Bertanam Sayuran Buah

Sayuran sangat penting dikonsumsi untuk kesehatan masyarakat. Sayuran merupakan sumber vitamin, mineral, protein nabati, dan serat. Menurut hasil Seminar Gizi tahun 1963 dan Workshop of Food tahun 1968, setiap hari orang Indonesia memerlukan sayuran sebanyak 150 g berat bersih/orang/hari dalam menu makanannya.

Oleh karena itu, masyarakat dapat memanfaatkan pekarangan rumahnya dengan menanam sayuran yang sesuai. Bahkan, hasilnya bisa tidak terduga nilainya. Di samping itu, masyarakat harus pintar memilih jenis sayuran yang cocok ditanam di pekarangan rumahnya. Tidak terlepas dari jenis sayuran buah yang komoditasnya cukup beragam. Contohnya, cabai, tomat, terung, kacang kapri, dan buncis. Semua sayuran ini bisa ditanam di halaman rumah sebagai upaya pemenuhan gizi keluarga terutama kebutuhan vitamin dan mineral. Warna-warni dari sayuran buah yang ditanam juga bisa menambah asri halaman rumah. Selain mendapatkan sayuran yang sehat, tentunya juga menghemat pengeluaran untuk dapur.

Cara penanaman di pot atau vertikultur sedang menjadi tren di masyarakat. Hal ini pun bisa diterapkan untuk penanaman jenis sayuran buah. Panennya bisa dilakukan kapan saja dan tidak perlu perawatan intensif sehingga menjadi populer di masyarakat. Teknik penanaman yang tepat, bukan asal-asalan, dibutuhkan agar hasil yang diperoleh bisa optimal.

BAB I Tren Bertanam Sayuran di Kota

Pemanfaatan lahan sempit untuk kegiatan pertanian di kota-kota besar atau urban farming menjadi kian meningkat. Tren ini muncul seiring semakin tingginya kesadaran masyarakat menjalankan pola hidup sehat dengan mengonsumsi sayuran dan buah yang higienis.

Bertanam sayuran di perkotaan semakin diminati masyarakat. Penanaman sayuran di perkotaan dilakukan dengan berbagai cara penanaman. Cara penanaman yang bisa dilakukan yaitu hidroponik, aeroponik, atau yang baru-baru ini tren adalah penanaman sayur dan ikan sekaligus yaitu akuaponik.

A. Prospek Bertanam Sayuran di Kota (klik selengkapnya)

B. Jenis-jenis Sayuran Buah yang Potensial dan Aneka Sistem Bertanamnya (klik selengkapnya)

C. Mari Bertanam Tomat (klik selengkapnya)

D. Jenis-jenis Terong (klik selengkapnya)

E. Mari Bertanam Terong (klik selengkapnya)

F. Pemeliharaan dan Panen Terong (klik selengkapnya)

G. Mengenal dan Manfaat Mentimun (klik selengkapnya)

H. Mengenal Pare dan Jenisnya (Klik Selengkapnya)

I. Cara Tanam, Pemeliharaan dan Pemanenan Sayur Pare (Klik Selengkapnya)

J. Manfaat dan Cara Bertanam Labu Siam (Klik Selengkapnya)

K. Mengenal Sayuran Buah Oyong (Klik Selengkapnya)

L. Manfaat Oyong (Klik Selengkapnya)

M. Cara Menanam Oyong Hingga Panen (Klik Selengkapnya)

N. Mengenal Kacang Panjang dan Jenisnya (Klik Selengapnya)

O. Cara Mudah Tanam Kacang Panjang Hingga Panen (Klik Selengkapnya)

P. Mengenal Morfologi Singkat Kacang Buncis (Klik Selengkapnya)

Q. Jenis – jenis Kacang Buncis (Klik Selengkapnya)

R. Mari Bertanam Kacang Buncis (Klik Selengkapnya)

S. Cara Pemeliharaan dan Pemanenan Kacang Buncis (Klik Selengkapnya)

T. Mengenal Tanaman Kara (Klik Selengkapnya)

U. Manfaat Kara (Klik Selengkapnya)

V. Cara Tanam Tanaman Kara (Klik Selengkapnya)

W. Masa Pemeliharaan dan Masa Panen Kara (Klik Selengkapnya)

X. Mengenal Kecipir dan Jenisnya (Klik Selengkapnya)

Z. Cara Tanam Kecipir (Klik Selengkapnya)

A1. Pemeliharaan Tanaman dan Masa Panen Kecipir (Klik Selengkapnya) 

A2. Kara Pedang dan Manfaatnya (Klik Selengkapnya)

A3. Cara Tanam Kara Pedang (Klik Selengkapnya)

A4. Cara Pemeliharaan dan Pemanenan Kara Pedang (Klik Selengkapnya)