Kesalahan Teknis Budidaya Jamur Tiram

Kesalahan Teknis Budidaya Jamur Tiram

Penyebab kegagalan dalam budi daya jamur tiram seringkali datang dari faktor pembudidaya sendiri.  Ketelitian, kecermatan, dan sterilisasi  menjadi kunci dalam budi daya jamur tiram. Faktor pengalaman tidak menjamin pembudidaya terhindar dari kesalahan teknis budi daya. Pembelajaran dari pengalamanlah yang penting.  Berikut beberapa kesalahan dalam teknis budi daya jamur tiram. Peralatan Tidak Stabil Budi daya jamur tiram rentan dengan kontaminan, terutama yang berasal dari mikroba dan jamur.  Di awal sudah dijelaskan mengenai keharusan melakukan sterilisasi pada setiap pekerjaan, terutama peralatan yang digunakan.  Terkadang, pembudidaya mengabaikan sterilisasi dan ingin serbapraktis dan cepat.  Akibatnya, muncul berbagai gangguan yang berasal dari bakteri, virus dan cendawan/jamur lain. Baglog Tidak disterilkan Salah satu tahap budi daya yang penting adalah mensterilkan baglog dengan cara memasaknya.  Tahap ini memang membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit.  Banyak pula pembudidaya melewatkan proses ini. Pada awalnya, peniadaan proses sterilisasi baglog memang tampak tidak bermasalah.  Namun apabila di kemudian hari, akan muncul serangan penyakit yang serius akibat kelalaian ini. Lantai Rumah Jamur Becek Lantai rumah jamur becek akibat penyiraman yang berlebihan juga merupakan suatu kesalahan teknis budi daya.  Memang tanaman jamur tiram membutuhkan kondisi sejuk dan lembap.  Namun apabila kondisi rumah jamur becek dan banyak air tergenang, justru akan merangsang munculnya jamur-juamur jenis lain yang mengganggu pertumbuhan jamur tiram, baik menyerang secara langsung maupun menghambat penyerapan unsur harta. Botol Bibit Tidak Ditutup Rapat Pekerjaan yang mudah namun sering dilupakan.  Botol bibit yang tidak ditutup rapat akan mendatangkan masalah tersendiri.  Di udara, banyak sekali kontaminan berupa spora jamur dan bakteri yang siap masuk dan mengganggu bibit jamur tiram.  Sebagian besar penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan jamur tiram masuk melalui bibit...
Panen Hidroponik Tomat, Paprika, Cabai, dan Mentimun untuk Hobiis

Panen Hidroponik Tomat, Paprika, Cabai, dan Mentimun untuk Hobiis

Pemanenan tidak terlalu penting di sini karena hobiis umumnya bangga dan puas bila tanamannya berbuah serta senang melihat hasil karyanya. Oleh karena itu, saat panen tiba ada hobiis yang tetap membiarkan buah tomat, paprika, dan mentimun tumbuh hingga tua. Namun, bila ingin memanennya juga tidak ada salahnya. Cara pemanenan sama dengan cara yang dilakukan pada hidroponik untuk bisnis. Paprika dan cabai dipanen setelah umur 3 bulan, mentimun umur 40 hari, dan tomat umur 3 bulan. Panen dapat dilakukan berulang-ulang hingga tanaman berumur sekitar 6 bulan untuk paprika dan tomat, sedangkan untuk mentimun sampai umur 70 hari. (hp/yhi)   Anda berminat untuk mengikuti pelatihan hidroponik? Silahkan hubungi 0822-9889-1144 untuk informasi lebih lanjut ?   << Bab Sebelumnya....
Perawatan Hidroponik Tomat, Paprika, Cabai, dan Mentimun untuk Hobiis

Perawatan Hidroponik Tomat, Paprika, Cabai, dan Mentimun untuk Hobiis

Pada dasarnya cara penanaman hidroponik untuk hobiis sama dengan penanaman hidroponik untuk komersial, tetapi lebih sederhana. Pembahasan sebelumnya sudah diulas mengenai persemaian dan pembibitan, serta penanaman hidroponik tomat, paprika, cabai, dan mentimun. Perawatan Perawatan tanaman tidak hanya dengan menyiram air saja, tetapi dapat dimulai dengan pemberian pupuk. Dosis pemberian pupuk sesuai dengan yang dianjurkan pada label. Sebaiknya tidak memakai satu macam pupuk karena pupuk tersebut mempunyai kekurangan dan kelebihan. Untuk mengatasi kekurangan tersebut sebaiknya digunakan pupuk lainnya (merk lain). Pupuk ini diberikan 2-3 kali sehari. Pemberian pupuk harus disesuaikan dengan kondisi tanaman. Tanaman muda membutuhkan unsur nitrogen (N) yang tinggi untuk merangsang pertumbuhan vegetatif. Pupuk berunsur N tinggi antara lain Gandasil D, Hyponex merah, dan Vitabloom leaf tonic. Tanaman yang telah mengalami fase generatif atau mulai berbunga membutuhkan pupuk dengan unsur fosfor (P) yang tinggi. Contoh pupuk berunsur P tinggi antara lain Gandasil B, Hyponex biru, dan Vitabloom blossom booster. Pemberantasan hama dan penyakit dapat dilakukan bila tampak gejala serangan. Tanaman yang semakin lama bertambah tinggi akan memerlukan ajir untuk menyangganya. Pemasangan ajir dilakukan sejak tanaman dipindah ke pot pembesaran. Bila tanaman ini ditanam di halaman, ajir dapat dibuat dari tali yang bagian atasnya diikat di teras rumah atau dibuatkan seperti para-para. Khusus untuk mentimun, saat tanaman berbunga (umur 2,5-3 bulan) dilakukan seleksi bunga jantan dan betina. Bunga jantan perlu dihilangkan karena tidak akan menghasilkan buah. Ciri bungan jantan adalah di bagian bawahnya tidak ada bakal buah (bagian yang mengembung). Sebaliknya bunga betina harus dipelihara karena dari bunga ini akan dihasilkan buah. Ciri bunga betina yaitu adanya bakal buah di pangkal bunga. Pemangkasan tunas dan penyerbukan sama dengan yang...
Penanaman Hidroponik Tomat, Paprika, Cabai, dan Mentimun untuk Hobiis

Penanaman Hidroponik Tomat, Paprika, Cabai, dan Mentimun untuk Hobiis

Pada dasarnya cara penanaman hidroponik untuk hobiis sama dengan penanaman hidroponik untuk komersial, tetapi lebih sederhana. Oleh karena itu, uraian mengenai cara penanaman di sini hanya dijelaskan penekanannya saja. Penanaman Wadah yang akan dipergunakan disiapkan terlebih dahulu. Misalnya memakai ember plastik (emplas) berdiameter 25-30 cm, emplas tersebut dilubangi bagian bawahnya untuk mengalirkan air yang berlebih. Di dasar emplas diberi plastik strimin agar media tidak keluar lewat lubang. Apabila memakai media zeolit, media tersebut harus dalam keadaan netral karena zeolit yang tersedia (dijual) masih dalam keadaan basa. Pemberian media ini hendaknya tidak sampai penuh karena setelah bibit bertambah besar, media dapat ditambahkan lagi sehingga tanaman kuat/tidak mudah roboh. Pemindahan bibit ke pot penanaman dilakukan dengan cara melepaskan bibit dari potnya terlebih dahulu. Untuk memudahkan terlepasnya bibit, pot diketuk-ketuk dindingnya. Setelah medianya kendur, pot dibalik sehingga bibit dapat keluar dari pot. Bibit tersebut kemudian ditanam dalam pot penanaman yang telah diberi lubang pada medianya. Dalam satu wadah/emplas cukup diisi 1-2 bibit saja. Bila menanam 2 bibit, setelah tanaman agak besar salah satu tanaman yang kurang sehat atau pertumbuhannya kurang baik dapat dibuang. Setelah bibit ditanam, media dan tanaman disiram dengan air. (hp/yhi) Anda berminat untuk mengikuti pelatihan hidroponik? Silahkan hubungi 0822-9889-1144 untuk informasi lebih lanjut ? << Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>...
Persemaian dan Pembibitan Hidroponik Tomat, Paprika, Cabai, dan Mentimun untuk Hobiis

Persemaian dan Pembibitan Hidroponik Tomat, Paprika, Cabai, dan Mentimun untuk Hobiis

Pada dasarnya cara penanaman hidroponik untuk hobiis sama dengan penanaman hidroponik untuk komersial, tetapi lebih sederhana. Oleh karena itu, uraian mengenai cara penanaman di sini hanya dijelaskan penekanannya saja. Penanaman tomat, paprika, cabai, dan mentimun untuk hobiis juga perlu penyemaian terlebih dahulu. Hal ini dilakukan karena bibitnya tidak dijual di toko saprotan, yang dijual hanya benihnya. Persemaian dan Pembibitan Persemaian dan pembibitan untuk tanaman paprika, cabai, tomat, dan mentimun dapat dilakukan pada pot dan media yang sama karena jumlah yang ditanam tidak banyak. Wadah yang digunakan dapat berupa gelas plastik (bekas air mineral), pot, atau polibag. Media untuk persemaian sebaiknya tidak menggunakan zeolit. Hal ini disebabkan zeolit mempunyai sudut-sudut yang runcing sehingga dapat melukai batang tanaman yang muda. Cara persemaiannya adalah sebagai berikut. Wadah berisi media disiram dengan air (keadaannya lembap). Redesigned by Refi   Dalam satu wadah diisi 1-2 benih sayuran. Redesigned by Refi   Tempatkan wadah ini di tempat yang agak gelap (terlindung dari matahari). Redesigned by Refi   Kelembapan media dijaga dengan menyemprotkan air dengan sprayer. Redesigned by Refi   Apabila benih telah berkecambah, wadah dapat ditempatkan di tempat yang terang. Penyiraman dengan pupuk pun telah dapat diberikan. Pupuk diberikan dengan dosis setengahnya dari dosis untuk tanaman dewasa. Redesigned by Refi   Apabila telah mempunyai 4 helai daun, bibit dapat dipindah ke pot/wadah yang lebih besar, diameter 25-30 cm. Redesigned by Refi (hp/yhi) Anda berminat untuk mengikuti pelatihan hidroponik? Silahkan hubungi 0822-9889-1144 untuk informasi lebih lanjut ?   << Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>...

Persiapan Hidroponik Sayuran untuk Hobiis

Sistem penanaman hidroponik tidak hanya untuk usaha, tetapi juga untuk hobi. Bahkan, kebanyakan pengusaha hidroponik bermula dari hobi dahulu. Hobi menanam sayuran secara hidroponik mempunyai kepuasan tersendiri. Biasanya hobiis akan puas bila tanaman sayurnya berbuah atau dapat memanennya, walaupun hanya sedikit. Bertanam hidroponik untuk hobi tentunya lebih mudah dibandingkan untuk skala usaha karena segala keperluan yang dipilih merupakan keperluan-keperluan yang praktis. Biasanya para hobiis tidak mementingkan harga, artinya harga mahal pun tetap dibeli karena yang diharapkan adalah suatu kepuasan dari hasil berhidroponik ini. Segala bahan yang telah diuraikan pada Bagian I dapat juga digunakan dalam hidroponik untuk hobiis ini. Namun, uraian lebih jelasnya seperti di bawah ini. A. Persiapan Lahan Menanam secara hidroponik tidak memerlukan tempat yang banyak. Oleh karena itu, para hobiis yang ingin menanam sayur secara hidroponik tidak perlu berkecil hati bila lahannya sempit. Tempat yang dipergunakan tidak banyak karena penanaman dilakukan di pot sehingga dapat ditempatkan di teras, di atas atap, atau diatur secara vertikal (vertikultur). Cara membuat hidroponik vertikultur dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut. Siapkan pipa PVC berdiameter 10 cm dengan panjang 120 cm. Jumlah pipa tersebut tergantung keinginan kita. Masing-masing ujung pipa yang berlubang ditutup dengan bekas tutup deterjen yang berdiameter 10 cm. Agar tutup itu kuat, antara tutup dan pipa dapat diberi lem. Salah satu sisi pipa dilubangi sebagai lubang tanam, dengan diameter 5 cm. Jumlah lubang 3 buah dengan jarak antarlubang sekitar 30 cm. Jumlah lubang tergantung jarak tanam, semakin rapat jumlahnya semakin banyak. Selanjutnya, buat rak berkaki segitiga yang diberi tempat untuk pipa. Rak ini dapat dibuat dari besi yang dilas atau dari kayu. Penanaman di pipa dapat dilakukan...