Mengenal Akuaponik

Sistem teknologi budi daya akuaponik menggabungkan antara budi daya perikanan dan tanaman dalam satu wadah. Teknologi terapan hemat lahan dan air ini dapat dijadikan sebagai suatu model budidaya perkotaan. Akuaponik merupakan teknik menanam tanaman dengan mengoptimalkan air yang bersumber dari kolam pemeliharaan ikan.  Teknologi pemeliharaan ini menerapkan prinsip re-sirkulasi air.  Artinya, air terus menerus mengalir  dari kolam ke media tumbuh tanaman dan sebaliknya, dari media tumbuh tanaman ke kolam ikan.  Media tanam selain sebagai tempat tumbuh tanaman, juga berfungsi sebagai filter sehingga kualitas air yang dialirkan kembali ke kolam menjadi lebih baik. (rhp/tqd) Artikel Sebelumnya : Mengenal Vertikultur Gantung dan Vertikultur Bertingkat / Susun (Klik Selengkapnya)...
Persiapan Lahan Pembibitan dalam Budi Daya Cabai

Persiapan Lahan Pembibitan dalam Budi Daya Cabai

Persiapan bibit dilakukan sebelum penanaman di lahan atau pot. Persiapannya meliputi persiapan wadah pembibitan, penyemaian benih, hingga pemeliharaan bibit. Langkah perbaikan kultur teknik budi daya cabai secara intensif untuk meningkatkan produksi maupun kualitas hasil di antaranya penggunaan benih unggul, pemilihan lokasi, persiapan lahan, penerapan teknologi mulsa plastik hitam perak (MPHP), pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, panen dan penanganan pascapanen, serta cara-cara lain yang khas, seperti pemasangan turus dan perempelan tunas ataupun daun. Pemilihan benih cabai varietas unggul telah dibahas di bab sebelumnya. Bab ini akan membahas tuntas mengenai tahap-tahap persiapan sebelum penanaman di lahan, baik skala luas maupun sempit (pekarangan). Lahan Pembibitan Penyemaian benih (pembibitan) dilakukan 1,5 bulan sebelum penanaman di lahan. Tujuan pembibitan adalah untuk mempersiapkan bibit hingga siap ditanam di lahan. Luasan lahan yang digunakan untuk pembibitan hanya sekitar 0,5% dari luas lahan penanaman. Misalnya, untuk penanaman 100 m2, diperlukan lahan pembibitan sekitar 0,5 m2. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan tempat persemaian adalah sebagai berikut. Tempat pembibitan cukup mendapatkan cahaya matahari dan tidak ternaungi. Dekat dengan sumber air. Dekat dengan areal penanaman untuk mempermudah pengangkutan bibit. Namun, tidak dianjurkan di lahan penanaman karena dikhawatirkan dapat menjadi inang hama penting cabai. Bebas dari sumber inang hama dan penyakit. Usahakan di sekitar tempat pembibitan tidak ada tanaman atau gulma yang sakit, terutama tanaman cabai atau tanaman yang satu famili dengan cabai, seperti tomat, terung dan kentang. Hindarkan dari tanaman lain yang mudah terserang hama dan penyakit, seperti melon dan semangka. (ms/ry/rd)   Sebelumnya: Produksi Benih Hibrida Sendiri Selanjutnya: Pembuatan Rumah Pembibitan Selangkapnya: Panduan Budi Daya...

Mengenal Vertikultur Gantung dan Vertikultur Bertingkat / Susun

A.  Vertikultur Gantung / Tempel Vertikultur gantung atau tempel adalah wadah pemeliharaan sayuran yang digantung atau ditempel di dinding dengan menggunakan tali/kawat.  Teknik bertanam dengan cara ini biasanya menggunakan talang air.  Untuk media tanam dan teknikk pemeliharaannya sama dengan teknik bertanam di pot.  Jenis tanaman sayuran yang cocok antara lain kangkung, bayam, sawi, pakcoy, dan seledri.   B.  Vertikultur Bertingkat / Susun Pembuatan teknik ini dengan cara menyusun wadah pemeliharaan secara berjenjang ke atas menggunakan kaki dan rangka penopang.  Bahan atau kerangkanya bisa menggunakan kayu, bambu, atau besi dan talang air.  Jenis sayuran yang umumnya ditanam dalam teknik ini, seperti selada, pakcoy, kangkung, bayam dan caisim.  Penanaman, pemeliharaan, dan pemanennya pun sama dengan teknik bertanam di pot/polibag. (rhp/tqd). Artikel Sebelumnya : Mengenal dan Cara Membuat Vertikultur Berdiri (Klik Selengkapnya)...

Mengenal dan Cara Membuat Vertikultur Berdiri

Disebut vertikultur berdiri karena wadah yang digunakan untuk menanam sayuran dalam keadaan berdiri di atas tanah.  Wadah yang digunakan maupun cara pemeliharaannya sama dengan penanaman di pot.  Selain pipa pvc, teknik bertanam ini juga bisa diterapkan pada bambu berdiameter besar (bambu betung) dengan terlebih dahulu membuang pembatas ruasnya.  Sebagai contoh dipaparkan cara membuat vertikultur berdiri dengan menggunakan pipa pvc sebagai berikut : Buat tanda lubang pada paralon minimal 20 cm dari batas bawah dalam satu baris dengan jarak 20 cm pada paralon. Buat tanda lubang tanam baris lainnya dengan lubang awal ditambah 10 cm, sedangkan jarak tanda antarlubang dalam satu baris tetap 20 cm. Lubangi tanda pada paralon tersebut dengan pengebor dengan diameter lubang sekitar 3 cm. Buat lubang tanam sedalam 30 cm, lalu masukkan pipa paralon tersebut, lalu timbun dengan tanah atau cor dengan semen di pinggir pipa. Masukkan media tanam ke dalam pipa sampai batas atas pipa. Tanam bibit semai dalam lubang tanam. Lakukan perawatan hingga panen seperti penanaman sayuran dalam pot. Selamat mencoba, semoga berhasil . (rhp/tqd)   Artikel Sebelumnya : Mengenal Vertikultur (Klik Selengkapnya) Artikel Selanjutnya  : Mengenal Vertikultur dan Vertikultur Bertingkat (Klik...
Mengenal Vertikultur

Mengenal Vertikultur

bahasa, istilah vertikultur berasal dari kata  vertical  dan  culture . Artinya, budi daya tanaman secara vertikal dengan menggunakan sistem bertingkat.  Tanaman pun akan tampil memikat dengan berderet secara vertikal.  Teknih ini merupakan salah satu solusi dalam mengatasi permasalahan budi daya di lahan sempit, seperti pekarangan.  Hasilnya pun akan berlipat karena populasinya lebih banyak dibandingkan teknik budi daya lainnya di lahan datar berkat adanya sistem bertingkat.  Selain itu, posisi tanaman dapat dipindahkan sesuai kebutuhan, terutama penanaman pada paralon, talang, bambu, atau karung.  Keuntungan lain teknik penanaman tersebut, di antaranya hemat lahan, air, dan pupuk . Ada banyak jenis kombinasi dari teknik bertanam secara vertikultur.  Secara umum ada yang disebut vertikultur berdiri, vertikultur gantung/tempel, dan vertikultur bertingkat.  Mungkin sekilas bercocok tanam secara vertikultur terlihat rumit, tetapi sebenarnya cukup sederhana.  Bahan-bahan yang digunakan mudah ditemukan sehingga dapat diterapkan oleh ibu-ibu rumah tangga. Pupuk diberikan berupa larutan yang merupakan campuran beberapa macam pupuk baku melalui sebar atau aliran sirkulasi dengan pompa mesin atau gaya berat dari menara air.  Saat ini, larutan pupuk baku (makro dan mikro), sudah dijual di toko sarana tani dengan nama ‘nutrisi’.  (rhp/tqd).   Artikel Sebelumnya : Pemeliharaan Tanaman di Pot / Polibag (Klik...