Pemeliharaan Tanaman Cabai di Pot

Pemeliharaan Tanaman Cabai di Pot

Secara umum kegiatan pemeliharaan dan pengendalian organisme pengganggu tanaman untuk tanaman di pot sama dengan di lahan. Kegiatan pemupukan susulan di pot adalah sebagai berikut. Larutkan NPK 15 : 15 : 15 sebanyak 5 sendok makan ditambah 1 sendok makan pupuk daun, seperti Gandasil D (fase vegetatif) atau Gandasil B (fase generatif) dalam 10 L air atau 1 ember besar. Kocorkan sebanyak 250 mL atau 1 gelas setiap rumpun tanaman. Berikan pupuk kocor tersebut setiap minggu. Semprotkan pupuk daun, seperti Gandasil D pada fase vegetatif dan Gandasil B pada fase generatif dengan konsentrasi 2 g/L setiap minggu. Berikan pupuk daun tersebut 3 hari setelah pemberian pupuk kocor.(ms/ry/rd)   Sumber: Buku “Budidaya Cabai Panen Setiap Hari” Penulis: Prof. Dr. Ir. Muhamad Syukur, SP, MSi, Dr. Rahmi Yunianti, SP, MSi dan Rahmansyah Dermawan, SP, MSi   Sebelumnya: Waktu dan Cara Menanam Cabai di Pot Selanjutnya: Pengendalian Hama dan Penyakit pada Tanaman Cabai Selangkapnya: Panduan Budi Daya...
Waktu dan Cara Menanam Cabai di Pot

Waktu dan Cara Menanam Cabai di Pot

Penanaman cabai dalam pot di pekarangan tidak tergantung waktu dan musim. Pengaturan waktu tanam didasarkan pada siklus dan manajemen pemanenan. Jika menginginkan pemanenan setiap hari sepanjang masa, perlu dilakukan pengaturan waktu tanam. Berikut cara penanaman bibit cabai di pot. Lakukan penanaman di pagi hari sebelum pukul 900 atau sore hari setelah pukul 15.30 untuk menghindari tanaman stres. Hindari menanam pada siang hari. Lakukan seleksi bibit. Gunakan bibit yang telah berumur 5-6 MST (minggu setelah tanam) atau memiliki 6 helai daun, dalam keadaan sehat, normal, dan vigor. Cabut bibit dengan hati-hati dari tray semai yang media semainya cukup kering. Jika bibit disemai di polibag, ambil polibag berisi bibit, lalu balikkan dengan pangkal batang bibit dijepit oleh jari telunjuk dan jari tengah. Tepuk bagian dasar polibag secara perlahan dan hati-hati agar bibit keluar bersama akar dan medianya. Usahakan media tanam tidak terbongkar untuk mencegah kerusakan akar. Siram media tanam dalam pot sebelum penanaman dan gunakan kayu atau bambu kecil untuk membuat lubang tanam. Selanjutnya, tanam bibit di lubang tersebut dan padatkan dengan ujung jari. Siram lubang yang telah ditanam bibit dengan larutan fungisida (misalnya Antracol atau Dithane dengan konsentrasi 1 g/L) untuk mencegah serangan cendawan. Selain itu, semprotkan larutan pupuk daun Gandasil 2 g/L sebanyak 250 ml per tanaman. Kegiatan pemupukan susulan di pot sedikit berbeda dengan pemupukan di lahan. Pemupukan susulan di pot dilakukan setiap minggu dengan dosis yang lebih rendah. Sebaiknya digunakan pupuk kocor. (ms/ry/rd)   Sumber: Buku “Budidaya Cabai Panen Setiap Hari” Penulis: Prof. Dr. Ir. Muhamad Syukur, SP, MSi, Dr. Rahmi Yunianti, SP, MSi dan Rahmansyah Dermawan, SP, MSi   Sebelumnya: Penyiapan Media Tanam untuk Bertanam Cabai...
Penyiapan Media Tanam untuk Bertanam Cabai di Pot

Penyiapan Media Tanam untuk Bertanam Cabai di Pot

Media tanam untuk bertanam cabai dalam pot harus gembur, subur, serta bebas dari hama dan penyakit. Media tersebut dapat berupa campuran tanah, pasir, sekam, arang sekam, dan pupuk kandang (kompos). Tanah merupakan komponen utama dalam media tanam cabai. Tanah yang digunakan adalah tanah lapisan atas (topsoil) yang subur, gembur, dan banyak mengandung bahan organik. Pasir mempunyai beberapa keunggulan sebagai media tanam karena mudah dalam penggunaan dan dapat meningkatkan aerasi serta drainase media. Pasir yang digunakan memiliki butiran agak kasar dan lebih besar untuk membantu sirkulasi udara dan membuang kelebihan air. Kelemahan media pasir adalah membutuhkan penyiraman dan pemupukan intensif sehingga perlu dikombinasikan dengan media tanah dan pupuk kandang. Sekam padi bakar umum digunakan sebagai campuran media tanam. Fungsi media ini adalah penyimpan air atau unsur hara, porositas tinggi, sistem aerasi, dan drainase baik. Kelebihan sekam bakar adalah tidak perlu disterilisasi karena patogen penyebab penyakit telah mati selama proses pembakaran, selain juga banyak mengandung karbon. Pupuk kandang diperlukan untuk memperbaiki struktur media dan meningkatkan jumlah organisme media yang berguna dalam proses penguraian bahan organik menjadi bahan yang tersedia bagi tanaman. Pupuk kandang juga berguna menahan air dalam tanah. Pupuk kandang yang digunakan adalah pupuk kandang yang telah terdekomposisi. Cirinya adalah tekstur remah, kering, berwarna cokelat, tidak berbau, dan tidak panas. Pupuk kandang dapat berupa kotoran ayam, kotoran sapi, atau kotoran kambing. Pupuk ini perlu disterilkan terlebih dahulu dengan cara mengukusnya selama setengah hingga satu jam. Adapun persiapan media tanam untuk penanaman cabai di pot adalah sebagai berikut. Buatlah media tanam campuran tanah, pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 2 : 1. Media tanam dapat pula berupa campuran tanah,...
Penyiapan Wadah Tanam untuk Bertanam Cabai di Pot

Penyiapan Wadah Tanam untuk Bertanam Cabai di Pot

Bertanam cabai di pekarangan rumah bisa juga dilakukan di dalam wadah, seperti pot atau polibag. Ini merupakan salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi lahan. Salah satu keuntungan menanam cabai di pot adalah dapat meletakkannya di mana saja dengan mudah, seperti di dak rumah atau pojokan taman. Selain itu, dapat juga menjadi alternatif untuk mencegah fluktuasi harga cabai. Menurut Direktorat Jenderal Hortikultura (2008), konsumsi cabai per kapita tahun 2007 adalah 3.28 kg/kapita/tahun. Jumlah ini dapat dipenuhi dengan menanam minimal 10 pot saja. Bertanam cabai dalam pot juga mudah, murah, dan tidak memerlukan lahan luas. Kegiatan ini dapat dilakukan oleh ibu rumah tangga di pekarangan rumah. Penyiapan Wadah Tanam Wadah (pot) untuk bertanam cabai dapat berupa polibag, pot plastik, kaleng bekas, drum, atau ember. Yang penting dalam pemilihan wadah adalah wadah tersebut dapat diberi lubang pada bagian dasarnya dan dapat bertahan 5-6 bulan. Lubang berguna untuk drainase agar air tidak menggenang di dalam wadah. Air yang tergenang dapat menyebabkan busuk pada akar dan batang. Adapun cara penyiapan wadah tanam adalah sebagai berikut. Gunakan pot yang berdiameter minimal 20 cm. Pastikan bagian dasar pot telah berlubang sebanyak 4-8 lubang. Jika belum, lubangi bagian dasar wadah menggunakan paku dengan diameter lubang lebih kurang 1 cm. Bersihkan wadah jika menggunakan bahan bekas. (ms/ry/rd)   Sumber: Buku “Budidaya Cabai Panen Setiap Hari” Penulis: Prof. Dr. Ir. Muhamad Syukur, SP, MSi, Dr. Rahmi Yunianti, SP, MSi dan Rahmansyah Dermawan, SP, MSi   Sebelumnya: Penanaman Cabai secara Vertikultur Selanjutnya: Penyiapan Media Tanam untuk Bertanam Cabai di Pot Selangkapnya: Panduan Budi Daya...
Penanaman Cabai secara Vertikultur

Penanaman Cabai secara Vertikultur

Teknik vertikultur juga bisa diterapkan di lahan pekarangan untuk menanam cabai. Vertikultur berarti menanam tanaman secara vertikal (disusun ke atas) sehingga sangat menghemat lahan. Vertikultur sangat baik untuk diterapkan di lahan sempit seperti pekarangan rumah. Teknik ini biasanya menggunakan pipa PVC sebagai wadah tanam. Untuk membuatnya vertikal, biasanya menggunakan bambu atau besi yang penyusunannya seperti rak bertingkat. Adapun cara pembuatan vertikultur adalah sebagai berikut. Siapkan kayu yang dipotong-potong dan gunakan sebagai penyangga paralon. Siapkan paralon yang agak besar sebagai tempat tumbuhnya tanaman. Lubangi paralon sesuai dengan jarak tanam sayuran yang akan ditanam. Rakit kayu sebagai penyangga paralon. Kemudian, susun paralon melingkar ke atas secara vertikal. Posisi pemasangan seperti spiral ini untuk memudahkan penyiraman dari atas ke bawah. Pasang selang atau paralon kecil di samping vertikultur. Selang atau paralon ini berfungsi sebagai alat penyiram tanaman dengan bantuan pompa. (ms/ry/rd)   Sumber: Buku “Budidaya Cabai Panen Setiap Hari” Penulis: Prof. Dr. Ir. Muhamad Syukur, SP, MSi, Dr. Rahmi Yunianti, SP, MSi dan Rahmansyah Dermawan, SP, MSi   Sebelumnya: Penanaman Cabai Sistem Hidroponik Selanjutnya: Penyiapan Wadah Tanam untuk Bertanam Cabai di Pot Selangkapnya: Panduan Budi Daya Cabai...
Penanaman Cabai Sistem Hidroponik

Penanaman Cabai Sistem Hidroponik

Hidroponik berasal dari istilah asing yaitu hydropnics. Artinya cara bercocoktanam tanpa menggunakan tanah sebagai media/tempat menanam tanaman. Kata hydroponics berasal dari hydro yang artinya air dan ponics yang artinya memberdayakan. Oleh karena itu, hidroponik dapat diartikan memberdayakan air sebagai media bercocoktanam. Kini, media hidroponik berkembang bukan hanya air saja, tetapi juga memanfaatkan media lain, selain tanah. Sebagai media pengganti tanah biasanya digunakan air, kerikil, pecahan genteng, pasir kali, atau gabus putih. Bertanam dengan cara hidoponik ini merupakan salah satu alternatif mengatasi kesulitan menanam pada media tanah karena semakin sempitnya lahan pertanian yang dimiliki. Dengan cara hidroponik, tetap bisa bercocoktanam di lahan yang sempit atau halaman rumah. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam bertanam cabai menggunakan teknik hidroponik, di antaranya rak hidroponik. Bahan yang digunakan untuk membuat rak hidroponik dapat berupa kayu dan papan. Rak-rak tersebut berfungsi untuk meletakkan pot-pot tanaman. Adapun cara pembuatan rak hidroponik adalah sebagai berikut. Potong kayu atau bambu sesuai kebutuhan. Kayu atau bambu tersebut akan disusun menjadi 2 atau 3 saf. Buat rak-rak bersusun dari kayu atau bambu tersebut dengan cara dipaku. Kayu atau bambu sebagai tonggaknya, sedangkan papan-papan dibuat rak sebagai tempat meletakkan pot-pot. Letakkan pot-pot yang akan digunakan untuk bertanam sayuran di atas rak-rak tersebut. Pasang paralon yang melewati setiap pot tanaman. Bagian paralon yang berada tepat di pot diberi lubang kecil sebagai media penyiraman. Penyiraman dapat dilakukan dengan bantuan pompa air. (ms/ry/rd)   Sumber: Buku “Budidaya Cabai Panen Setiap Hari” Penulis: Prof. Dr. Ir. Muhamad Syukur, SP, MSi, Dr. Rahmi Yunianti, SP, MSi dan Rahmansyah Dermawan, SP, MSi   Sebelumnya: Bertanam di Lahan Sempit: Halaman Rumah Selanjutnya: Penanaman Cabai secara Verikultur Selangkapnya:...