Memulai Usaha Penggembukkan Domba : Pemilihan Lokasi Perkandangan

Pemiliihan lokasi kandang adalah langkah awal dalam memulai usaha penggemukkan domba.  Setelah lokasi cocok ditemukan, barulah perkandangan didirikan.  Pemilihan lokasi yang tepat menjadi kunci keberhasilan dalam pembuatan kandang.  Bahan material yang dipilih juga akan mempengaruhi kenyaman domba, disamping berpengaruh pada besaran modal yang diinvestasikan. Untuk mendirikan usaha penggembukkan domba, perlu diperhatikan oksi tempat usaha itu akan dilaksanakan.  Lokasi tersebut sebaiknya sesuai untuk penggemukkan domba, baik secara teknis, ekonomis, maupun sosial.  Nah, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan lokasi, sebagai berikut : Tidak terkena perluasan kota Lokasi untuk pendirian kandang domba tidak boleh bertentangan dengan Rencana Umum Tata Ruang (RUTR), Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), dan / atau Rencana Bagian Wilayah Kota (RBWK).  Bisa jadi saat ini lokasi untuk perkandangan tidak bermasalah.  Namun, ketika dilakukan perluasan kota, perkandangan bisa digusur atau diprotes warga karena terlalu dekat dengan pemukiman penduduk. Transportasi yang mudah ke daerah pemasaran Pemasaran adalah penentu keberhasilan usaha penggembukkan domba.  Oleh karena itu, transportasi dari lokasi peternakan ke daerah pemasaran hendaknya baik.  Hal ini terkait dengan faktor jarak dan infrastruktur untuk mendukung kelancaran transportasi hasil panen ke pasar.  Faktor jarak yang dekat antara kandang dengan pasar akan mengurangi faktor penyusutan bobot badan selama perjalanan karena domba mengalami cekaman (stres). Harus ada sumber air Air merupakan kebutuhan yang mutlak, baik untuk keperluan hidup ternak, sanitasi, maupun keperluan sehari-hari.  Sumber air yang dimaksud dapat diusahakan sendiri dengan membuat sumur atau sumber air artetis.  Air dapat juga diperoleh dari pihak lain, misalnya perusahaan air minum.  Prinsipnya, air tersebut mudah didapat dalam jumlah yang dapat memenuhi kebutuhan setiap hari.  Syarat air sehat yang dikehendaki adalah tidak berbau, tidak berasa, jernih,...
Jenis-jenis Sayuran Buah yang Potensial dan Aneka Sistem Bertanamnya

Jenis-jenis Sayuran Buah yang Potensial dan Aneka Sistem Bertanamnya

Jenis-jenis Sayuran Buah yang Potensial Tanaman yang potensial untuk diusahakan di daerah perkotaan dengan lahan yang sempit adalah jenis tanaman sayuran daun dan buah serta tanaman buah-buahan. Jenis sayuran yang paling diburu adalah cabai, timun, kol, selada, tomat, dan sayuran hijau seperti kangkung, bayam, dan caisim. Sementara itu, untuk jenis tanaman buah-buahan yang dicari antara lain semangka, melon dan pepaya. Aneka Sistem Bertanam Penanaman sayuran di perkotaan bisa dilakukan dengan berbagai cara sistem penanaman. Tanaman yang diusahakan bisa ditanam secara hidroponik. Dengan cara ini, jumlah tanaman yang ditanam bisa lebih banyak dibandingkan dengan cara konvensional. Karena penanaman bisa dilakukan secara vertikal ke atas sehingga bisa menghemat kebutuhan lahan. (HS/FAN)   Sumber: Buku “Bertanam Sayuran Buah 20 Sayuran Komersial” Penulis: Hendro Sunarjono dan Febriani Ai Nurrohmah   Sebelumnya: Prospek Bertanam Sayuran di Kota Selanjutnya: Jenis dan Manfaat Tomat Selengkapnya: Bertanam Sayuran...

Prospek Bertanam Sayuran di Kota

Belakangan ini, tren budidaya hidroponik semakin digemari masyarakat, terutama di wilayah perkotaan.  Tren ini muncul sejalan dengan semakin sempitnya lahan pertanian di perkotaan.  Selain itu, kesadaran masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat semakin meningkat.  Hidroponik  adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa media tanah. Selain cara budi daya yang relatif lebih mudah jika dibandingkan cara budi daya konvensional, budidaya hidroponik dapat dilakukan di lahan yang sempit. Hasil budidaya tanaman hidroponik memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Tren tanaman hidroponik yang berkembang di masyarakat saat ini adalah sayuran dan buah-buahan.  Bahkan, pelaku usaha budidaya hidroponik bisa meraih keuntungan hingga puluhan juta rupiah dalam waktu satu bulan hanya dengan memanfaatkan pekarangan rumahnya. Banyak masyarakat tidak hanya di perkotaan bahkan di pedesaan yang memanfaatkan lahan pekarangannya untuk membudidayakan tanaman hidroponik.  Selain itu, popularitas hidroponik sebagai bisnis juga semakin meningkat, banyak pelaku usaha yang turun langsung menggeluti bisnis hidroponik ini.  Tak hanya itu, bahkan ada beberapa ibu yang berhasil  menghasilkan omset puluhan juta dari bisnis hidroponiknya.  Peluang usaha hidroponik memang eksistensinya yang mampu terus bertahan dibandingkan dengan bisnis lainnya.  Oleh karena itu, bisnis hidroponik menjadi salah satu bidang usaha yang layak untuk ditekuni. Usaha budidaya hidroponik ini tidak hanya menanam tanamannya lalu menjualnya, tetapi juga bisa juga dnegan menjual macam bibit tanaman, media tanam, dan peralatan serta perlengkapan pendudkung budidaya hidroponik .  Salah satu  pelaku usahanya adalah Putri Dewi Guna yang bisa meraih omzet hingga Rp50 juta/bulan.  Berdasarkan kutipan infoagribisnis.com “kebutuhan makanan yang berasal dari tanaman hidroponik semakin terus meningkat Mas. Saya tidak menyangka berawal dari hobi ternyata peluang usaha hidroponik ini benar-benar menjadi kenyataan luar biasa bagi saya dan keluarnya”. Menurut Putri, masyarakat...

Pestisida Nabati Mampu Mengusir Hama Pada Tanaman Hidroponik

Hama merupakan saslah satu tantangan dalam budi daya hidroponik. Penggunaan pestisida kimiawi tidak disarankan pada budi daya hidroponik,karena berdampak buruk bagi pertumbuhan tanaman dan berbahaya bagi manusia yang mengonsumsinya.  Karena itu, gunakan pestisida yang terbuat dari bahan-bahan alami, tetapi tetap ampuh untuk membasmi hama. Bahan-bahan yang dapat digunakan untuk membuat pestisida nabati, seperti bawang putih, daun pepaya, daun sirsak, dan tembakau. Kandungan senyawa  pada bawang putih efektif untuk mengendalikan beberapa hama. Sementara itu, daun pepaya mengandung bahan aktif ppain, sehingga efektif untuk mengendalikan ulat dan hama pengisap. Daun sirsak mengandung bahan aktif annonain  dan resin yang efektif mengendalikan hama thrips.  Sementara itu, daun tembakau mengandung bahan aktif nikotin yang efektif mengendalikan hama penghisap....

Tips Pemeliharaan Tanaman Hidroponik

Penambahan Nutrisi Pemeliharaan utama pada sistem hidroponik adalah penambahan larutan nutrisi, sehingga tanaman mendapatkan nutrisi secara mencukupi.  Penambahan larutan nutrisi bisa dilakukan ketika larutan nutrisi di bak penampung sudah berkurang.  Penambahan larutan nutrisi juga bisa dilakukan ketika kadar ppm larutan nutrisi di bak penampungan sudah menurun, terutama pada saat cuaca terik. Kadar nutrisi pada tanaman harus senantiasa sesuai dengan jenis dan umur tanaman.  Kekurangan atau kelebihan nutrisi akan menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh dengan maksimal.  Berdasarkan tanaman tidak dapat tumbuh dengan maksimal.  Berdasarkan pengalaman penulis, terdapat toleransi kadar larutan nutrisi sebesar 50 ppm (baik kurang ataupun lebih) yang tidak berpengaruh  signifikan terhadap pertumbuhan tanaman. Pemberian Aerator Pada hidroponik sistem rakit apung dan sumbu sederhana yang tidak menggunakan pompa air, sebaiknya sistem dilengkapi dengan aerator (pembuang gelembung air pada akuarium).  Penggunaan aerator dapat mengurai nutrisi yang mengendap dan akar mendapatkan asupan oksigen terlarut dalam kadar yang cukup.  Selain itu, aerator juga dapat mencegah nyamuk meletakkan telurnya, karena nyamuk biasanya senang bersarang pada air yang tenang.  Apabila tidak memiliki aerator, larutan nutrisi dapat diaduk perlahan menggunakan tangan atau gayung minimun sekali dalam sehari. Pemangkasan Daun, Batang, dan Pemotongan Akar Sayuran yang ditanam pada sistem hidroponik sebagian besar dipanen dalam waktu singkat, seperti jenis sayuran daun, sehingga tidak diperlukan pemangkasan daun ataupun batang.  Namun, sebagian jenis tanaman, terutama sayuran buah seperti cabai, dapat dipelihara dalam jangka waktu cukup lama, sehingga diperlukan perawatan pemangkasan daun, batang, dan akar.  Pemangkasan memiliki manfaat yang tak kalah penting untuk menunjang pertumbuhan tanaman.  Berikut manfaat dari pemangkasan daun, batang, dan akar. Pemangkasan daun dan batang, yaitu memotong tunas air tanaman agar tidak boros nutrisi. Pemangkasan daun dan...

Perawatan Peralatan Hidroponik Setelah Panen

Untuk menjaga peralatan tetap dalam kondisi bersih, terawat dan tahan lama, sebaiknya cuci bersih peralatan setelah memanen.  Selain untuk menjaga kebersihan peralatan, langkah tersebut dilakukan juga untuk memutus rantai bibit hama ataupun penyakit. Berikut tahapan perawatan peralatan hidroponik: Lepaskan instalasi hidroponik Bersihkan peralatan dan media tanam yang dapat digunakan berulang, seperti hidroton. Caranya, siram hidroton dengan air agar bersih dari sisa – sisa tanaman dan nutrisi. Keompokkan peralatan sesuai jenisnya agar memudahkan pembudidaya saat proses pencucian, misalkan buat kelompok netpot, kelompok paralon, dan kelompok peralatan lainnya. Cuci peralatan menggunakan sabun cuci piring (food grade) yang dilarutkan dalam air bersih. Cuci hingga bersih menggunakan spon atau kain, lalu bilas dengan air bersih. Jemur peralatan atau angin-anginkan hingga kering, lalu simpan. Diamkan peralatan selama 3-7 hari sebelum digunakan...