Pengendalian Penyakit Diare Pada Domba

Penyakit pada domba dikelompokkan menjadi penyakit menular dan penyakit tidak menular.  Beberapa contoh penyakit menular yang kerap menyerang domba adalah penyakit mulut dan kuku, diare, dan kudis.  Sementara penyakit yang tidak menular adalah kembung (bloat). Diare merupakan jenis penyakit yang sering melanda peternakan domba.  Jenis penyakit ini  memang tidak  mematikan, tetapi pada tingkat yang parah, bisa menyebabkan penyusutan bobot badan pada domba yang terserang.  Penyebab diare antara lain bakteri Escherichia coli dan Clostridium perfringens.  Toksin alfa dan beta dan Clostridium perfringens juga sering menjadi pemicu terjadinya serangan diare pada domba.  Domba yang mengalami diare ditandai dengan bentuk fesesnya yang encer.  Pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengobati diare adalah dengan memberi antibiotik dan vitamin. (EP, dkk). Sumber : Buku “Usaha Penggembukkan Domba” Penulis  : Endang Purbowati & Tim Penulis Mitra Tani    ...

Cara Tanam, Pemeliharaan dan Pemanenan Sayur Pare

Tanaman pare cocok ditanam di dataran rendah, seperti di tegalan maupun di pekarangan.  Jika ditanam di dataran tinggi, biasanya buah berukuran kecil dan pertumbuhan buahnya kurang normal. Syaratan tumbuh tanaman antara lain tanahnya gembur, banyak mengandung humus, dan pH antara 5-6.  Tanaman tidak memerlukan banyak sinar matahari sehingga dapat tumbuh di tempat yang agak teduh atau ternaungi.  Waktu tanam yang baik pada awal musim hujan atau awal musim kemarau. Cara Tanam Pare dikembangbiakkan dengan biji.  Jika pare ditanam dengan model para-para, lahan tidak perlu dicangkul, tetapi langsung dibuat lubang asalkan gulmanya tidak banyak.  Lubang tanam dibuat berukuran 30 cm x 20 cm.  Jarak antarlubang diatur 60 cm dan jarak antarbaris 200 cm.  Setiap lubang diisi pupuk kandang atau kompos matang sebanyak 1 kg yang dicampur dengan au kapur.  Setiap lubang ditanmi 2-3 pare.  Biji dapat tumbuh setelah 4-7 hari.  Para-para setinggi 1-1,5 m dibuat jika tinggi tanaman sudah mencapai 50 cm.  Pembuatan para-para dapat pula diganti dengan ajir atau tiang lanjaran. Agar diperoleh hasil yang memuaskan sebaiknya pupuk buatan diberikan pada tanaman.  Pupuk buatan tersebut berupa Urea, TSP, dan KCI dengan perbandingan 1 : 2 : 2 sebanyak 15 g tiap tanaman ( 3 g Urea, 6 g TSP, 6 g KCI).  Pupuk diletakkan di sekeliling tanaman sejauh 10 cm dari batangnya.  Sebaiknya pupuk diberikan saat tanaman berumur satu bulan dan bersamaan dengan penyiangan.  Setelah berumur 1,5 – 2 bulan, tanaman mulai berbunga betina yang biasanya dapat menjadi buah. Pemeliharaan tanaman Perawatan tanaman cukup dengan membuang gulma di sekeliling tanaman dan mencegah buah dari serangan hama.  Pencegahan hama dilakukan dengan pembungkusan buah muda menggunakkan kertas arau daun pisang kering. ...

Mengenal Pare dan Jenisnya

Pare memang punya penampilan tidak elok dan rasanya yang pahit.  Meskipun demikian, pare memiliki khasiat yang baik untuk tubuh dan termasuk tanaman yang mudah ditemui.  Pare juga menjadi salah satu bahan pelengkap dalam menu jajanan siomay. Pare (Momordica charantia L.) termasuk famili Cucurbitaceae.  Tanaman biasa dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai sayuran maupun bahan pengobatan.  Jenis-jenis pare yang terkenal adalah pare putih dan pare hijau. (HS/FAN) Pare Putih Bentuk buah bulat panjang, besar, dan berwarna putih Permukaan kulit buahnya terdapat bintil-bintil seperti jerawat. Jenis inilah yang sangat digemari karena rasanya tidak begitu pahit. Pare Hijau Pare hijau buahnya lonjong, kecil, dan berwarna hijau. Permukaan kulit buahnya berbintil -bintil agak halus dan rasanya pahit. Sumber : Buku “Bertanam Sayuran Buah 20 Sayuran Komersial” Penulis  : Hendro Sunarjono dan Febriani Ai Nurrohmah   Artikel Sebelumnya         : Kandungan Vitamin dan Manfaat Mentimun Artikel Selengkapnya      : Bertanam Sayuran Buah  ...

Cara Meracik Akar Pepaya Sebagai Obat

Mengobati gigitan ular berbisa Siapkan 10 gram akar pepaya kering, potong menjadi ukuran yang lebih kecil.  Tambahkan irisan 1 gram bawang putih. Rebus keduanya dalam 100 ml air selama ± 15 menit.  Setelah mendidih, saring airnya.  Bila volume air tenyata kurang dari 75 ml, tambahkan air matang.  Minum sebanyak 3 kali sehari, tiap kali minum sebanyak 25 ml. Mengatasi gangguan saluran kencing Ambil 3 potong akar pepaya kering.  Rebus bersama 1 liter air hingga mendidih.  Saring dan minum dengan dosis sehari sekali sebanyak  ½ gelas. Mencegah risiko batu ginjal serta radang ginjal Siapkan 30 akar pepaya.  Rebus dengan 800 cc air, sisakan 450 cc, saring dan dinginkan.  Setelaha dingin, campurkan madu secukupnya.  Minum 3 kali sehari masing-msing sebanyak 159 cc. Mengatasi cacingan Siapkan 1 gram akar pepaya dan 1 gram bawnag putih.  Iris akar pepaya dan bawang tipis-tipis.  Rebus bersama 100 ml air selama 15 menit, sisakan 75 ml.  Minum sehari 3 kali, masing-masing sebanyak 25 ml. Sebagai minuman penyegar Ambil 2 potongakar pepaya dan 1 lembar daun pepaya.  Tumbuk kedua bahan hingga halus.  Rebus bersama 1 liter air sampai mendidih lalau saring.  Campurkan madu atau jahe secukupnya agar rasanya lebih segar. Mengatasi rematik Siapkan 30 gram akar pepaya, 20 gram daun jeruk nipis, 15 gram sambiloto segar, 20 gram daun ketepeng cina, 30 gram daun sirih segar, serta 5 buah cabai, rawit.  Haluskan semua bahan dan rendam dalam alkohol 75% selama 7 hari.  Setelah 7 hari, peras dan saring airnya.  Gunakan air perasan untuk menggosok/mengurut bagian yang sakit sebanyak 2-3 kali sehari.  (fg).   Catatan : Ramuan akar pepaya tidak boleh diberikan pada wanita yang tengah hamil karena...

Khasiat Akar Pepaya

Habitat asli tanaman pepaya adalah di hutan tropis.  Namun, tanaman ini sering dipelihara di pekarangan rumah karena hampir setipa orang menyukai buah pepaya.  Tanaman ini pun cocok tumbuh dimana saja, baik daerah tropis, subtropis, daerah basah, daerah kering, bahkan di pegunungan sekalipun.  Selain buahnya yang berasa manis, ternyata hampir seluruh bagian dari tanaman pepaya ini mengandung khasiat bagi kesehatan.  Namun, kali ini hanya mengulas khasiat akar pepaya yang belum dketahui semua orang manfaatnya. Pepaya yang bernama ilmiah Carica papaya L  ini berasal dari Meksiko bagian selatan dan Amerika Utara.  Tanaman pepaya adalah tanaman yang tidak mengenal musim,  berbuah sepanjang tahun.  Di Negara kita, tanaman pepaya hampir menyebar di seluruh bagian wilayah Indonesia. Kandungan Kimia Akar Pepaya Akar pepaya mengandung senyawa kimopapain, papain, fitokinase, kalsium maleat, asam malat, karpain, serta glikosida sianogenik.  Karena ada kandungan senyawa glikosida sianogenik, penggunaanakar pepaya harus dengan hati-hati, terutama yang masih berbentuk akar segar. Senyawa glikosida sianogenik  bisa menyebabkan terjadinya keracunan sianin karena akar pepaya juga mengandung lateks yang sifatnya embriolitik  sehingga tidak aman bila digunakanoleh wanita hamil. Khasiat Akar Pepaya Akar pepaya memberikan efek farmakologi sebagai obat cacing, obat penyakit ginjal, peningkat volume urine, mengobati gigitan ular berbisa, serta bisa mengobati rematik.  Sebelum digunakan, akar pepaya sebaiknya dikeringkan. (fg).   Sumber                : Buku “Tanaman Ajaib” Penulis                 : Fitri Gendrowati   Artikel Sebelumnya : Tanaman Obat yang Memanfaatkan Bagian Daun...

Manfaat Daun Bayam Duri

Bayam duri sebenarnya memiliki rasa dan manfaat yang sama dengan bayam sayur yang dibudidayakan di pertanian.  Namun, karena habitatnya biasanya tumbuh liar di sekitar pekarangan maupun sawah, bayam duri sering dilirik sebelah mata.  Bayam duri memiliki nama ilmiah Amaranthus spinosus. Kandungan Kimia Daun Bayam Duri Selain zat besi, daun bayam duri juga mengandung beberapa senyawa penting, diantaranya amarantin, rutin, spinastrol, hentriakontan, tanin, kalium nitrat, kalsium oksalat, garam fosfat, serta beberapa vitamin, diantaranya vitamin A, C, dan K. Khasiat Daun Batam Duri Daun bayam duri memiliki karakteristik rasa yang manis, pahit, serta menyejukkan.  Khasiatnya adalah sebagai zat antipiretik (penurun demam), diuretik (peluruh air kencing), peluru haid, ekspektoran (meluruhkan dahak), antitoksik (penawar racun), menghilangkan bengkak, membersihkan darah, serta pelancar ASI. Cara Meracik Daun Bayam Duri Sebagai Obat Mengatasi Bisul Siapkan daun bayam duri secukupnya, tumbuk halus.  Campurkan sedikit madu.  Gunakan untuk menutupi bisul.  Agara tidak terjadi infeksi, balut dengan perban. Ganti sebanyak 2 kali sehari. Mengatasi Wasir Rebus 1 genggam daun bayam duri segar.  Gunakan uap rebusan untuk menguapi dan mencuci wasir. Mengatasi Radang Saluran Pernafasan Ambil ¼ bagian genggam daun bayam duri segar, cuci bersih.  Tumbuk halus dan tambahkan 3 sendok makan air matang serta sedikit garam.  Peras dan saring. Minum airnya sebanyak 2 kali sehari. Menurunkan demam Tumbuk daun bayam duri segar.  Tambahkan sedikit air.  Tempelkan pada dahi sebagai kompres. Menambah Darah Untuk dewasa : Siapkan 2 genggaman daun bayam duri segar, cuci hingga bersih.  Tumbuk dan tambahkan 1 gelas air matang, saring kemudian masukkan telur ayam kampung dan aduk rata.  Minum secara rutin seminggu sekali. Untuk bayi  : Siapkan daun bayam duri secukupnya, cuci hingga bersih.  Tumbuk hingga...