‘Buah Merah’ Si Tanaman Endemik Papua yang Berkhasiat

FOTO/www.infoagribisnis.com

FOTO/www.infoagribisnis.com

Indonesia kaya akan beragam sumber daya alam. Potensi alam ini memiliki ciri khas masing-masing sesuai dengan karakteristik daerah penghasilnya. Berbagai daerah di Indonesia mempunyai pangan lokal yang khas yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Sebut saja sagu, pangan ini merupakan salah satu makanan pokok masyarakat Indonesia bagian timur. Selain itu masih banyak pangan khas daerah lainnya.

Namun, belum banyak orang yang mengetahui tentang pangan lokal khas Papua yang memiliki banyak khasiat yaitu buah merah. Buah merah merupakan tanaman lokal dan endemik Papua karena tidak ditemukan di daerah lain. Seperti namanya, buah ini berwarna merah. Bentuknya agak lonjong dengan ujungnya yang sedikit lancip.

Berbagai manfaat dihasilkan oleh tanaman ini di antaranya buah merah berfungsi sebagai bahan baku penunjang kehidupan bagi masyarakat Papua, dari segi budaya pembudidayaan tanaman ini masih secara tradisional, namun khasiatnya bisa dikatakan luar biasa, buah merah bisa digunakan sebagai penyedap makanan, obat, campuran sayuran juga digunakan sebagai minyak makan, dari segi ekonomi buah ini merupakan sumber penghasilan karena bisa dijual untuk digunakan oleh masyarakat lainnya. Salah satu senyawa aktifnya yaitu betakaroten, senyawa ini berperan dalam mengatasi gangguan mata. Selain itu, kandungan senyawa aktif lainnya membuat buah ini dipercaya dapat mengobati stroke, darah tinggi, DM, osteoporosis, meningkatkan kecerdasan, serta AIDS.

Hal yang perlu mendapat sorotan adalah tingkat AIDS di Papua yang masih terbilang tinggi, padahal berdasarkan penelitian dari beberapa ahli menyatakan bahwa buah merah ini dapat mengobati AIDS. Lalu mengapa hal ini bisa terjadi ? Rupanya, penyebaran buah merah di Papua belum merata sehingga masih terdapat beberapa daerah yang kesulitan menjangkau buah yang berkhasiat ini. Harapannya Pemerintah dapat memperhatikan hal ini agar potensi buah ini dapat dirasakan oleh masyarakat secara merata bahkan tidak hanya dapat dirasakan oleh masyarakat Papua saja, namun juga oleh masyarakat Indonesia di daerah luar Papua. (rm)

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *