Pembongkaran Baglog (Media Tumbuh Jamur Tiram)

Pembongkaran Baglog (Media Tumbuh Jamur Tiram)

Baglog sebenarnya hanya efektif bila digunakan untuk menumbuhkan jamur tiram sebanyak 6-10 kali, atau sekitar 4-6 bulan dari pemrosesan awal. Setelah masa pakainya habis, baglog diambil dan dibongkar. Baglog merupakan limbah budi daya jamur tiram yang apabila tidak ditangani dengan baik, dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Penanganan limbah baglog dimulai dengan memisahkan antara plastik dan media. Plastik dapat dimusnahkan dengan dibakar atau didaur ulang, sedangkan media yang kebanyakan berupa serbuk kayu (atau jerami) dapat diproses menjadi pupuk organik atau digunakan sebagai media ternak belut. Pengolahan bekas media tanam jamur tiram menjadi pupuk organik sangat mudah, yaitu dengan menambahkan EM-4 atau starter pupuk organik lain, kemudian difermentasikan selama 2-4 minggu. Sedangkan sebagai media ternak belut, sisa baglog biasanya dicampur dengan jerami, tanah, dan potongan batang pisang. Semoga bermanfaat....
Penumbuhan Jamur Tiram dan Pemeliharaan

Penumbuhan Jamur Tiram dan Pemeliharaan

Baglog yang telah terisi miselium siap ditumbuhkan jamur tiramnya. Menumbuhkan jamur tiram pada prinsipnya hanya menyobek plastik baglog agar miselium menumbuhkan tubuh dan tudung jamur. Tidak dibutuhkan waktu lama untuk menumbuhkan tubuh dan tudung jamur tiram. Hanya 7-10 hari sejak penyobekan plastik baglog. Langkah-langkah untuk menumbuhkan jamur tiram: Siapkan gunting dan cutter yang bersih dan disterilkan dengan dicelupkan dalam cairan alkohol 70%. Bagian atas baglog, di dekat ikatan paralon, disobek selebar 1-2 cm2. Sobekan ini merupakan tempat tumbuhnya jamur tiram baik. Baglog dipelihara selama 7-10 hari. Jamur tiram tumbuh secara berkelompok dengan ukuran yang berbeda. Meskipun demikian, saat pemanenan, jamur tiram harus dipanen bersamaan dan dicabut hingga ke perakarannya. Setelah jamur tiram generasi pertama dicabut, media digali sedikit untuk membuang sisa-sisa perakaran. Jamur tiram generasi kedua akan muncul dan siap dipanen setelah dipelihara 7-10 hari. Perlakuan budi daya tersebut berlangsung terus menerus hingga 6-10 generasi jamur tiram. Bahkan sebenarnya, di atas 10 generasi pun baglog masih dapat menghasilkan, hanya saja produktivitasnya telah menurun tajam. Semoga bermanfaat....
Inkubasi dan Pemeliharaan Baglog Jamur Tiram

Inkubasi dan Pemeliharaan Baglog Jamur Tiram

Baglog yang telah diisi bibit kemudian ditempatkan pada rak-rak di dalam rumah jamur (kumbung). Pada tahap atau masa inkubasi ini pembudidaya hanya menjaga dan menunggu jamur tiram tumbuh. Agar inkubasi jamur tiram dapat berlangsung dengan baik, suhu rumah jamur harus cukup rendah dengan kelembapan yang tinggi. Suhu ruang sebaiknya antara 20⁰C – 26⁰C dan kelembapan udara di atas 95%. Memelihara kondisi suhu udara dan kelembapan pada tingat ini tidaklah mudah. Perlu dilakukan penyiraman ruangan dan baglog setidaknya 2-3 kali sehari. Penyiraman dilakukan dengan alat semprot dengan nozzle kecil, sehingga menghasilkan efek kabut. Seluruh baglog harus terkena air secara merata. Air yang digunakan untuk menyiram baglog adalah air sumur atau air tanah artesis. Jangan menggunakan air dari sumber air terbuka dan air PAM/PDAM. Sumber air terbuka seperti sungai, danau, dan rawa, kemungkinan tercemar mikroorganisme berbahaya. Sedangkan air PAM/PDAM mengandung kaporit yang dapat mematikan bibit jamur tiram. Pemeliharaan lain yang tidak kalah pentingnya adalah menjaga kebersihan rumah jamur. Meskipun kondisi rumah jamur harus lembap, jangan sampai ada genangan air di lantai, karena hal itu akan merangsang tumbuhnya mikroorganisme dan jamur jenis lain yang akan mengganggu budi daya jamur tiram. Masa inkubasi berlangsung cukup lama, sekitar 40-60 hari. Inkubasi yang berhasil akan membuat media di dalam baglog diselimuti lapisan berwarna putih, seperti pada tempe. Lapisan putih ini sebenarnya adalah miselium jamur tiram. Seleksi baglog perlu dilakukan kembali. Baglog dengan lapisan putih merata, siap diproses lebih lanjut. Baglog dengan lapisan putih yang belum merata, sebaiknya diinkubasikan lagi. Sedangkan baglog tanpa lapisan putih (inkubasi gagal), segera diambil dan dibuang karena kemungkinan terdapat pencemaran. Semoga bermanfaat....
Inokulasi atau Penanaman Bibit Jamur Tiram

Inokulasi atau Penanaman Bibit Jamur Tiram

Inokulasi atau penanaman bibit jamur tiram bukanlah pekerjaan yang sulit, namun membutuhkan ketelitian yang tinggi. Selain itu, peralatan yang digunakan, termasuk pakaian dan sarung tangan, harus steril. Ini untuk menghindari adanya kontaminan mikroorganisme yang akan menghambat pertumbuhan jamur tiram. Sebelum melakukan inokulasi, siapkan peralatan berupa pinset, pembakar bunsen, gelas kecil, dan penyemprot kecil. Pembakar bunsen dapat diganti dengan lampu templok dengan bahan bakar spiritus, bukan minyak tanah. Gelas kecil dan penyemprot kecil diisi dengan larutan alkohol 70% atau lebih tinggi lagi. Jika memungkinkan, inokulasi sebaiknya dilakukan pada enkas agar lebih steril. Selain peralatan, bahan untuk inokulasi juga harus sudah ditempatkan pada meja inokulasi atau enkas. Bahan-bahan tersebut antara lain baglog berisi media, bibit jamur tiram (dalam botol tertutup), alkohol, alumunium foil, dan kapas atau kertas tisu. Setelah peralatan dan bahan siap, inokulasi bibit jamur tiram dapat dilakukan sebagai berikut: Pelaksana inokulasi harus mengenakan pakaian yang bersih dan baru dicuci dengan deterjen. Lebih baik lagi apabila menggunakan pakaian standar laboratorium. Cuci tangan dengan sabun kesehatan. Setelah kering semprot dengan alkohol 70%. Pakaian juga sebaiknya disemprot alkohol 70%. Setelah persiapan awal selesai, ambil pinset kemudian celupkan dalam alkohol. Pinset dilewatkan ke api agar benar-benar steril, kemudian dibiarkan sebentar supaya agak dingin. Buka tutup botol bibit, kemudian ambil bibit dengan pinset. Botol segera ditutup kembali. Bibit kemudian ditanam dalam media baglog hingga seperempat kedalaman media. Baglog yang sudah diisi bibit segera ditutup dan sedapat mungkin segera ditaruh pada rak di dalam rumah jamur. Semoga bermanfaat....

Pembuatan Baglog Jerami

Baglog dari jerami belum banyak digunakan oleh pembudidaya jamur tiram. Jerami selama ini dimanfaatkan untuk budi daya jamur merang. Namun demikian, potensi jerami sebagai media tanam jamur tiram cukup baik, terutama di daerah penghasil padi. Apalagi jika di daerah tersebut jarang, atau tidak ada, industri penggergajian kayu yang merupakan sumber utama untuk mendapatkan serbuk kayu. Penyiapan jerami sebagai media jamur tiram sebenarnya relatif mudah. Berikut langkah untuk menyiapkan baglog jerami sebanyak 100-110 kg. Siapkan jerami segar sebanyak 80-90 kg, kemudian potong kecil-kecil hingga berukuran 1-2 cm. Setelah dipotong, jerami dicuci bersih. Siapkan bekatul/dedak sebanyak 5-10 kg, kapur/dolomit 1-5 kg, gips 1-1,5 kg, dan pupuk fosfat (SP-18/SP-36) 0,5-1 kg. Campurkan bahan-bahan tersebut hingga diperolah bobot media campuran sebanyak 100-110 kg, kemudian beri sedikit air agar lebih lembap. Masukkan campuran media ke dalam kantong plastik 2,5 kg, kemudian tekan dengan botol agar memadat (seperti pada media serbuk kayu). Ikat bagian atas plastik dengan terlebih dahulu memberi pipa paralon seperti pada baglog serbuk kayu. Baglog kemudian disterilisasi menggunakan autoklaf atau drum bersekat. Waktu dan suhu tidak jauh berbeda dengan baglog serbuk kayu. Baglog kemudian didinginkan dalam suhu ruang selama 1 hari. Kemudian ditata di rumah jamur dan siap diinokulasikan bibit jamur. Semoga bermanfaat....
Pembuatan Baglog Serbuk Gergaji: Metode Nonkompos

Pembuatan Baglog Serbuk Gergaji: Metode Nonkompos

Pembuatan baglog jamur tiram dari serbuk kayu secara umum terdapat dua cara, yaitu metode kompos dan metode nonkompos. Berikut ini kami sajikan pembuatan baglog serbuk gergaji dengan menggunakan metode nonkompos. Metode nonkompos atau metode langsung juga dapat dilakukan. Keunggulan metode ini lebih cepat, namun pertumbuhan jamur tiram kurang bagus, dibandingkan metode kompos. Langkah-langkah dalam membuat baglog serbuk kayu dengan metode nonkompos, antara lain: Serbuk kayu dipilih dan diayak hingga diperoleh serbuk kayu yang benar-benar bersih. Serbuk kayu dicampur dengan bahan-bahan lain seperti kapur, bekatul, gips, dan pupuk fosfat. Aduk hingga merata. Tambahkan air bersih hingga media campuran cukup lembap. Cara mengujinya sama dengan metode kompos. Masukkan media ke dalam kantong plastik 2,5 kg, kemudian padatkan menggunakan botol. Sisakan plastik pada bagian atas 3-5 cm. Beri pipa paralon dan lakukan pengikatan seperti halnya pada metode kompos, sehingga terbentuk baglog. Baglog kemudian disterilisasi (dipanaskan) dengan menggunakan autoklaf atau drum bersekat. Suhu dan waktu tidak berbeda dengan metode kompos. Baglog didinginkan pada suhu ruang selama 1 hari, kemudian dipindahkan ke rumah jamur dan siap digunakan. Semoga bermanfaat....