para pembudidaya ikan lele, yaitu memperhatikan kondisi ikan lele yang mudah susut bobotnya apabila stress, maka dari itu diperlukan perlakuan yang baik saat panen.  Berikut merupakan cara panen yang baik. Melakukan penyortiran ikan lele seminggu sebelum panen Ikan lele yang dipanen memiliki ukuran yang sudah sesuai untuk di panen, yang kemudian dipisahkan pada kolam khusus. Memberi pakan seperti biasa agar ikan lele tidak stress. Menyusutkan air di dalam kolam sebelum dipanen. Air disusutkan kurang lebih seukuran betis atau lebih rendah. Pindahkan lele secara tepat ke bak penampungan. Bak penampungan dan pengangkutan terbuat dari bahan yang keras dan tidak mudah penyok, supaya tidak terlalu berpengaruh pada lele saat dipindahkan. Sehari sebelum panen, sebaiknya ikan lele tidak diberi pakan agar tidak buang kotoran saat diangkut....

Mengenal dan Membuat Pupuk Biopestisida

Hingga saat ini, masyarakat berpendapat bahwa sayuran organik selalu berpenampilan kurang baik atau tidak mulus.  Misalnya, rusak daun akibat bekas gigitan hama menandakan pada daun sayuran tidak mengandung pestisida. Hal tersebut merupakan fakta perbedaan sayuran organik dan sayuran non-organik. Berbeda dengan sayuran organik, sayuran non-organik yang menggunakan pestisida biasanya kondisi daunnya selalu bagus, mulus, tidak sobek.  Pasalnya hama seperti ualat tidak menyukai daun yang sudah diberi pestisida. Selain digunakan untuk pertumbuhan tanaman, pupuk organik cair juga dapat dijadikan biopestisida.  Misalnya, gulma yang selama ini dianggap sebagai pengganggu tanaman-daun kirinyu- dapat dijadikan biopestisida.  Kirinyu mengandung pyrrolizidine alkaloid yang bersifat racun lambung bagi organ pencernaan hama. Cara mengaplikasikan biopestisida dengan menyemprotkan ekstrak daun kirinyu pada tanaman sehingga hama khususnya ulat akan mati setelah 2-3 hari. Selain sebagai biopestisida, kirinyu mengandung fitohormon seperti giberelin, auksin, dan sitokinin.  Informasi ini cukup menggembirakan bagi petani sayuran khususnya sawi dan pecinta tanaman hias.  Pasalnya, ekstrak kirinyu yang disemprotkan pada sawi membuat penampilan sawi menjadi terlihat segar.  Selain itu, menurut Prof. Nurhajati Hakim (2003) menjelaskan bahwa ekstrak kirinyu ternyata mampu mengurangi setengah dosis pupuk kimia tanpa mengurangi hasil panen. Berdasarkan penelitian lanjutan, kirinyu merupakan tanaman multiguna yang berperan sebagai bioinsektisida, herbisida alami, dan pupuk organik.  Selain itu, kirinyu memiliki daya bunuh yang ampuh terhadap ulat.  Kehebatan kirinyu ini nyatanya berperan dalam pertanian organik hingga sebagai obat penyembuh luka bagi manusia. Kirinyu lebih dikenal di Pulau Jawa dengan naman babanjaran. Kirinyu sangat mudah terdekomposisi karena daunnya banyak mengandung air.  Hasil riset menjelaskan bahwa permukaan daun kirinyu banyak terdapat mikroorganisme dari kelompok mycobacterium. Tabel Komposisi unsur hara kirinyu Cara Membuat Biopestisida Cair Organik Bahan : 2 Kg pucuk...

Membuat Compost Tea (Esktrak Kompos)

Compost tea tidak berkaitan dengan teh yang dikonsumsi di waktu luang, tetapi ada kemiripan dalam proses pembuatannya.  Perbedaannya, penyeduhan minuman teh menggunakan air panas. Namun, jika ingin membuat compost tea justru tidak boleh menggunakan air panas karena berisiko membunuh mikroorganisme.  Compost tea merupakan kompos yang diekstrak dari kompos padat menjadi bentuk cair.  Karena kaya unsur hara, ekstrak kompos atau  compost tea dapat berperan sebagai sumber nutrisi dan pestisida alami untuk memberantas hama, kutu, dan beberapa penyakit tanaman. Cara pembuatan compost tea  sangat sederhana sehingga setiap orang pasti dapat melakukannya.  Bahan baku kompos yang digunakan dalam pembuatan compost tea  harus berupa kompos yang sudah matang.  Ciri kompos yang sudah matang bisa diperiksa dengan cara mengepalkan kompos di telapak tangan sekuat mungkin.  Kompos yang sudah matang akan terasa sejuk dan saat kepalan tangan dibuka, kompos tidak menggumpal. Efek penggunaan  compost tea  pada tanaman sanagat luar biasa, khususnya untuk perakaran tanaman biasanya akan menjadi bongsor.  Penggunaan  compost tea juga untuk menghindari efek plasmaolosis. Plasmaolosis merupakan dampak negatif penggunaan kompos yang belum matang.  Secara alami, mikroorganisme atau bakteri pengurai akan mengambil nitrogen dari tanah di sekitar akar. Plasmaolosis akan merusak tanaman terlebih saat nitrogen yang diambil mikroorganisme ternyata berasal dari sel tanaman.  Gejala plasmaolosis dapat dilihat dari pinggiran daun yang terlihat menguning dan terlihat terbakar (sunburn) hingga akhirnya rontok.  Para petani menyebut peristiwa ini akibat “penggunaan pupuk panas”. Bahan dan Alat 5 liter air bersih 1 liter kompos 4 sdm gula merah atau gula pasir atau molase Alat pengaduk Ember kapasitas 20 liter Penyaring kompos, dapat berupa kaos kaki bekas atau kain kaos yang diikat   Cara Membuat Campurkan seluruh bahan. Masukkan kompos,...