Tebar Benih Ikan Nila Akino di Laboratorium Perikanan Terpadu Daqu Agrotechno

Tebar Benih Ikan Nila Akino di Laboratorium Perikanan Terpadu Daqu Agrotechno

(21/08/2017) Pagi itu sang surya belum terlihat bersinar sempurna karena masih tertutup awan, namun tim Daqu Agrotechno sudah bersiap-siap di Laboratorium Perikanan Terpadu, Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, untuk melakukan tebar benih ikan sebagai salah satu kegiatan yang dilakukan dalam Program Pengolahan Lahan Sedekah Produktif. Benih ikan yang ditebar adalah benih ikan nila akino. Berdasarkan sistem klasifikasi makhluk hidup, ikan bernama latin Oreochromis niloticus ini digolongkan ke dalam: Kerajaan: Animalia Filum: Chordata Kelas: Osteichtyes Ordo: Perciformes Famili: Cichlidae Genus: Oreochromis Spesies: Oreochromis niloticus Nama latin: Oreochromis niloticus Ikan nila ini berkerabat dengan mujair (Oreochromis mossambicus), sebagaimana kerabatnya itu, ikan nila juga memiliki potensi sebagai ikan yang invasif apabila terlepas ke badan-badan air alami. Genus Oreochromis memiliki kemampuan adaptasi dan toleransi yang tinggi terhadap kualitas air pada kisaran yang lebar. Anggota-anggota genus ini dapat hidup dalam kondisi lingkungan yang ekstrem sekalipun karena sering ditemukan hidup normal pada habitat-habitat dimana jenis ikan air tawar lainnya tidak dapat hidup. Hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan mengapa tim Daqu Agrotechno memilih benih ikan nila akino sebagai benih ikan yang ditebar pada hari ini. Sekitar 10.000 benih ikan nila akino sudah berada di lokasi sejak kemarin. Diberikan tenggang waktu satu hari agar benih ikan dapat beristirahat dan beradaptasi terlebih dahulu sebelum akhirnya dilepaskan ke kolam yang berukuran lebih luas. Pak Husin selaku perwakilan dari Daqu Agrotechno dan Kang Rahmat selaku pengelola melakukan tebar benih ikan pada pukul 9.30 WIB. Bukan hanya Pak Husin dan Kang Rahmat saja yang menebarkan benih, sejumlah santriwati Tahfizh Camp Daarul Qur’an pun terlihat sangat antusias turut berpartisipasi dalam kegiatan penebaran benih ikan ini. Wah.. Ternyata selain mahir dalam menghafal...
Budidaya Kacang Panjang Organik

Budidaya Kacang Panjang Organik

Kacang panjang atau Vigna sinensis digolongkan ke dalam famili leguminosa. Famili leguminosa biasa dimanfaatkan petani sebagai tanaman sela untuk memulihkan kandungan nitrogen tanah. Selain bermanfaat sebagai tanaman sela, budidaya kacang panjang sangat potensial secara ekonomi. Budidaya kacang panjang dapat dilakukan di dataran tinggi hingga 800 mdpl, maupun rendah. Suhu optimum pertumbuhannya ada di rentang 15-24⁰C dengan curah hujan 600-1500 mm per tahun. Sedangkan suhu maksimum yang bisa dicapai adalah 35⁰C dan suhu minimum 10⁰C. Di Indonesia, budidaya kacang panjang bisa dilakukan sepanjang musim. Namun kebiasaan petani menanamnya di awal musim hujan, terkecuali untuk tanah sawah, petani biasanya menanam di musim kemarau. Kacang panjang menyukai tipe tanah gembur yang terkena langsung sinar matahari dengan drainase yang baik. Kandungan hara yang berlebih membuat tanaman bertumbuh subur, hanya produksi bijinya minim. Sedangkan di tanah yang unsur haranya lebih rendah, daun tanaman tidak begitu subur namun produksi bijinya bisa lebih baik. Pengolahan lahan budidaya kacang panjang Pengolahan tanah berupa pembajakan diperlukan apabila budidaya kacang panjang dilakukan di tanah sawah atau tanah padat. Sedangkan untuk tanah yang sudah gembur tidak diperlukan lagi pembajakan. Buatlah bedengan di atas tanah yang sudah dibajak atau sudah gembur. Tanah yang dibuat bedengan diusahakan sehalus mungkin agar perakaran tanaman dan drainase berkembang baik. Bila memungkinkan, bedengan dibuat sejajar arah timur ke barat. Hal ini berguna untuk memaksimalkan penyinaran matahari. Buat bedengan dengan ukuran lebar 80-90 cm, dengan ketinggian 20-25 cm khusus untuk tanah sawah bisa ditinggikan hingga 30 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan lanskap lahan. Jarak antar bedengan dibuat selebar 40-50 cm. Jarak selebar itu berguna untuk memudahkan proses perawatan dan pemanenan yang dilakukan secara bertahap. Selain itu, jarak...
Kambing Boerka, Silangan Baru Kambing Kacang

Kambing Boerka, Silangan Baru Kambing Kacang

Berbicara qurban, berkaitan erat dengan kambing karena kambing merupakan salah satu hewan yang sangat ditekankan untuk dijadikan sebagai hewan qurban. Puslitbang Peternakan (Puslitbangnak) berhasil menyilangkan kambing kacang dan kambing impor berjenis boer. Hasil silangan ini dinamakan kambing boerka. Sudah rahasia umum para peternak kecil lebih menyukai memelihara kambing lokal seperti kambing kacang. Hal ini disebabkan karena jenis ternak kambing ini sangat mudah dirawat, tahan banting terhadap kondisi iklim, diberi pakan apa pun tidak rewel, dan bisa beranak banyak. Namun kendalanya adalah pertumbuhan kambing kacang relatif lambat. Terutama apabila dibandingkan dengan jenis-jenis kambing impor. Ukurannya pun relatif kecil. Tentu saja  ini berpengaruh terhadap hasil panen yang diperoleh. Sudah beberapa tahun belakangan, Puslitbangnak mencoba berinovasi dengan menyilangkan kambing kacang dengan kambing boer. Kini hasil silangan tersebut sudah menampakkan hasil. Kambing kacang yang mungil tumbuh lebih bongsor. Silangan ini dinamakan kambing boerka. Diambil dari kata boer dan kacang. Berdasarkan keterangan resminya, kambing boerka ini memiliki sifat pertumbuhan yang cepat, bobot lahirnya lebih berat 40% dari kambing kacang. Laju pertumbuhannya sekitar 45% lebih cepat untuk jantan dan 40% lebih cepat pada betina. Dalam tempo 12-18 bulan sudah siap potong dengan estimasi berat sekitar 26-36 kg per ekor. Selain bobot dan pertumbuhannya yang tinggi, boerka mewarisi karakter kambing kacang yang tahan banting. Daya adaptasi terhadap lingkungan tropis yang basah cukup baik. Peternak tidak perlu khawatir apabila kambing ini bersifat “manja” seperti kebanyakan jenis kambing introduksi dari luar. Peternak juga tidak perlu khawatir dengan kebiasaan konsumen kita terhadap rasa daging kambing lokal. Kambing boerka ini memiliki tekstur yang mirip dengan kambing kacang. Mutu karkasnya termasuk mutu I, sama halnya dengan kambing kacang. Sifat fisik daging...
Budidaya Kangkung Darat Organik

Budidaya Kangkung Darat Organik

Terdapat dua jenis kangkung yaitu kangkung darat dan kangkung air. Perbedaan utama dua jenis kangkung ini adalah pada bentuk daun dan warna bunga. Kangkung darat (Ipomea reptans) berwarna hijau terang dengan ujung daun yang runcing. Warna bunga darat putih. Sedangkan kangkung air (Ipomea aquatica) daunnya berwarna hijau agak gelap dengan ujung yang membulat atau lebih tumpul sehingga terlihat lebih lebar. Warna bunga kangkung air cenderung ungu. Selain perbedaan fisik, kebiasaan cara memanen dua jenis kangkung ini berbeda pula. Kangkung darat dipanen dengan cara dicabut, sedangkan kangkung air dipanen dengan cara dipotong. Saat ini, kangkung darat lebih banyak beredar di pasar-pasar komersial dibanding kangkung air. Kangkung air lebih banyak dikonsumsi dan ditanam secara subsisten oleh masyarakat. Budidaya kangkung darat sangat mudah, karena sayuran ini bersiklus panen cepat dan relatif tahan hama. Karena itulah, harga kangkung di pasaran relatif murah dibanding jenis sayuran lain. Untuk meningkatkan nilai tambah, kita bisa melakukan budidaya kangkung darat secara organik. Harga kangkung darat organik relatif lebih tinggi. Budidaya kangkung darat dapat dilakukan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Untuk bisa tumbuh dan berkembang dengan baik, budidaya kangkung darat harus mendapatkan curah hujan dan sinar matahari yang cukup. Kangkung darat bisa diperbanyak dengan biji dan stek. Namun khusus untuk kangkung darat, para petani biasa melakukannya dengan biji. Penyiapan benih untuk budidaya kangkung Untuk mendapatkan tanaman yang baik, tentunya harus dilakukan pemilihan benih yang baik pula. Terdapat beberapa benih unggul kangkung yang terkenal seperti varietas Sutera dan Bangkok. Benih sutera merupakan benih yang diintroduksi dari kangkung Hawaii oleh Departemen Pertanian pada tahun 1980-an. Namun yang banyak beredar saat ini adalah kangkung keluaran Bisi dan Panah Merah...
Beli Hewan Qurban dari Petani Langsung untuk Meningkatkan Ekonomi Mereka

Beli Hewan Qurban dari Petani Langsung untuk Meningkatkan Ekonomi Mereka

Assalaamu’alaykum warahmatullaah wabarakaatuh. Nilai hari raya dalam pandangan Islam bukan lah semata-mata sebagai rutinitas tahunan biasa. Hari raya menjadi sangat berarti karena sejatinya ia berkaitan dengan ibadah-ibadah penting di dalam Islam. InsyaAllah sebentar lagi kita akan menyambut salah satu hari raya ummat Islam yaitu Hari Raya Idul Adha 1438 H. Salah satu ibadah penting yang disyariatkan untuk ditunaikan pada hari itu adalah berqurban. Sebagai seorang muslim, sudah kah kita persiapkan hal itu? Atau minimal sudah ada niatan dalam diri kita untuk segera menunaikannya.. Kami Daqu Agrotechno menawarkan hasil ternak dari petani binaan kami yang tergabung dan terbina dalam satu program kami yang bernama Program Peternakan Berbasis Lingkungan. Program Peternakan Berbasis Lingkungan yang diusung oleh Daqu Agrotechno merupakan bagian dari aktivitas pertanian berkelanjutan. Pertanian berkelanjutan adalah gerakan pertanian yang menggunakan prinsip ekologi. Pertanian berkelanjutan telah didefinisikan sebagai sebuah sistem terintegrasi antara praktek produksi tanaman dan hewan dalam sebuah lokasi dan dalam jangka panjang. Petani-petani binaan program ini merupakan petani-petani kecil yang berada di wilayah pedesaan Sukabumi, Jawa Barat. Saat awal pembinaan, diberikan 1 ekor domba untuk masing-masing petani binaan. Selain diberikan bibit hewan ternak, petani binaan juga dibekali dengan ilmu mengenai peternakan berbasis lingkungan sehingga mereka bisa memelihara hewan ternaknya dengan baik mulai dari bibit sampai bisa bertumbuh dan berkembangbiak. Dengan membeli hasil ternaik ini, selain Anda mendapatkan hewan ternak yang berkualitas untuk berqurban, Anda juga turut berpartisipasi dalam peningkatan ekonomi petani binaan karena dengan pembelian hasil ternak ini Anda ikut meringankan perekonomian keluaraga petani di pedesaan, terutama petani binaan yang mendapatkan binaan dalam program ini.   Jenis hewan qurban yang ditawarkan: Domba Spesial (+-20 kg) : Rp 1.900.000,- Domba...
Panduan Teknis Budidaya Melon

Panduan Teknis Budidaya Melon

Melon (Cucumis melo) termasuk dalam suku timun-timunan. Masih satu kerabat dengan semangka, blewah dan timun suri. Seperti halnya suku timun-timunan lain, melon bertumbuh merambat tetapi tidak bisa memanjat. Bila tidak ditopang, tanaman ini akan tumbuh menjalar di atas permukaan tanah. Tempat ideal untuk budidaya melon berada pada kisaran ketinggian 250-700 mdpl. Bila ketinggian kurang dari 250 m, tanaman melon cenderung menghasilkan buah yang kecil. Sedangkan di dataran tinggi dengan suhu di bawah 18⁰C, tanaman ini sulit untuk berkembang. Tanaman melon menghendaki tingkat kelembaban udara 50-70%. Suhu rata-rata yang cocok untuk budidaya melon berkisar 25-30⁰C dengan curah hujan 1500-2500 mm/tahun. Kualitas buah melon akan semakin baik apabila terdapat perbedaan suhu siang dan malam yang cukup signifikan. Jenis buah melon Jenis buah melon sangat beragam. Namun hanya 3 kultivar yang populer dibudidayakan, yakni reticalatus, inodorus dan cantalupensis. Reticalatus. Jenis melon ini merupakan kultivar paling populer. Bentuknya membulat dengan kulit buah berwarna hijau dan teksturnya berjala, seperti terlapisi jaring. Daging buah berwarna hijau muda hingga oranye. Inodorus. Jenis ini memiliki kulit buah yang mulus tidak berjala. Bentuknya membulat hingga lonjong. Warna kulit buah kuning hingga kuning pucat kehijauan. Warna dagingnya ada yang hijau, oranye hingga putih. Daging buah tidak beraroma. Cantalupensis. Jenis ini memiliki kulit buah yang bergelombang seperti labu, atau disebut berjuring. Daging buah berwarna kuning atau oranye, aromanya sangat kuat. Blewah termasuk dalam jenis ini. Pembibitan tanaman melon Tanaman melon untuk budidaya biasanya diperbanyak secara generatif dari biji atau benih. Untuk budidaya melon seluas satu hektar diperlukan bibit tanaman sekitar 16.000-20.000 pohon atau setara dengan 500-700 gram benih melon. Sebelum ditanam, benih harus dikecambahkan terlebih dahulu. Caranya dengan merendam benih...