Mengenal Akuaponik

Sistem teknologi budi daya akuaponik menggabungkan antara budi daya perikanan dan tanaman dalam satu wadah. Teknologi terapan hemat lahan dan air ini dapat dijadikan sebagai suatu model budidaya perkotaan. Akuaponik merupakan teknik menanam tanaman dengan mengoptimalkan air yang bersumber dari kolam pemeliharaan ikan.  Teknologi pemeliharaan ini menerapkan prinsip re-sirkulasi air.  Artinya, air terus menerus mengalir  dari kolam ke media tumbuh tanaman dan sebaliknya, dari media tumbuh tanaman ke kolam ikan.  Media tanam selain sebagai tempat tumbuh tanaman, juga berfungsi sebagai filter sehingga kualitas air yang dialirkan kembali ke kolam menjadi lebih baik. (rhp/tqd) Artikel Sebelumnya : Mengenal Vertikultur Gantung dan Vertikultur Bertingkat / Susun (Klik Selengkapnya)...

Mengenal Vertikultur Gantung dan Vertikultur Bertingkat / Susun

A.  Vertikultur Gantung / Tempel Vertikultur gantung atau tempel adalah wadah pemeliharaan sayuran yang digantung atau ditempel di dinding dengan menggunakan tali/kawat.  Teknik bertanam dengan cara ini biasanya menggunakan talang air.  Untuk media tanam dan teknikk pemeliharaannya sama dengan teknik bertanam di pot.  Jenis tanaman sayuran yang cocok antara lain kangkung, bayam, sawi, pakcoy, dan seledri.   B.  Vertikultur Bertingkat / Susun Pembuatan teknik ini dengan cara menyusun wadah pemeliharaan secara berjenjang ke atas menggunakan kaki dan rangka penopang.  Bahan atau kerangkanya bisa menggunakan kayu, bambu, atau besi dan talang air.  Jenis sayuran yang umumnya ditanam dalam teknik ini, seperti selada, pakcoy, kangkung, bayam dan caisim.  Penanaman, pemeliharaan, dan pemanennya pun sama dengan teknik bertanam di pot/polibag. (rhp/tqd). Artikel Sebelumnya : Mengenal dan Cara Membuat Vertikultur Berdiri (Klik Selengkapnya)...

Mengenal dan Cara Membuat Vertikultur Berdiri

Disebut vertikultur berdiri karena wadah yang digunakan untuk menanam sayuran dalam keadaan berdiri di atas tanah.  Wadah yang digunakan maupun cara pemeliharaannya sama dengan penanaman di pot.  Selain pipa pvc, teknik bertanam ini juga bisa diterapkan pada bambu berdiameter besar (bambu betung) dengan terlebih dahulu membuang pembatas ruasnya.  Sebagai contoh dipaparkan cara membuat vertikultur berdiri dengan menggunakan pipa pvc sebagai berikut : Buat tanda lubang pada paralon minimal 20 cm dari batas bawah dalam satu baris dengan jarak 20 cm pada paralon. Buat tanda lubang tanam baris lainnya dengan lubang awal ditambah 10 cm, sedangkan jarak tanda antarlubang dalam satu baris tetap 20 cm. Lubangi tanda pada paralon tersebut dengan pengebor dengan diameter lubang sekitar 3 cm. Buat lubang tanam sedalam 30 cm, lalu masukkan pipa paralon tersebut, lalu timbun dengan tanah atau cor dengan semen di pinggir pipa. Masukkan media tanam ke dalam pipa sampai batas atas pipa. Tanam bibit semai dalam lubang tanam. Lakukan perawatan hingga panen seperti penanaman sayuran dalam pot. Selamat mencoba, semoga berhasil . (rhp/tqd)   Artikel Sebelumnya : Mengenal Vertikultur (Klik Selengkapnya) Artikel Selanjutnya  : Mengenal Vertikultur dan Vertikultur Bertingkat (Klik...
Mengenal Vertikultur

Mengenal Vertikultur

bahasa, istilah vertikultur berasal dari kata  vertical  dan  culture . Artinya, budi daya tanaman secara vertikal dengan menggunakan sistem bertingkat.  Tanaman pun akan tampil memikat dengan berderet secara vertikal.  Teknih ini merupakan salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan budi daya di lahan sempit, seperti pekarangan.  Hasilnya pun akan berlipat karena populasinya lebih banyak dibandingkan teknik budi daya lainnya di lahan datar berkat adanya sistem bertingkat.  Selain itu, posisi tanaman dapat dipindahkan sesuai kebutuhan, terutama penanaman pada paralon, talang, bambu, atau karung.  Keuntungan lain teknik penanaman tersebut, di antaranya hemat lahan, air, dan pupuk . Ada banyak jenis kombinasi dari teknik bertanam secara vertikultur.  Secara umum ada yang disebut vertikultur berdiri, vertikultur gantung/tempel, dan vertikultur bertingkat.  Mungkin sekilas bercocok tanam secara vertikultur terlihat rumit, tetapi sebenarnya cukup sederhana.  Bahan-bahan yang digunakan mudah ditemukan sehingga dapat diterapkan oleh ibu-ibu rumah tangga. Pupuk diberikan berupa larutan yang merupakan campuran beberapa macam pupuk baku melalui sebar atau aliran sirkulasi dengan pompa mesin atau gaya berat dari menara air.  Saat ini, larutan pupuk baku (makro dan mikro), sudah dijual di toko sarana tani dengan nama ‘nutrisi’.  (rhp/tqd).   Artikel Sebelumnya : Pemeliharaan Tanaman di Pot / Polibag (Klik...

Masa Panen Tanaman Hidroponik

Bayam bisa langsung dicabut segera setelah ia tumbuh cukup besar (kira-kira berumur 3 minggu atau 21 hari).  Kangkung bisa dipanen setelah 3-4 minggu dengan memangkas batang beserta daunnya yang masih muda.  Sayuran ini bisa dipanen berkali-kali setelah tumbuh tunas baru.  Jika dibiarkan tumbuh , kangkung akan membentuk tunas baru untuk pemanenan selanjutnya.  Dengan demikian, kangkung bisa menghasilkan terus-menerus  dengan hanya sekali penanaman.  Cabai juga bisa dipanen berkali-kali.  Pemanenan dilakukan seminggu sekali setelah panen pertama sampai akhirnya tanaman tidak mampu berproduksi lagi karena terlalu tua.  Jika demikian, tanaman ini bisa diganti dengan bibit yang baru lagi. Selada, sawi dan seledri dipanenmulai umur 2 bulan setelah tanam. Caranya dengan mencabut tanaman beserta akarnya atau memotong bagian di atas tanah.  Adapun bawang merah dan bawang putih dipanen setelah 60% daun-daunnya kering dan pangkalnya lemas.  Umur bawang tersebut sekitar 2,5 bulan dengan cara mencabut tanaman tersebut.  Bawang daun dipanen dengan cara dicabut seluruh rumpun-rumpunnya saat berumur 2 bulan setelah tanam.  Pemanenan bawang daun yang terlambat menyebabkan rasanya menjadi ‘liat’. TABEL UMUR PANEN SAYURAN (rhp/tqd) Artikel Seebelumnya : Pemeliharaan Tanaman di Pot / Polibag (Klik...
Pemeliharaan Tanaman di Pot / Polibag

Pemeliharaan Tanaman di Pot / Polibag

Tanaman sayur memerlukan pemeliharaan agar tumbuh optimal, seperti pemasangan ajir, penyiraman, dan pemupukan. Berikut beberapa langkah dalam pemeliharaan tanaman : 1 Pemasangan Ajir Tanaman yang merambat dan yang lemah batangnya, seperti tomat, terung dan cabai memerlukan ajir (bilah bambu) yang dapat membantu menegakkan tanaman.  Sayuran seperti mentimun juga mutlak memerlukan ajir karena tanaman ini tumbuh merambat.  Ajir dapat mulai diberikan pada tanaman yang sudah berumur 3-4 minggu.  Ajir bisa dibuat dari kayu atau bambu, bisa juga dari rafia yang diikatkan pada tali gantungan. 2 Penyiraman Tanaman sayur membutuhkan air untuk pertumbuhannya.  Penyiraman dilakukan dengan hati-hati agar tanaman  tidak rusak, baik batang maupun daunnya.  Frekuensi penyiraman dua kali sehari, yaitu  pagi dan sore hari.  Jangan lakukan penyiraman di siang hari karena dapat menimbulkan kelayuan pada tanaman 3 Pemupukan Pemupukan tanaman sayuran yang ditanam di pekarangan bisa menggunakan pupuk organik dan anorganik.  Kini, banyak tersedia pupuk organik  yang beredar dipasaran.  Dosis dan cara penggunaannya disesuaikan dengan kemasan pupuk tersebut. 4 Penjarangan Untuk penanaman koloni, tanaman sayur perlu penjarangan.  Tujuannya agar tanaman yang ditinggalkan mendapatkan unsur hara secara optimal.  Umumnya penjarangan dilakukan saat tanaman berumur 3-4 minggu.  Tnaaman yang dijarangkan dipindahkan ke pot yang sudah disiapkan sebelumnya. (rph/tqd)   Artikel Sebelumnya : Cara Penanaman Tanaman di Pot / Polibag (Klik...