Budidaya Tanaman Pak Choy dan Sawi

Syarat Tumbuh Setiap jenis tanaman memilik syarat-syarat tertentu untuk dapat tumbuh dan berkembang secara baik.  Persyaratan tumbuh ini sangat penting untuk diketahui agar tanaman yang diusahakan dapat berproduksi optimal.  Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap perkembangan tanaman adalah iklim dan tanah. Syarat Iklim Pak choy dan sawi merupakan tanaman sayuran sub tropis, tetapi dengan kemajuan teknologi tanaman sawi dan pak choy sudah banyak ditanam di daerah tropis (panas).  Kondisi iklim yang cocok untuk pertumbuhan tanaman pak choy dan sawi adalah daerah yang berhawa dingin dengan suhu antara 150 C – 200 C dan penyinaran matahari antara 10 – 13 jam perhari. Budidaya tanaman sawi dan pak choy, pada umumnya ditanam di dataran rendah karena sawi lebih toleran terhadap suhu panas.  Tanaman sawi ini lebih mudah berbunga dan menghasilkan biji sehingga banyak petani yang menggunakan bijinya untuk penanaman berikutnya. Pada pertumbuhannya, tanaman pak choy dan sawi sangat membutuhkan sinar matahari sebagai sumber energi untuk pembentukan gula melalui proses fotosintesis, perkembangan daun dan pembungaan.  Tanaman yang kurang mendapatkan sinar matahari, pertumbuhannya akan lambat.  Oleh karena itu, tanaman ini lebih baik ditanam dilahan terbuka terutama untuk tanaman sawi. Syarat Tanah Tanaman Pak choy dan sawi dapat ditanam pada berbagai jenis tanah, namun kondisi tanah yang paling cocok untuk tanaman pak choy dan sawi adalah tanah yang subur, gembur dan banyak mengandung bahan organik dan sistem irigasi yang baik.  Pada tanah yang kurang subur perlu diberikan penambahan pupuk organik lebih banyak dan penambahan pupuk buatan yang mengandung unsur hara makro dan unsur hara mikro.  Pada tanah liat, pemberian pupuk kandang dapat melonggarkan susunan tanah sehingga tanah lebih gembur.  Dengan demikian akar-akar lebih mudah masuk...

VARIETAS SAWI DAN PAK CHOY

Sawi dan pak choy mempunyai banyak varietas, baik varietas lokal maupun varietas yang berasal dari luar negeri (varietas introduksi).  Beberapa varietas hibrida yang telah beredar di pasaran yang berasal dari luar negeri, diantaranya berasal dari Taiwan, Korea, Jepang, Thailand dan Amerika (USA). Di Indonesia, masyarakat tani banyak menanam sawi jenis hibrida daripada sawi non hibrida.  Hal ini dikarenakan varietas sawi (caisim) memiliki beberapa keunggulan anatara lain adalah produksinya tinggi, pertumbuhan tanaman cepat dan kuat, memiliki daun yang berkualitas lebih baik (tekstur halus, renyah, dan rasa lebih enak), umur panen lebih pendek (genjah), dan tahan terhadap beberapa hama dan penyakit. Adapun varietas-varietas unggul yang menguntungkan untuk dibudidayakan adalah sebagai berikut: Gardena (Caisim) Pertumbuhan tanaman tegak dan produktif.  Bentuk daunnya oval lebar dengan tangkai daun besar Panjang.  Daun varietas ini luas daya adaptasinya, sehingga dapat di tanam di daerah terbuka dengan ketinggian antara 100 m – 1000 m dpl ( di atas permukaan laut ). Tanaman varietas Gardena dapat dipanen pada umur 30 – 35 HST (Hari Setelah Tanam) dan potensi produksinya sekitar 20 – 26 ton/hektar. Tosakan (Caisim) Pertumbuhan tanaman tegak, produktif, dan tanaman tidak cepat berbunga.  Daunnya berbentuk oval agak bulat, tebal, dan agak berserat.  Daun dan tangkai daunnya berwarna hijau muda.  Tanaman tosakan ini memiliki daya adaptasi cukup luas, hingga bisa ditanam mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi (10 m – 700 m dpl).  Panen dapat dilakukan pada umur 30 – 35 hari HST dan potensi produksinya bisa mencapai 20 – 25 ton/hektar. Varietas F1 Regency Pertumbuhan tanamannya seragam dan tinggi tanaman bisa mencapai 41 cm.  Tanaman jenis ini tidak mudah keluar bunga dan kualitas daunnya baik...

Cara Tepat Memasarkan Jamur Tiram

  Jamur tiram memiliki pangsa pasar yang luas karena telah dikenal masyarakat luas, meskipun sebelum tahun 1990-an sayuran ini masih sangat ekslusif, baik jumlahnya maupun kalangan yang mengonsumsinya.  Pada tahap itu semua jamur tiram yang ada di Indonesia berasal dari negara Asia lain.  Harga produk ini masih sangat mahal dan hanya sedikit kalangan yang mampu (dan mungkin juga mau) mengonsumsinya.  Tahap ini berlangsung hingga tahun 1980-an. Kemudian konsumen jamur tiram mulai meningkat meskipun terbatas pada kalangan tertentu.  Kebanyakan konsumen jamur tiram adalah masyarakat Tionghoa.  Beberapa pembudidaya mulai menanam jamur tiram untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, namun jumlah pembudidaya ini masih sangat sedikit.  Fase ini berlangsung antara awal 1980-an sampai pertengahan 1990-an. Saat ini, jamur tiram sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia dan mulai dibudidayakan.  Namun demikian, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum pernah mengonsumsi jamur dan menganggapnya sebagai sayuran mahal. Jika masyarakat kita benar- benar menerima jamur tiram sebagai sayuran favorit, atau tingkat konsumsi jamur tiram mampu bersanding dengan sayuran lain seperti kangkong, bayam, kubis, dan kacang Panjang, produksi jamur tiram dapat dilakukan secara massal. Bagi Anda yang baru akan mulai membudidayakan jamur tiram, tidak perlu khawatir mengenai lokasi atau tempat memasarkan jamur tiram produksi Anda.  Setidaknya, jamur tiram dapat dipasarkan mulai dari pasar tradisional hingga pasar modern.   Pedagang pengumpul ( pengepul ) Sasaran yang paling mudah untuk memasarkan jamur tiram adalah pengepul.  Biasanya, pengepul berkeliling dari satu tempat ke tempat lain untuk mendapatkan komoditas tertentu.  Kelebihan berbisnis dengan pengepul adalah praktis, tidak memerlukan transportasi karena pengepul datang sendiri, dan pengepul membeli dalam partai besar.  Kelemahannya pada umumnya terletak pada faktor harga. Pengepul seringkali membeli dengan harga yang...

Resep Masak Kripik dari Jamur Tiram

Jamur tiram sebenarnya dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan, seperti sop, oseng, pepes, sayur asam jamur tiram, dan sayur lodeh jamur tiram.  Namun dalam artikel ini, yang dibahas adalah pengolahan jamur tiram untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk tujuan usaha yang mudah dilakukan.  Untuk itu, Kami akan menampilkan berbagai macam bentuk olahan jamur tiram seperti tersebut dibawah ini: Kripik Jamur Kripik jamur tiram merupakan makanan yang ditujukan untuk cemilan.  Jamur tiram yang dibuat kripik tahan hingga 2 bulan.  Kripik jamur tiram memang belum banyak dikenal masyarakat, namun potensi untuk popular sangat tinggi.  Berikut cara pembuatan kripik jamur tiram:   Bahan: Jamur tiram 1 kg Bawang putih 10 siung Ketumbar 2 sendok Pala 2 biji Garam 3 sendok makan Tepung roti ¼ kg Air ½ gelas   Langkah-langkah pembuatan: Jamur tiram dipisahkan satu sama lain. Bagian paling bawah dari rumpun dipotong dan dibuang.  Jamur dicuci bersih kemudian ditiriskan. Bawang putih, ketumbar, pala, dan garam dihaluskan, kemudian diencerkan dengan air ½ gelas. Aduk hingga benar-benar merata. Campurkan bumbu dengan jamur tiram, aduk hinga semua jamur tiram terbumbui. Biarkan selama 30 menit agar bumbu meresap. Siapkan tepung roti. Keluarkan jamur tiram kemudian guling-gulingkan pada tepung roti. Goreng jamur dengan minyak yang mendidih hingga kering. Tiriskan dan tempatkan pada tempat tertutup. Selamat mencoba, semoga masakan kripik jamurnya enak.(w/kd)...

Penanganan Panen Jamur Tiram

  Jamur tiram mulai panen sekitar 1,5 bulan dari pertama kali tanam (inokulasi).  Setelah itu, jamur tiram dapat dipanen hingga 10 kali dengan selang waktu 7 – 10 hari.  Pemanenan jamur tiram sedikit berbeda dengan pemanenan jenis tanaman lain.  Jamur tidak dipilih yang berukuran besar saja, namun satu rumpun jamur dicabut seluruhnya,  baik besar maupun kecil.  Karena pemanenan dilakukan keseluruhan, maka pemanenan harus dilakukan dengan tepat. Hal-hal yang diperhatikan dalam pemanenan jamur tiram: Pemanenan dilakukan apabila jamur telah berumur 7-10 hari sejak pertama kali tumbuh. Ukuran jamur sudah cukup besar, setidaknya ada 1-3 jamur yang telah berukuran 5-10 cm dalam satu rumpun. Pencabutan rumpun jamur dilakukan secara keseluruhan hingga akar-akarnya.  Tidak boleh meninggalkan sedikitpun busuk bagian jamur karena dapat membusuk dan mengganggu jamur generasi selanjutnya. Setelah dicabut, media dikorek dan dibuang sedikit.  Tujuannya untuk menghilangkan sisa rumpun yang telah dipanen, serta memperbarui media untuk generasi selanjutnya. Pemanenan  sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk menjaga kesegaran.  Jamur yang dipanen segera diolah atau disimpan secara khusus. Cara dan waktu pemanenan jamur tiram terkait dengan teknis budi daya.  Pemanenan yang keliru akan membuat pertumbuhan generasi selanjutnya terhambat.  Selain itu, pemanenan jamur sebaiknya bertahap sesuai jumlah yang dibutuhkan pasar.  Pengaturan masa panen dan tanam (inokulasi) lebih menguntungkan pembudidaya karena jamur tersedia sepanjang waktu dan risiko kerugian akibat kerusakan lebih...
Kesalahan Teknis Budidaya Jamur Tiram

Kesalahan Teknis Budidaya Jamur Tiram

Penyebab kegagalan dalam budi daya jamur tiram seringkali datang dari faktor pembudidaya sendiri.  Ketelitian, kecermatan, dan sterilisasi  menjadi kunci dalam budi daya jamur tiram. Faktor pengalaman tidak menjamin pembudidaya terhindar dari kesalahan teknis budi daya. Pembelajaran dari pengalamanlah yang penting.  Berikut beberapa kesalahan dalam teknis budi daya jamur tiram. Peralatan Tidak Stabil Budi daya jamur tiram rentan dengan kontaminan, terutama yang berasal dari mikroba dan jamur.  Di awal sudah dijelaskan mengenai keharusan melakukan sterilisasi pada setiap pekerjaan, terutama peralatan yang digunakan.  Terkadang, pembudidaya mengabaikan sterilisasi dan ingin serbapraktis dan cepat.  Akibatnya, muncul berbagai gangguan yang berasal dari bakteri, virus dan cendawan/jamur lain. Baglog Tidak disterilkan Salah satu tahap budi daya yang penting adalah mensterilkan baglog dengan cara memasaknya.  Tahap ini memang membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit.  Banyak pula pembudidaya melewatkan proses ini. Pada awalnya, peniadaan proses sterilisasi baglog memang tampak tidak bermasalah.  Namun apabila di kemudian hari, akan muncul serangan penyakit yang serius akibat kelalaian ini. Lantai Rumah Jamur Becek Lantai rumah jamur becek akibat penyiraman yang berlebihan juga merupakan suatu kesalahan teknis budi daya.  Memang tanaman jamur tiram membutuhkan kondisi sejuk dan lembap.  Namun apabila kondisi rumah jamur becek dan banyak air tergenang, justru akan merangsang munculnya jamur-juamur jenis lain yang mengganggu pertumbuhan jamur tiram, baik menyerang secara langsung maupun menghambat penyerapan unsur harta. Botol Bibit Tidak Ditutup Rapat Pekerjaan yang mudah namun sering dilupakan.  Botol bibit yang tidak ditutup rapat akan mendatangkan masalah tersendiri.  Di udara, banyak sekali kontaminan berupa spora jamur dan bakteri yang siap masuk dan mengganggu bibit jamur tiram.  Sebagian besar penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan jamur tiram masuk melalui bibit...