Persiapan Bibit Dalam Budidaya Jamur Tiram

Persiapan Bibit Dalam Budidaya Jamur Tiram

Sebelum budidaya jamur tiram dilakukan, persiapkan bibit terlebih dahulu.  Bibit jamur bisa diperoleh dari biakan sendiri atau dengan cara membeli. Bisa pula petani membeli bibit jamur siap semai.  Pastikan bibit jamur yang dibeli sudah memiliki pertumbuhan miselium ke seluruh media tumbuh, ada tidaknya kontaminasi, umur bibit, dan tanggal inokulasinya. Setelah bibit jamur diterima, segera saja diletakkan di ruangan inkubasi yang suhunya diatru sesuai dengan syarat tumbuhnya.  Bila bibit dari hasil sendiri, sebelum bibit disemai, letakkan juga diruangan inkubasi yang suhunya diatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan syarat tumbuh jamur tersebut.  (YIN). Sumber : Buku “Sukses Budidaya Jamur Tiram” Penulis  : Yusnu Iman Nurhakim...
Tips Cara Penyiraman Budidaya Tanaman Mentimun

Tips Cara Penyiraman Budidaya Tanaman Mentimun

Pada awal pertumbuhan, diusahakan keadaan telah cukup basah dengan cara diairi secara rutin 1 – 2 kali sehari trutama penanaman dimusim kemarau.  Penyiraman yang baik dilakukan pada pagi atau sore hari. Pengairan dapat dilakukan dengan sistem leb bila sumber air mencukupi.  Caranya, air disalurkan melalui parit-parit (selokan) sampai menggenangi 2/3 tinggi bedengan dan biarkan merembes kedalam tanah bedengan selama 20 – 30 menit, kemudian air dikeluarkan dari petak kebun melalui saluran drainase (pembuangan) sampai airnya habis. Pada periode pertumbuhan tanaman muda dan dewasa, pengairan dapat dikurangi menjadi 5 – 7 hari sekali tergantung keadaan tanahnya.  Kelebihan air disaat tanaman mentimun berbunga atau berbuah akan megakibatkan bunga dan buah montok.(W/BS). Sumber : Buku “BERTANAM MENTIMUN Dimusim Kemarau & Musim Hujan” Penulis  : Warsana, SP., M.Si dan Ir. Budi Samadi   Artikel Sebelumnya        : Pemasangan Ajir Pada Tanaman Mentimun Artikel Selengkapnya    ...
Sterilisasi Peralatan Dalam Budidaya Jamur Tiram

Sterilisasi Peralatan Dalam Budidaya Jamur Tiram

Sterilisasi peralatan bisa dilakukan dengan cara pemanasan kering maupun basah.  Misalnya saja wadah botol, gelas, logam.  Pemanasan kering dilakukan dengan cara menaruh wadah atau gelas ke dalam oven yang bersuhu tinggi selama jangka waktu tertentu.  Untuk pemasangan kering, wadah atau gelas harus dalam keadaan benar-benar kering sebelum dimasukkan ke oven.  Pasalnya, bila wadah masih dalam kondisi basah bisa mengakibatkan pecah. Pemanasan basah, biasanya dipakai autoklaf pada tekanan 1 atmosfer (atm) dengan suhu dan waktu tertentu.  Angka suhu dan waktu tertentu.  Agak suhu yang dipakai untuk pemanasan biasanya pada suhu 121 derajat Celcius selama 15 menit atau 115 derajat Celscius selama 30 menit. Cara sterilisasi pembakaran biasanya diperuntukkan peralatan yang terbuat dari logam seperti jarum inokulasi, pinset, pisau.  Alat-alat logam itu dipanaskan sampai membara. Untuk wadah gelas yang telah disterilisasi di dalam autoklaf, ketika dipakai, dilakukan sterilisasi lagi di bagian ujung mulut wadah dengan cara pemanasan beberapa saat.  (YIN). Sumber : Buku “Sukses Budidaya Jamur Tiram” Penulis  : Yusnu Iman...
Pemasangan Ajir Pada Tanaman Mentimun

Pemasangan Ajir Pada Tanaman Mentimun

Pemasangan ajir dapat dilakukan bersama tanaman atau setelah tanaman mempunyai tinggi 20 – 30 cm.  Ajir dibuat dari bahan bambu berukuran lebar 4 cm, panjang 2 – 2,25 cm, dan bagian bawah ajir dibuat runcing.  Ajir ini berfungsi untuk merambatkan tanaman mentimun sehingga dapat tumbuh tegak mengikuti arah ajir.  Pemasangan ajir dilakukan dengan cara menancapkan ajir ke dalam tanah sedalam 20 – 30 cm pada posisi miring kearah dalam.  Ajir dipasang secara berjajar mengikuti arah panjang bedengan sesuai pola tanamnya. Pada pola tanam segi empat, dua ajir yang berhadapan dan berpotongan dekat ujung ajir diikat dengan tali rafia.  Pada titik-titik perpotongan ajir yang berjejer sepanjang bedengan dipasang palang horizontal agar posisi ajir lebih kuat. (W/BS).   Sumber : Buku “BERTANAM MENTIMUN Dimusim Kemarau & Musim Hujan” Penulis  : Warsana, SP., M.Si dan Ir. Budi Samadi   Artikel Sebelumnya         : Penyulaman Bibit Mentimun  Artikel Selengkapnya     : Bertanam Mentimun...
Sterilisasi Ruangan dan Kumbung Dalam Budidaya Jamur Tiram

Sterilisasi Ruangan dan Kumbung Dalam Budidaya Jamur Tiram

Sebelum memulai budidaya jamur tiram, terlebih dahulu membuat persiapannya.  Salah satunya adalah sterilisasi ruangan dan kumbung.  Ruangan seperti laminar harus sterilisasi karena tempat ini diperuntukkan pekerjaan yang berkaitan dengan jasad mikro.  Misalnya saja, isolasi atau pemindahan zat mikro dari wadah satu ke wadah lainnya.  Ruangan seperti ini disterilisasi dengan cara penyemprotan alkohol atau spirtus 95%.  Bisa juga dengan cara penyinaran yang memakai sinar ultra violet (UV). Untuk ruangan kerja yang berukuran besar, sterilisasi dengan cara penyuemprotan formaldehid 2-5 %.   Selama melakukan kegiatan penyemprotan ini, ruangan harus dalam keadaan tertutup rapat. (YIN). Sumber : Buku “Sukses Budidaya Jamur Tiram” Penulis  : Yusnu Iman...
Penyulaman Bibit Mentimun

Penyulaman Bibit Mentimun

Bibit mentimun yang telah di tanam dikebun tidak semuanya hidup sempurna.  Apabila ditemukan tanaman yang mati atau terserang penyakit segera diganti dengan bibit baru yang berumur sama (bibit cadangan) agar kelak pertumbuhannya seragam.  Untuk kepentingan tersebut, maka saat melakukan pembibitan harus disedikan tumbuhan bibit cadangan sebanyak 10% dari total kebutuhan bibit. Penyulaman dilakukan sekitar 7 hari setelah tanam dengan mengganti tanaman yang mati, pertumbuhannyya lambat, dan tanaman yang terserang penyakit.  Penyulaman sebaiknya dilakukan pada sore hari untuk menghindari tanaman layu. (W/BS).   Sumber : Buku “BERTANAM MENTIMUN Dimusim Kemarau & Musim Hujan” Penulis  : Warsana, SP., M.Si dan Ir. Budi Samadi   Artikel Sebelumnya         : Waktu Tanam Mentimun  Artikel Selengkapnya    ...