Sterilisasi Peralatan Dalam Budidaya Jamur Tiram

Sterilisasi Peralatan Dalam Budidaya Jamur Tiram

Sterilisasi peralatan bisa dilakukan dengan cara pemanasan kering maupun basah.  Misalnya saja wadah botol, gelas, logam.  Pemanasan kering dilakukan dengan cara menaruh wadah atau gelas ke dalam oven yang bersuhu tinggi selama jangka waktu tertentu.  Untuk pemasangan kering, wadah atau gelas harus dalam keadaan benar-benar kering sebelum dimasukkan ke oven.  Pasalnya, bila wadah masih dalam kondisi basah bisa mengakibatkan pecah. Pemanasan basah, biasanya dipakai autoklaf pada tekanan 1 atmosfer (atm) dengan suhu dan waktu tertentu.  Angka suhu dan waktu tertentu.  Agak suhu yang dipakai untuk pemanasan biasanya pada suhu 121 derajat Celcius selama 15 menit atau 115 derajat Celscius selama 30 menit. Cara sterilisasi pembakaran biasanya diperuntukkan peralatan yang terbuat dari logam seperti jarum inokulasi, pinset, pisau.  Alat-alat logam itu dipanaskan sampai membara. Untuk wadah gelas yang telah disterilisasi di dalam autoklaf, ketika dipakai, dilakukan sterilisasi lagi di bagian ujung mulut wadah dengan cara pemanasan beberapa saat.  (YIN). Sumber : Buku “Sukses Budidaya Jamur Tiram” Penulis  : Yusnu Iman...
Pemanenan Bibit Jamur

Pemanenan Bibit Jamur

Pemanenan bibit jamur sudah bisa dilakukan sesudah tahap inkubasi selama 14-21 hari.  Ciri-ciri bibit jamur siap panen, antara lain : Miselium jamur sudah memenuhi media tanam (full grown). Pertumbuhan miselium tampak normal. Tidak mengandung kontaminan di dalam media tanam baik dari jenis funi maupun bakteri. Miselium bibit jamur tak mengalami pertumbuhan penebalan atau stroma. Umur bibit jamur tak terlalu tua yang dihitung sejak proses inkubasi bibit.(YIN). Sumber : Buku “Sukses Budidaya Jamur Tiram” Penulis  : Yusnu Iman Nurhakim...
Merawat Bibit Jamur

Merawat Bibit Jamur

Bibit jamur yang sedang diinkubasi harus berada di dalam ruangan khusus yang disebut inkubator.  Di dalam ruangan inkubator ini suhunya bisa diatur sedemikian rupa sehingga cocok untuk pertumbuhan bibit jamur. Suhu konstan akan mencegah terjadinya pengembunan (kondensasi) di dalam wadah. Suhu di dalam wadah berukuran besar biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan suhu di luar ruangan.  Itulah kenapa, termostat dipasang lebih rendah dari suhu optimal untuk pertumbuhan miselia. Sedangkan untuk suhu di dalam wadah yang berukuran kurang dari 11 biasanya relatif sama dengan suhu ruangan sehingga bermostat diatur pada suhu optimal bagi pertumbuhan miselia. Luas ruang inkubator disesuaikan dengan kebutuhan.  Ini tergantung pada periode inkubasi bibit jamur dan luas permukaan yang tersediadari rak-rak yang ada.  Misalnya saja, ada 8 rak dengan luas permukaan 5 meter persegi, tiap minggu bisa muat 1.800 liter substrat di dalam ruang inkubator tersebut.  Jangan sampai berlebih karena miselia mengeluarkan karbondioksida  yang berlebih sehingga dapat melampaui kadar  40 ribu ppm.  Bila melampaui angka tersebut dapat menghambat pertumbuhan miselia itu sendiri. Kelembapan di dalam wadah harus tinggi supaya substrat permukaan tak mengering.  Untuk kelembapan ruang inkubator sebaiknya rendah 30-50% supaya spora-spora kontaminan tak berkecambah. Bila pertumbuhan miselia sudah memenuhi media substrat dalam wadah, saatnya dipak.  Bibit ini ditempatkan di ruangan pendingin hingga pada waktu yang tepat untuk diangkut ke tempat tujuan. (YIN) Sumber : Buku “Sukses Budidaya Jamur Tiram” Penulis  : Yusnu Iman...
Pengemasan Bibit Jamur

Pengemasan Bibit Jamur

Wadah untuk bibit jamur baik yang induk maupun final boleh apa saja.  Syaratnya, bahan tahan panas karena mengalami proses sterilisasi yang memakai pemanasan.  Biasanya dipakai berbahan gela atau plastik polipropilen (PP). Tapi hati-hati pemakaian wadah berbahan plastik karena ada yang mengeluarkan senyawa – senyawa yang mampu menghambat pertumbuhan miselia.  Itulah mengapa wadah berbahan gelas lebih baik dibandingkan dengan wadah berbahan plastik. Untuk wadah berbahan gelas atau plastik tahan panas biasanya dipakai untuk biakan bibit induk, sedangkan yang bibit semai biasanya memakai wadah dari plastik tahan panas saja.  Bagian sumbtan dipakai bahan kapas supaya adanya pertukaran udara.  Ukuran wadah dari plastik tahan panas mulai dari 2,5 – 5 liter.  Semakin besar ukuran wadah, semakin memakan waktu yang banyak untuk proses sterilisasi. (YIN) Sumber : Buku “Sukses Budidaya Jamur Tiram” Penulis  : Yusnu Iman Nurhakim...
Biakan Murni Pada Jamur Tiram

Biakan Murni Pada Jamur Tiram

Salah satu kunci sukses budidaya jamur tiram yaitu mampu menyediakan biakan murni dalam jumlah cukup dan berkualitas.   Oleh karena itu, pembudidaya sebaiknya mampu memproduksi sendiri biakan murni ini.  Pasalnya, biakan murni dan bibit yang diperoleh dengan cara membeli, harganya cukup mahal dengan kualitas yang belum jelas mutunya. Biakan murni berarti secara genetik tidak tercampur dengan strain lain.  Hasil biakan murni memiliki strain yang stabil yang sudah diketahui sifat-sifatnya yaitu produktivitas tinggi dan mampu memperoleh bibit dalam jumlah banyak. Cara mendapat biakan murni yaitu dengan kultur jaringan dan kultur spora.  Tentu biakan murni butuh tenaga ahli yang memadai serta ditunjang sarana dan prasarana yang memadai pula. (YIN) Sumber : Buku “Sukses Budidaya Jamur Tiram” Penulis  : Yusnu Iman...
Pelatihan Jamur Tiram sebagai Upaya Preventif Meminimalisasi Sindrom Pasca Pensiun

Pelatihan Jamur Tiram sebagai Upaya Preventif Meminimalisasi Sindrom Pasca Pensiun

Senin (12/11) dan Selasa (13/11) telah dilaksanakan pelatihan budi daya jamur tiram yang berlokasi di Pusat Pelatihan dan Pengembangan Jamur Tiram (P3JT) Daqu Agrotechno, Puncak, Desa Ciloto, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Program ini bertujuan secara umum agar peserta mampu memahami dan menguasai teknik budi daya jamur tiram, mulai dari mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan jamur tiram, mengetahui dan mempraktekkan secara langsung cara pembuatan media tanam jamur tiram (baglog), packing baglog, pembibitan, pembuatan kumbung, inokulasi, perawatan, dan penanganan pasca panen serta mengetahui potensi pasar jamur, serta analisa bisnis budi daya jamur tiram. Selain itu, peserta diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan sehingga dapat menyerap tenaga kerja ke depannya. Pelatihan budi daya jamur tiram kali ini merupakan pelatihan privat paket lengkap yang diikuti oleh satu orang peserta yang merupakan seorang karyawan swasta yang memasuki usia kepala enam. Tujuan peserta mengikuti pelatihan jamur tiram adalah mencari ilmu dan pengetahuan seputar budi daya jamur tiram sebagai bekal pasca pensiun nanti. Tidak dapat dimungkiri, bagi seseorang yang sebelumnya aktif bekerja, bisa saja mengalami sindrom pasca pensiun setelah memasuki masa purnabakti dari lembaga yang selama ini menaunginya. Sindrom pasca pensiun sendiri dapat diartikan sebagai gejala-gejala ketidaksiapan mental seseorang menghadapi kenyataan bahwa yang bersangkutan tidak sudah bekerja lagi alias pensiun. Nah, untuk mencegah hal itu terjadi, peserta melakukan upaya preventif dengan mengikuti pelatihan jamur tiram bersama Daqu Agrotechno. Peserta mempunyai cita-cita ingin mempunyai usaha sendiri pasca pensiun. Peserta berniat untuk terjun langsung ke bisnis budi daya jamur tiram, agar tetap produktif walaupun kelak sudah pensiun. Pelatihan hari pertama dimulai pada pukul 9.00 dimulai dengan penyampaian materi tentang basic budi daya jamur, packing baglog, inokulasi, basic...