Calon Pengusaha Jamur Tiram dari Bogor Ikut Pelatihan di Ciloto

CIANJUR, (DAT).- Daqu Agrotechno kembali melakukan salah satu program unggulannya, yaitu Pelatihan Budidaya Jamur tiram, pada Senin, 23 April 2018 di Ciloto, Puncak – Jawa Barat. Pelatihan budidaya jamur tiram merupakan program yang bertujuan agar para peserta selain belajar teori juga bisa mempraktekannya secara langsung di lahan Pusat Pelatihan dan Pengembangan Jamur Tiram (P3JT). Program ini tidak lain merupakan bentuk aktualisasi dari visi Daqu Agrotechno yaitu mewujudkan usaha pertanian berkelanjutan bersama masyarakat yang berorientasi pada social entrepreneurship. Peserta pelatihan kali ini berasal dari Tajur, Bogor, yang tak jauh dari lokasi pelatihan, sehingga acara pelatihan bisa dimulai pada pukul 08.00 WIB. Acara ini dibuka langsung pemateri yang sudah kompeten di bidangya, bapak Nanda Erlangga. Beliau merupakan Manager Litbang Teknologi Pertanian Daqu Agrotechno. Penyampaian materi sangat seimbang antara teori dengan praktek .  Beberapa teori yang dipelajari diantaranya basic budidaya jamur tiram, penanganan pasca panen, setelah itu praktek  packing baglog (media tanam) jamur tiram, inokulasi bibit ke dalam baglog, kemudian langsung observasi lapang atau pengenalan tempat kerja dilanjutkan praktek mengemas baglog di lapang dan inokulasi (memasukkan / menanam bibit ke dalam baglog) serta pembuatan F2. Di sisi lain, peserta menikmati suasana alam daerah Ciloto yang asri nan menyejukkan, sehingga membuat suasana pelatihan semakin nyaman. Berikut ini testimoni yang diberikan peserta setelah mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram bersama Daqu Agrotechno, “Materi disampaikan dengan jelas, baik materi teori dan materi praktek budi daya jamur. Saran saya ditambahkan materi pendukung budi daya seperti ukuran rak, bahan rak dll. Overall saya puas, karena ada konsultasi pasca pelatihan. Terima kasih”   Berikut dokumentasi kegiatan Pelatihan Budidaya Jamur Tiram( Senin, 23 April 2014). Peserta terlibat langsung untuk mempraktikan pembuatan Baglog jamur tiram...

Pelatihan Budidaya Jamur Tiram Menguntungkan

CIANJUR, (DAT).- Tepatnya hari Sabtu dan Minggu (17-18 Maret 2018) DAQU Agrotechno  memberikan pelatihan budidaya jamur tiram kepada peserta yang bertempat di Pusat Pelatihan dan Pengembangan Jamur Tiram (P3JT) Daqu Agrotechno, Puncak, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pelatihan budidaya jamur tiram merupakan pelatihan yang dirancang agar para peserta bisa belajar sekaligus praktek budidaya jamur tiram secara bertahap, sehingga peserta bisa membudidayakan jamur tiram dengan baik dan benar. Pelatihan ini dipandu langsung oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten (lulusan Institut Pertanian Bogor dan praktisi jamur tiram yang sudah berpengalaman), Nanda Erlangga, S.P., M.M. (Manager Teknologi Pertanian Daqu Agrotechno Indonesia). Pelatihan ini dilakukan selama 2 hari.  Hari pertama diisi dengan penyampaian materi dasar budidaya jamur tiram, pengemasan baglog, inokulasi, dasar pembibitan serta praktek langsung pembuatan media tanam jamur tiram(baglog), praktek inokulasi di lapangan, dan juga observasi kumbung). Pada saat penyampaian materi diisi juga dengan pemaparan mengenai analisa usaha jamur tiram untuk melihat potensi pasarnya (di awal penjelasan). Hari kedua diisi dengan praktek langsung panen jamur, pembuatan PDA (F0) diselingi penjelasan mengenai cara pemilihan indukan, praktek pembuatan F1 dan F2, serta latihan inkubasi F0. Secara umum, program ini bertujuan agar para peserta mampu memahami dan menguasai teknik budidaya jamur tiram, mulai dari mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan jamur tiram, mengetahui dan mempraktekkan secara langsung cara pembuatan media tanam, packing baglog, pembibitan, pembuatan kumbung, inokulasi, perawatan, dan penanganan pasca panen serta mengatahui potensi pasar jamur, serta analisa bisnis budidaya jamur tiram. Selain itu, peserta diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan dan menjadi mitra dari Daqu Agrotechno sebagai inti plasma. Pelatihan kali ini tidak menginap di hotel (Sama seperti pelatihan sebelumnya),...

Pengelolaan Ternak oleh Mitra di Ciloto: Program Peternakan Berbasis Lingkungan

Pengelolaan Ternak oleh Mitra di Ciloto: Program Peternakan Berbasis LingkunganCiloto, Cianjur, (27/02) sejumlah 34… Dikirim oleh Daqu Agrotechno pada 4 Maret 2018   Ciloto, Cianjur, (27/02) sejumlah 34 ekor domba ternak didatangkan dari Sukabumi ke P3JT Daqu Agrotechno. Domba-domba ternak ini akan digemukkan oleh petani mitra di kandang pusat budi daya hewan ternak Ciloto, Cianjur, Jawa Barat. Penggemukan hewan ternak oleh mitra di Ciloto ini merupakan salah satu perluasan kegiatan Program Peternakan Berbasis Lingkungan yang berpusat di Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat. Program Peternakan Berbasis Lingkungan mulai kembali dilaksanakan pada Rabu, 31 Januari 2018 (14 Jumadil ‘Ula 1439 H) di Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat. Kegiatan yang meliputi pemberian pakan hingga pemeliharaan kesehatan ternak dilakukan oleh mitra, Daqu Agrotechno hanya menyediakan bakalan domba yang akan digemukkan. Sejumlah 20 ekor domba dipelihara di kandang hewan ternak yang berlokasi di area P3JT Daqu Agrotechno, sedangkan 14 ekor domba lainnya dipelihara di kandang mitra. Jumlah mitra pada program ini adalah 6 orang. Pak Wasman, salah seorang mitra ternak yang turut memelihara domba ternak ini mengaku senang dapat berpartisipasi dalam program ini. Pak Wasman kerap ngarit (mencari rumput) untuk dijadikan pakan domba ternak. Menurut penuturan bapak dua anak ini, selain rumput, sisa sayuran yang dihasilkan di lahan pertanian P3JT juga dapat dijadikan pakan domba. Dengan demikian, kegiatan ini menerapkan sistem pertanian berkelanjutan yang menggunakan prinsip ekologi. Nantinya, hasil kotoran ternak pun bisa dimanfaatkan kembali menjadi pupuk tanaman, begitu seterusnya. Banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari program ini. Beberapa keuntungan yang diperoleh di antaranya keuntungan ekonomi maupun lingkungan yang meliputi sosial dan ekonomi. Dari segi ekonomi, hewan ternak ini dapat dijual terutama menjelang Hari Raya Idul Adha...
Budaya Kerja Islami Daqu Agrotechno

Budaya Kerja Islami Daqu Agrotechno

Lahan pertanian yang diolah oleh Daqu Agrotechno tersebar di beberapa tempat, di antaranya di Ciloto dan Cugenang yang termasuk wilayah Cianjur, selain itu ada juga di Jambi dan Semarang, Jawa Tengah. Berikut ini kami sajikan mengenai budaya kerja islami Daqu Agrotechno khususnya di Ciloto, Cianjur, Jawa Barat, yang berlandaskan Daqu Method. Nilai-nilai Daqu Method yang ditanamkan kepada pegawai, di antaranya: Shalat berjamaah & jaga hati, jaga sikap Tahajjud, dhuha & qabliyah ba’diyah Menghafal & tadabbur Al-Qur’an Sedekah & puasa sunnah Belajar & mengajar Doa, mendoakan & minta didoakan Ikhlas, sabar, syukur & ridho   Aktivitas kerja dimulai pukul 07.00 WIB dengan melaksanakan sholat dhuha dan dzikir pagi bersama. Aktivitas tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menjemput rezeki serta keberkahan dari Allah subhaanahu wa ta’ala. Usai melaksanakan ibadah sholat dhuha bersama, para pegawai kembali ke aktivitas masing-masing, mulai dari pembuatan baglog jamur, panen jamur, pembuatan bakso, dan nugget jamur. Selain itu, ada aktivitas di kebun seperti penyiangan rumput, juga panen sayur yang kemudian menjadi bahan logistik untuk dikirimkan ke Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an Ketapang dan Cikarang sebagai bahan makanan. Kegiatan tersebut berlangsung sampai waktu istirahat tiba yaitu pukul 12.00 WIB. Para pegawai diperbolehkan beristirahat dan makan di rumah masing-masing setelah melaksanakan ibadah sholat dzuhur berjamaah di saung tahfidz. Hal tersebut juga merupakan bagian dari Daqu Method yaitu untuk mendawamkan sholat berjamaah. Aktivitas kerja dilanjutkan kembali pukul 13.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB, ditutup dengan sholat ashar berjamaah. Pada hari Jumat ada aktivitas tambahan yaitu kajian keislaman dan pertanian yang dilaksanakan setelah sholat dhuha bersama, hal ini dimaksudkan sebagai sarana bertukar ilmu dan pengalaman di antara pegawai Daqu Agrotechno di Ciloto, Cianjur,...
Ratusan Domba Siap Digemukkan Oleh Petani Sukabumi: Program Peternakan Berbasis Lingkungan

Ratusan Domba Siap Digemukkan Oleh Petani Sukabumi: Program Peternakan Berbasis Lingkungan

Program peternakan berbasis lingkungan merupakan salah satu program andalan Daqu Agrotechno. Program ini mulai dilaksanakan kembali pada Rabu, 31 Januari 2018 (14 Jumadil ‘Ula 1439 H). Pelaksanaan program dimulai H-7 bulan Idul Adha setiap tahunnya karena mengikuti siklus Idul Adha. Program ini merupakan bagian dari aktivitas pertanian berkelanjutan. Pertanian berkelanjutan adalah gerakan pertanian yang menggunakan prinsip ekologi. Pertanian berkelanjutan didefinisikan sebagai sebuah sistem terintegrasi antara praktek produksi tanaman dan hewan dalam sebuah lokasi dan dalam jangka panjang. Dalam hal ini mengintegrasikannya dengan aktivitas pertanian ramah lingkungan berupa padi dan sayuran. Secara kalimat sederhana, tidak ada yang terbuang dalam program ini. Hasil kotoran ternak pun bisa dimanfaatkan kembali menjadi pupuk tanaman. Hasil tanaman yang belum layak dijual bisa menjadi makanan ternak, begitu seterusnya. Selain itu, program peternakan berbasis lingkungan merupakan program yang diselenggarakan oleh Daqu Agrotechno sebagai upaya menambah pendapatan petani melalui kegiatan usaha ternak komunitas. Sekitar 500 ekor domba akan dimitrakan dengan petani binaan. Petani-petani binaan ini merupakan petani kecil yang berada di sekitar area pembudidayaan hewan ternak, Kadudampit, Sukabumi, Jawa Barat. Petani tidak mengeluarkan modal berupa uang sama sekali. Modal petani adalah tenaga yang digunakan untuk merawat dan memelihara domba-domba tersebut. Program ini memiliki tujuan untuk menyejahterakan kehidupan para petani binaan. Sistem bagi hasil yang digunakan adalah 2:5 (Daqu Agrotechno:petani binaan), artinya petani binaan akan mendapatkan sekitar 70% bagian dari hasil ternak ini. Selain itu, petani binaan juga memperoleh keuntungan lainnya yaitu ilmu mengenai budi daya hewan ternak yang baik terutama budi daya ternak yang berbasis pertanian berkelanjutan. Daqu Agrotechno bekerja sama dengan Qurban Istimewa Daarul Qur’an (Quis Daqu) dalam hal pemasaran domba. Seluruh domba hasil penggemukkan ini...
Pelatihan Budi Daya Jamur Tiram di P3JT pada 24-25 Oktober 2017

Pelatihan Budi Daya Jamur Tiram di P3JT pada 24-25 Oktober 2017

Selasa-Rabu, 4-5 Shafar 1439 H (24-25 Oktober 2017) telah dilaksanakan pelatihan budi daya jamur tiram privat paket lengkap di Pusat Pelatihan dan Pengembangan Jamur Tiram (P3JT), Ciloto, Cianjur, Jawa Barat. Pelatihan ini diikuti oleh 2 orang peserta yang berasal dari Cianjur, tidak begitu jauh dari lokasi pelatihan sehingga peserta lebih memilih untuk pulang pergi (tanpa menginap) selama mengikuti pelatihan. Pelatihan dimulai pukul 8.00 dan berakhir pada pukul 17.00 WIB di hari pertama. Pelatihan dibuka dengan sesi teori yaitu penyampaian materi oleh instruktur kepada peserta. Materi yang disampaikan meliputi basic budi daya jamur tiram, pembuatan baglog, persyaratan kumbung yang baik, pembibitan (F0, F1, F2) sampai analisis keuangan untuk memulai bisnis budi daya jamur tiram. Setelah penjelasan teori secara lisan ini, dilanjutkan dengan observasi lapang dan sesi praktek. Praktek yang pertama yaitu pembuatan baglog. Pada sesi ini peserta diajak berkeliling di area pembuatan baglog (media tanam) jamur tiram. Sebelum mempraktekkan langsung pembuatan baglog, terlebih dahulu instruktur memberikan penjelasan mengenai komposisi bahan-bahan pembuatan baglog serta proporsi masing-masing bahannya. Setelah itu, bahan-bahan tersebut akan dicampur dan diayak menggunakan alat penyaring/pengayak seperti yang dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Bahan-bahan yang sudah tersaring kemudian diperciki air sambil diaduk untuk mengatur porositasnya sampai bahan siap untuk dikemas. Setelah mengikuti praktek pembuatan baglog, pelatihan memasuki sesi istirahat (shalat dan makan siang). Usai istirahat, peserta berkonsentrasi kembali untuk menyimak penjelasan sekaligus praktek pembuatan F2 dipandu oleh instruktur. Setelah itu dilakukan sharing-sharing dan review materi yang sudah disampaikan maupun hal lain yang ingin ditanyakan oleh peserta kepada instruktur. Pelatihan hari kedua dimulai pukul 8.00 sampai 16.00 WIB. Materi yang dipelajari pada pelatihan hari kedua ini adalah praktek...