Be A Young Entrepreneur !

Mei merupakan salah satu bulan bersejarah karena dalam bulan ini terdapat beberapa momen yang menjadi tonggak pergerakan dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Tidak sebatas tonggak pergerakan dalam menyongsong kemerdekaan namun juga momen ketika kemerdekaan tersebut sudah berada dalam genggaman. Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap 2 Mei. Pendidikan sangat penting bagi setiap insan di dunia ini, setiap orang berhak untuk memperolehnya. Selain itu, di bulan Mei juga terdapat satu hal penting dalam sejarah Indonesia yaitu Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei. Tanggal ini merupakan tanggal berdirinya Boedi Oetomo, organisasi pergerakan kemerdekaan pertama yang berbasis nasional (tidak bersifat kedaerahan).

Tahun 2016 merupakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-108. Apa yang seharusnya kita lakukan di momen kebangkitan nasional yang sudah terjadi selama lebih dari 1 abad ini?

Menurut salah seorang ilmuwan asal Amerika Serikat yaitu David McClelland, kemakmuran suatu negara dapat diraih jika negara tersebut setidaknya memiliki wirausahawan sebanyak 2% dari jumlah penduduknya. Dengan kata lain sebanyak 2% penduduknya berwirausaha sendiri atau menjadi seorang entrepreneur. Angka entrepreneur di Indonesia baru sebatas 1.56%. Untuk mencapai target sebesar 2%, Indonesia masih memerlukan 0.44%. Oleh karena itu, mari kita tanamkan jiwa entrepreneurship dalam diri kita dan apabila ada kesempatan segera merealisasikannya.

Tidak ada kata terlambat untuk kita bergerak, apalagi untuk generasi muda, masih banyak kesempatan yang bisa kita dapatkan. Kalau memang belum mempunyai pengalaman dan skill dalam berwirausaha, kita bisa belajar kepada mentor yang sudah lebih berpengalaman dalam hal ini. Kita bisa belajar dari mana pun, siapa pun dan kapan pun, asalkan ada tekad dan kemauan dari dalam diri kita. Seorang ahli menyatakan bahwa dorongan yang kuat dari dalam diri merupakan faktor utama yang menjadikan kunci sukses seseorang untuk maju dan bergerak.

Memang ada banyak hal yang menjadi kendala seseorang dalam memulai bisnisnya, terutama untuk pemula. Salah satunya adalah modal awal. Tidak mudah memang meniti bisnis dari nol. Tekad yang kuat dan keberanian untuk memulai menjadi modal awal untuk berbisnis.

Program-program dari Pemerintah yang memfasilitasi masyarakatnya yang mempunyai kecenderungan dan tekad untuk berbisnis dapat menjadi investasi yang sangat berharga. Dengan bantuan modal awal ini, diharapkan pihak yang dibantu dapat mengembangkan usaha yang dirintisnya sehingga ke depannya bangsa Indonesia tidak hanya berperan sebagai konsumen barang dan jasa produksi bangsa lain saja tetapi juga bisa menjadi produsen baik barang dan jasa yang dapat bersaing di kancah internasional.

Ke depannya akan berkembang lagi socioentrepreneur, seorang entrepreneur yang memiliki jiwa sosial yang tinggi pula. Tidak hanya mementingkan laba dari usahanya namun juga kesejahteraan orang lain.

Daqu Agrotechno sebagai salah satu lembaga otonom yang dibentuk oleh Daarul Qur’an, bergerak dalam bidang pertanian dan perkebunan. Daqu Agrotechno memiliki visi mewujudkan usaha pertanian berkelanjutan bersama masyarakat yang berorientasi pada sosial entrepreneurship, dengan misi:

  1. Membangun sistem pertanian berkelanjutan yang dapat dilihat dan dipelajari oleh masyarakat.
  2. Menyediakan logistik yang layak dan sehat bagi pesantren Daarul Qur’an.
  3. Bekerja sama dan meningkatkan kapasitas pengetahuan, sikap dan keterampilan mitra Daqu Agrotechno.
  4. Mengelola usaha di bidang pertanian dengan mengedepankan pertumbuhan, keberlangsungan dan keberkahan bagi masyarakat.
  5. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) di bidang pertanian dan turunannya.
FOTO DAQU AGROTECHNO/http://bit.ly/2azakJv

FOTO DAQU AGROTECHNO/http://bit.ly/2azakJv

Berdasarkan visi dan misi yang diusung, Daqu Agrotechno berupaya untuk menjadi salah satu pilar sekaligus penggerak untuk menjembatani terwujudnya apa yang disampaikan oleh David McClelland bahwa kemakmuran suatu negara dapat diraih jika negara tersebut setidaknya memiliki wirausahawan sebanyak 2% dari jumlah penduduknya.

Salah satu misi Daqu Agrotechno, poin ke-5, adalah menumbuhkan atau mendorong munculnya entrepreneur-entrepreneur di bidang pertanian, terutama entrepreneur yang memiliki jiwa sosial yang tinggi sehingga mereka akan meningkat menjadi seorang s-o-c-i-o-e-n-t-r-e-p-r-e-n-e-u-r.

Tentunya jiwa socioentrepreneur ini tidak bisa tumbuh dengan sendirinya, harus melalui proses yang menyebabkan muncul dan tumbuhnya jiwa ini. Barangkali semangat jiwa ini bisa tumbuh dengan melihat kondisi lingkungan sekitar yang menyadarkan seseorang bahwa ia harus ambil bagian dalam memajukan lingkungannya. Namun, untuk pengetahuan, keahlian dan keterampilan dalam mengembangkan sektor pertanian ini perlu melalui proses latihan secara bertahap.

Daqu Agrotechno memfasilitasi hal tersebut dengan menggelar sejumlah pelatihan terkait pertanian yang dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru dan melatih keterampilan pesertanya untuk menggali potensi diri dalam bidang pertanian. Pelatihan yang disediakan berupa Pelatihan Budidaya Jamur Tiram, Pelatihan Hidroponik dan Pelatihan Pertanian Terpadu.

Just for you who’re interested in and want to learn more all about agriculture properly, do not be hesitated to visit and join with our activities in Daqu Agrotechno. There are some awesome trainings related to agriculture those could improve your agricultural insight and skill.

Please feel free to contact us if any enquiries/questions by phone number 0822-9889-1144

Have a nice day, All !!! (: (rm)

 

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *