Cara Tanam Kecipir

 

Image result for kecipir

foto : deherba.com

Tanaman kecipir biasanya ditanam di pekrangan untuk kebutuhan sendiri.  Kecipir dapat ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi.  Tanaman ii tidak membutuhkan tempat yang subur.

Beberapa syarat tumbuh tanaman kecipir adalah air tanah tidak menggenang, iklimnya kering, dan pH antara 5,5 – 6,5 .  Oleh karena itu, kecipir akan lebih baik jika ditanam pada awal musim kemarau.  Walaupun demikian, kecipir dapat pula ditanam pada musim hujan, tetapi hasil produksinya akan rendah bahkan tidak berbuah.  Jika hal itu terjadi maka tanaman akan berbuah musim kemarau berikutnya.  Artinya, umurnya menjadi lebih panjang.

Kecipir dikembangbiakkan dengan bijinya.  Biji tersebut dapat langung ditanam di kebun yang telah di siapkan.  Kebutuhan biji untuk penanaman seluas satu hektar diperlukan 30 kg biji.  Lahan yang akan ditanami dicangkul dan diberikanpupuk kandang jika lahan tersebut tandus.  Sebaliknya, pada lahan yang masih subur pemberian pupuk kandang itu dapat ditiadakan.  Lahan lalu diratakan dan dibuat lubang tanam menggunakan tugal yang jaraknya 20-30 cm dan jarak antarbaris lubang 75 cm.  Setiap lubang ditanami 1 – 2 biji, lalu ditutup tipis-tipis dengan tanah.

Biji kecipir dapat tumbuh setelah lima hari kemudian.  Setelah tinggi tanaman mencapai 10 cm atau berumur dua minggu setelah ditanam, dipasang ajir dari bambu yang tingginya 1,5 – 2 m.  Tanaman dapat diberi pupuk buatan berupa Urea dan TSP dengan perbandingan 1 : 2 sebanyak 6 g tiap tanaman.  sJika ditanam di pekarangan, kecipir dapat dirambatkan pada pohon- pohon besar di dekatnya atau pada pagar – pagar pekarangan. (HS/FAN).

 

Sumber : Buku “Bertanam Sayuran Buah 20 Sayuran Komersial”

Penulis  : Hendro Sunarjono dan Febriani Ai Nurrohmah

 

Artikel Sebelumnya         : Mengenal Kecipir dan Jenisnya

Artikel Selengkapnya      : Bertanam Sayuran Buah

 

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *