Biaya Investasi dalam Analisis Usaha Pembibitan Jamur Tiram

Biaya Investasi dalam Analisis Usaha Pembibitan Jamur Tiram

Pada skala usaha mikro kecil, umumnya ada keterbatasan kemampuan investasi dan biaya operasional untuk produksi. Namun demikian, bukan berarti usaha pembibitan jamur tidak layak dijalankan, apalagi peluang pasar produk jamur sekarang besar. Analisis usaha yang disajikan dalam artikel ini adalah untuk usaha bibit semai karena lebih mudah diaplikasikan di masyarakat. Asumsi dalam analisis usaha ini sebagai berikut.

  1. Perhitungan yang dimasukkan untuk usaha skala kecil.
  2. Peralatan yang digunakan masih manual dan peralatan sterilisasi sebagai peralatan utama menggunakan alat sederhana skala kecil.
  3. Lahan milik sendiri.
  4. Bahan baku utama media adalah kayu gergaji. Cincin baglog dan tutupnya dipakai ulang.
  5. Produk bibit semai dalam satu periode produksi hanya memerlukan waktu satu minggu sudah bisa dijual ke konsumen.
  6. Kapasitas produksi 24.000 baglog per bulan, baglog dijual ke beberapa pelanggan tetap dengan skala usaha budidaya kecil dan kelompok usaha rumah tangga.
  7. Risiko kerusakan bibit semai dari tingkat produksi sampai ke konsumen adalah 5% (retur penjualan sebesar 5%).
  8. Harga produk bibit semai dijual Rp 2.000,00 per baglog adalah harga dari tempat, biaya pengangkutan bibit semai diperhitungkan tersendiri.
  9. Jumlah tenaga kerja dua orang dengan standar kerja 100 baglog per orang per jam.

 

Berdasarkan asumsi-asumsi tersebut, rincian untuk perhitungan analisis usahanya sebagai berikut.

(ss)

 

Anda berminat untuk mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram? Silahkan hubungi 0822-9889-1144 untuk informasi lebih lanjut?

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *