Budidaya Semangka dengan Hasil yang Melimpah

Budidaya Semangka dengan Hasil yang Melimpah

Sahabat Agro pasti sudah tidak asing lagi dengan buah semangka ‘kan?

Buah dengan bentuk bulat atau lonjong ini sangat digemari oleh masyarakat. Selain memiliki rasa yang manis, semangka juga memiliki kandungan air yang cukup banyak sehingga bila Sahabat Agro mengonsumsinya bisa menghilangkan rasa dahaga.

Banyaknya kebutuhan masyarakat akan buah ini menjadikan sebuah peluang usaha baru. Ya, Sahabat Agro bisa membudidayakan tanaman untuk meraih keuntungan yang lumayan tinggi. Untuk menanam semangka tidaklah terlalu sulit. Alhasil dalam merawat buah ini, Sahabat Agro akan mendapatkan hasil panen yang melimpah.

Tingginya permintaan pasar akan buah semangka sehingga peluang mendapatkan penghasilan dari budidaya buah ini sangat besar. Tetapi untuk mendapatkan hasil maksimal dari budidaya tanaman ini Sahabat Agro tentu harus mengetahui cara menanam semangka dengan baik dan benar.

Syarat Tumbuh Tanaman Semangka

Tanaman semangka sangat cocok untuk lingkungan yang memiliki curah hujan sekitar 40 sampai 50 mm setiap bulannya. Selain itu, buah semangka akan berkembang dengan baik apabila ditanam di daerah dengan suhu sekitar 25 derajat Celcius ketika siang hari. Selain itu, daerah yang cocok untuk budidaya semangka adalah daerah yang kering dan cenderung miskin uap air. Oleh karena itu, memilih daerah yang memenuhi kriteria di atas akan membantu Sahabat Agro dalam memaksimalkan hasil budidaya tanaman semangka.

Tanaman semangka cocok ditanam pada lahan yang tidak ada naungannya atau lahan terbuka yang terkena sinar matahari secara langsung. Karena kurangnya sinar matahari akan berpengaruh terhadap perkembangan tanaman semangka. Selain itu, kurangnya suplai sinar matahari akan membuat proses pemanenan terhambat karena semangka membutuhkan waktu yang lama untuk matang sempurna. Sedangkan kondisi tanah atau lahan tanaman semangka cocok untuk daerah yang gembur memiliki unsur hara yang tinggi. pH tanah tanaman semangka cocok pada kisaran 6 sampai 6,7. Jika kondisi tanah belum memenuhi kriteria tersebut sebaiknya dilakukan proses pengapuran sampai pH tanah sesuai.

Pengolahan lahan tanah

Sebelum memindahkan bibit semangka pada lahan tanam terlebih dahulu dilakukan pembersihan media tanam. Usahakan agar lahan yang ditanami semangka bebas dari pengganggu seperti gulma, batu-batuan dan tanaman liar yang lain. Setelah lahan bersih baru buat bedengan supaya air yang ada di dalam tanah bisa mudah untuk dialirkan. Tanaman semangka tidak terlalu menyukai lahan basah sehingga Sahabat Agro perlu menjaga lahan agar tetap kering.

Berbeda dengan tanaman lain, untuk mendapatkan hasil yang maksimal usahakan Sahabat Agro menambah unsur hara pada lahan yang akan digunakan untuk menanam. Sahabat Agro bisa menggunakan pupuk organik atau pupuk kandang sebelum dilakukan proses penanaman. Bila kandungan unsur hara pada lahan sudah cukup, Sahabat Agro bisa memulai proses penanaman semangka.

Langkah selanjutnya adalah dengan membuat lubang tanam pada bedengan dengan ukuran 30 cm x 30 cm x 30 cm sedangkan untuk kedalaman lubang tanam 8 sampai 10 cm. Lubang tanam ini sebaiknya dibuat seminggu sebelum proses penanaman. Agar tanaman bisa tumbuh dengan baik, Sahabat Agro bisa menambahkan pupuk dengan komposisi 4 kg, pupuk DS 28 g, pupuk ZK 20 g, serta pupuk ZA 15 g.

Persiapan benih semangka

Untuk menghasilkan tanaman yang bagus, tentu Sahabat Agro harus menggunakan benih yang bagus. Apabila jenis benih sudah dipilih selanjutnya adalah proses perendaman benih semangka. Setelah benih direnggangkan langsung direndam di dalam air dengan campuran air hangat, hormon tumbuh, bakterisida, dan fungisida. Benih direndam sekitar 30 menit saja kemudian diangkat dan ditiriskan sampai kering. Benih semangka telah siap untuk dikecambahkan dan ditanam. Benih yang sudah disemaikan bisa dipindahkan ke lahan tanam ketika telah berusia sekitar 4 minggu.

Cara menanam semangka

Bila bibit yang disemai sudah berusia sekitar 4 minggu maka saatnya untuk memindahkan tanaman tersebut ke lahan tanam yang telah dipersiapkan sebelumnya. Sebelum bibit dipindahkan ke dalam bedengan sebaiknya lahan disiram air sampai meresap ke dalam tanah agar tanah lebih gembur dan untuk menjaga kelembaban lahan. Setelah itu, baru bibit semangka ditanam pada lubang yang telah dipersiapkan sebelumnya kemudian tutup kembali lubang tersebut dengan tanah tipis sampai ujung pangkal bibit semangka.

Pemeliharaan tanaman semangka

Agar semangka yang dihasilkan memiliki kuantitas dan kualitas yang baik tentu harus dilakukan perawatan rutin setiap harinya. Lakukan penyiraman rutin setiap hari pagi dan sore terutama ketika musim kemarau. Kelembaban lahan tanam harus selalu diperhatikan agar tanaman bisa tumbuh maksimal.

Selain penyiraman rutin perlu juga melakukan penyiangan untuk membersihkan lahan dari gulma atau rumput pengganggu agar tidak mengambil kandungan unsur hara pada lahan taman sehingga kebutuhan tanaman semangka bisa terpenuhi dengan baik. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi perlu diberikan pupuk dengan jenis dan dosis tertentu.

Untuk menjaga kandungan unsur hara pada tanaman perlu diberikan pupuk NPK atau pupuk kandang yang difermentasikan. Sebarkan pupuk tersebut pada lahan di sekitar tanaman semangka dengan jarak dari lubang tanam lebih dari 10 cm.

Panen semangka

Usia semangka yang siap dipanen setiap daerahnya berbeda-beda, tergantung pada cuaca suatu daerah. Tapi semangka yang telah siap dipanen biasanya memiliki ciri-ciri daun buah sudah mulai layu, serta bila dipukul berbunyi puk (suara berat). Semangka bisa dipanen setiap hari, jumlah buah yang dipanen bisa disesuaikan dengan permintaan pasar agar kondisi buah tetap terjaga. Untuk memanennya Sahabat Agro bisa menggunakan gunting atau pisau untuk memotong bagian tangkai sekitar 3-5 cm dari pangkal buah.

Sumber: www.caratanam.com

 

Anda sedang mencari benih semangka unggul?
Kunjungi laman berikut.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *