Ibu PKK Bekasi Utara Gathering di Edu Wisata Agrotechno Bersama Anak

Cianjur, Jawa Barat (09/02/2019)–Ada banyak cara untuk mengisi akhir pekan alias weekend bersama keluarga. Mulai dari makan-makan dirumah, keliling ke tempat sejarah, main pasir di pantai dan sampai ada juga yang berlibur di lahan terbuka bebas, sambil menikmati mahakarya ciptaan Tuhan. Ibu-ibu PKK Bekasi Utara contohnya, sekitar 32 orang Ibu dan anak memilih liburan sambil mendapatkan ilmu di Edu wisata pertanian Daqu Agrotechno. Suasana yang adem, biaya yang terjangkau dan tetap meng-edukasi menjadi alasan. “Maklum ibu” perumahan ngumpulnya kalo arisan aja,sehari” ya di rumah ngurusin rumah dan anak,biar mereka refreshing.” Ucap Bu Endang Salah satu koordinator Ibu Pkk,Permata Hijau Permai, Bekasi Utara. “Tadinya mau me-time, khusus ibu” nya aja, namanya naluri ibu gak tega juga ninggalin anak sama bapak”nya.” Tambahnya. Acara berlangsung setengah hari, mulai pukul 10.00 – pukul 14.00 WIB. Diisi dengan pengenalan, edukasi jamur, petik jamur langsung dari kumbungnya, shalat berjamaah, makan liwetan, game kelompok, foto bareng dan borong hasil olahan produk jamur tiram, seperti bakso jamur, nugget jamur dan jamur crispy. Selain dibekali ilmu tentang jamur, peserta edu wisata juga mendapatkan 1 kg jamur tiram segar dari panitia perorang. Seusai acara, begini komentar Pak Haryono, ketua RT 04/19 Permata Hijau Permai  : “Alhamduillah selama disini kita terima dengan puas ya, pelayanannya dan lain sebagainya, terus ilmunya.  Dan kedepannya mungkin di perbanyak lagi ini nya (Pelatihannya) jangan sampai putus ya, supaya generasi kita mengenal jamur tiram. Saya senang sekali, terimakasih atas pelayanannya di tempat ini dan semoga semua jadi berkah ya..”. Berikut beberapa moment-moment seru yang tertangkap kamera :...

Faktor Penting Dalam Pengomposan

Kompos merupakan hasil penguraian bahan organik oleh mikroorganisme.   Penguraian ini sebenarnya proses biologis oleh mikroorganisme yang sumber energinya berasal dari sampah organik.  Proses biologis ini berjalan secara alami karena mikroorganisme memang membutuhkan energi untuk tetap hidup dan berkembang biak.  Sebagian besar sampah organik dapat mengalami proses dekomposisi secara alami.  Namun, proses alami membutuhkan waktu yang lama.  Jika pembuatan kompos akan dijadikan sebuah peluang usaha, perlu adanya usaha untuk mempercepat proses pengomposan.  Salahsatunya dengan menggunakan bantuan mikroorganisme atau dekomposer.  Berikut beberapa faktor yang harus diperhatikan untuk mempercepat proses dekomposisi. a. Suhu, pH, dan Air Proses penguraian bahan organik dan mikroorganisme lebih optimal pada suhu  30-400 C dengan tingkat kelembapan 40-60%.  Artinya, tidak terlalu banyak air, tetapi juga tidak terlalu kering.  Kelembapan bahan organik membuat mikroorganisme dekomposer cepat berkembang biak sehingga proses penguraian menjadi lebih cepat.  Kecepatan penguraian juga berkaitan dengan pH bahan organik.  pH awal sebaiknya sekitar 6,5 – 6,7 agar hewan pengurai seperti cacing dapat bekerja sama dengan mikroorganisme pengurai.  Jika bahan organik yang akan dikomposkan terlalu asam-dibawah 6,5-perlu dinaikkan terlebih dahulu dengan memberi kapur.  Pada awal proses pengomposan, pH akan menjadi agak asam karena bahan organik diurai dan menghasilkan asam organik.  Namun, semakin lama, pH akan netral. b. Variasi dan Ukuran Bahan Kompos Ukuran sampah organik sebagai bahan baku kompos mempengaruhi cepat atau lambat proses penguraian.  Para produsen kompos biasanya mencacah sampah menjadi ukuran kecil terlebih dahulu.  Selain itu, kombinasi samaph organik juga menjadi faktor penting dalam proses penguraian.  Semakin banyak variasi campuran sampah organik, semakin baik kualitas kompos yang akan dihasilkan. c. Nitorgen dalam Bahan Organik Bakteri pengurai membutuhkan unsur nitrogen selama proses penguraian.  Pasalnya, bakteri memerlukan nitrogen ...

Budidaya Tanaman Pak Choy dan Sawi

Syarat Tumbuh Setiap jenis tanaman memilik syarat-syarat tertentu untuk dapat tumbuh dan berkembang secara baik.  Persyaratan tumbuh ini sangat penting untuk diketahui agar tanaman yang diusahakan dapat berproduksi optimal.  Faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap perkembangan tanaman adalah iklim dan tanah. Syarat Iklim Pak choy dan sawi merupakan tanaman sayuran sub tropis, tetapi dengan kemajuan teknologi tanaman sawi dan pak choy sudah banyak ditanam di daerah tropis (panas).  Kondisi iklim yang cocok untuk pertumbuhan tanaman pak choy dan sawi adalah daerah yang berhawa dingin dengan suhu antara 150 C – 200 C dan penyinaran matahari antara 10 – 13 jam perhari. Budidaya tanaman sawi dan pak choy, pada umumnya ditanam di dataran rendah karena sawi lebih toleran terhadap suhu panas.  Tanaman sawi ini lebih mudah berbunga dan menghasilkan biji sehingga banyak petani yang menggunakan bijinya untuk penanaman berikutnya. Pada pertumbuhannya, tanaman pak choy dan sawi sangat membutuhkan sinar matahari sebagai sumber energi untuk pembentukan gula melalui proses fotosintesis, perkembangan daun dan pembungaan.  Tanaman yang kurang mendapatkan sinar matahari, pertumbuhannya akan lambat.  Oleh karena itu, tanaman ini lebih baik ditanam dilahan terbuka terutama untuk tanaman sawi. Syarat Tanah Tanaman Pak choy dan sawi dapat ditanam pada berbagai jenis tanah, namun kondisi tanah yang paling cocok untuk tanaman pak choy dan sawi adalah tanah yang subur, gembur dan banyak mengandung bahan organik dan sistem irigasi yang baik.  Pada tanah yang kurang subur perlu diberikan penambahan pupuk organik lebih banyak dan penambahan pupuk buatan yang mengandung unsur hara makro dan unsur hara mikro.  Pada tanah liat, pemberian pupuk kandang dapat melonggarkan susunan tanah sehingga tanah lebih gembur.  Dengan demikian akar-akar lebih mudah masuk...

VARIETAS SAWI DAN PAK CHOY

Sawi dan pak choy mempunyai banyak varietas, baik varietas lokal maupun varietas yang berasal dari luar negeri (varietas introduksi).  Beberapa varietas hibrida yang telah beredar di pasaran yang berasal dari luar negeri, diantaranya berasal dari Taiwan, Korea, Jepang, Thailand dan Amerika (USA). Di Indonesia, masyarakat tani banyak menanam sawi jenis hibrida daripada sawi non hibrida.  Hal ini dikarenakan varietas sawi (caisim) memiliki beberapa keunggulan anatara lain adalah produksinya tinggi, pertumbuhan tanaman cepat dan kuat, memiliki daun yang berkualitas lebih baik (tekstur halus, renyah, dan rasa lebih enak), umur panen lebih pendek (genjah), dan tahan terhadap beberapa hama dan penyakit. Adapun varietas-varietas unggul yang menguntungkan untuk dibudidayakan adalah sebagai berikut: Gardena (Caisim) Pertumbuhan tanaman tegak dan produktif.  Bentuk daunnya oval lebar dengan tangkai daun besar Panjang.  Daun varietas ini luas daya adaptasinya, sehingga dapat di tanam di daerah terbuka dengan ketinggian antara 100 m – 1000 m dpl ( di atas permukaan laut ). Tanaman varietas Gardena dapat dipanen pada umur 30 – 35 HST (Hari Setelah Tanam) dan potensi produksinya sekitar 20 – 26 ton/hektar. Tosakan (Caisim) Pertumbuhan tanaman tegak, produktif, dan tanaman tidak cepat berbunga.  Daunnya berbentuk oval agak bulat, tebal, dan agak berserat.  Daun dan tangkai daunnya berwarna hijau muda.  Tanaman tosakan ini memiliki daya adaptasi cukup luas, hingga bisa ditanam mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi (10 m – 700 m dpl).  Panen dapat dilakukan pada umur 30 – 35 hari HST dan potensi produksinya bisa mencapai 20 – 25 ton/hektar. Varietas F1 Regency Pertumbuhan tanamannya seragam dan tinggi tanaman bisa mencapai 41 cm.  Tanaman jenis ini tidak mudah keluar bunga dan kualitas daunnya baik...

Penanganan Pasca Panen Jamur Tiram

Foto : Riswandi, Daqu Agrotechni Penanganan pasca panen juga merupakan usaha untuk mempertahankan kualitas jamur tiram.  Ada beberapa tindakan pasca panen yang harus dilakukan, yaitu : Pemilahan dan grading, Pengemasan, Penyimpanan, Distribusi ; dan Pengolahan Dengan menguasai kelima perlakuan pascapanen ini, pembudidaya dapat meningkatkan keuntungan dan menekan kerugian hingga sekecil mungkin. Pemilahan dan Grading Tindakan pascapanen seperti pemilahan dan grading, masih jarang dilakukan. Padahal kedua tindakan tersebut sangat penting untuk mempertahankan kualitas produk jamur tiram. Pemilahan adalah memisahkan antara jamur tiram yang baik dengan yang rusak.  Sedangkan grading adalah mengelompokkan jamur tiram yang baik ke dalam kelas-kelas kualitas. Pemilahan dilakukan segera setelah pemanenan untuk menghindari kerusakan akibat pencampuran jamur yang rusak dan yang bagus. Setelah dipilah, jamur tiram dikelompokkan ke dalam kelas-kelas kualitas. Proses grading biasanya dilanjutkan dengan proses pengemasan. Pengemasan Jamur tiram dikemas untuk dua tujuan, yaitu agar terhindar dari kerusakan dan agar terlihat lebih menarik. Pengemasan jamur tiram menggunakan plastik bening. Setiap plastik berisi 50 – 100 gram. Isi kemasan jamur tiram sebaiknya jangan terlalu banyak, karena menjadi tidak menarik dan kemungkinan kerusakan juga tinggi. Penyimpanan Tidak mudah menyimpan produk pertanian yang dikenal mudah rusak, apalagi produk seperti jamur tiram. Jamur tiram memerlukan suhu penyimpanan antara 0°C – 10°C. Semakin rendah suhu, semakin awet jamur. Namun demikian, penyimpanan tidak boleh dibawah titik beku (0°C), karena jamur akan mengalami kerusakan akibat suhu dingin (Chilling Injury). Barakallah! (w/kd).   Sumber: buku “Tiram Menabur Jamur, Menuai Rupiah” Penulis: Warisno, S.PKP & Kres Dahana,...
Kesalahan Teknis Budidaya Jamur Tiram

Kesalahan Teknis Budidaya Jamur Tiram

Penyebab kegagalan dalam budi daya jamur tiram seringkali datang dari faktor pembudidaya sendiri.  Ketelitian, kecermatan, dan sterilisasi  menjadi kunci dalam budi daya jamur tiram. Faktor pengalaman tidak menjamin pembudidaya terhindar dari kesalahan teknis budi daya. Pembelajaran dari pengalamanlah yang penting.  Berikut beberapa kesalahan dalam teknis budi daya jamur tiram. Peralatan Tidak Stabil Budi daya jamur tiram rentan dengan kontaminan, terutama yang berasal dari mikroba dan jamur.  Di awal sudah dijelaskan mengenai keharusan melakukan sterilisasi pada setiap pekerjaan, terutama peralatan yang digunakan.  Terkadang, pembudidaya mengabaikan sterilisasi dan ingin serbapraktis dan cepat.  Akibatnya, muncul berbagai gangguan yang berasal dari bakteri, virus dan cendawan/jamur lain. Baglog Tidak disterilkan Salah satu tahap budi daya yang penting adalah mensterilkan baglog dengan cara memasaknya.  Tahap ini memang membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit.  Banyak pula pembudidaya melewatkan proses ini. Pada awalnya, peniadaan proses sterilisasi baglog memang tampak tidak bermasalah.  Namun apabila di kemudian hari, akan muncul serangan penyakit yang serius akibat kelalaian ini. Lantai Rumah Jamur Becek Lantai rumah jamur becek akibat penyiraman yang berlebihan juga merupakan suatu kesalahan teknis budi daya.  Memang tanaman jamur tiram membutuhkan kondisi sejuk dan lembap.  Namun apabila kondisi rumah jamur becek dan banyak air tergenang, justru akan merangsang munculnya jamur-juamur jenis lain yang mengganggu pertumbuhan jamur tiram, baik menyerang secara langsung maupun menghambat penyerapan unsur harta. Botol Bibit Tidak Ditutup Rapat Pekerjaan yang mudah namun sering dilupakan.  Botol bibit yang tidak ditutup rapat akan mendatangkan masalah tersendiri.  Di udara, banyak sekali kontaminan berupa spora jamur dan bakteri yang siap masuk dan mengganggu bibit jamur tiram.  Sebagian besar penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan jamur tiram masuk melalui bibit...