Pestisida Nabati Mampu Mengusir Hama Pada Tanaman Hidroponik

Hama merupakan saslah satu tantangan dalam budi daya hidroponik. Penggunaan pestisida kimiawi tidak disarankan pada budi daya hidroponik,karena berdampak buruk bagi pertumbuhan tanaman dan berbahaya bagi manusia yang mengonsumsinya.  Karena itu, gunakan pestisida yang terbuat dari bahan-bahan alami, tetapi tetap ampuh untuk membasmi hama. Bahan-bahan yang dapat digunakan untuk membuat pestisida nabati, seperti bawang putih, daun pepaya, daun sirsak, dan tembakau. Kandungan senyawa  pada bawang putih efektif untuk mengendalikan beberapa hama. Sementara itu, daun pepaya mengandung bahan aktif ppain, sehingga efektif untuk mengendalikan ulat dan hama pengisap. Daun sirsak mengandung bahan aktif annonain  dan resin yang efektif mengendalikan hama thrips.  Sementara itu, daun tembakau mengandung bahan aktif nikotin yang efektif mengendalikan hama penghisap....
Penentuan Rumah Tanaman dalam Budi Daya Cabai

Penentuan Rumah Tanaman dalam Budi Daya Cabai

Rumah tanaman merupakan bangunan perlindungan tanaman. Istilah ini merupakan terjemahan dari greenhouse. Greenhouse umumnya dibangun menggunakan kaca sebagai atap dinding. Itulah sebabnya greenhouse kemudian identik dengan glasshouse dan diterjemahkan sebagai rumah kaca. Dalam perkembangannya, pengunaan kaca sebagai bahan penutup greenhouse sudah jauh tertinggal dibandingkan dengan penggunaan plastik. Oleh karena itu, istilah rumah kaca sebagai terjemahan dari greenhouse sudah kurang tepat lagi. Bentuk atap dan orientasi rumah tanaman berpengaruh terhadap iklim mikro di dalam rumah tanaman. Rancangan rumah tanaman yang paling sesuai dan banyak digunakan di kawasan yang beriklim tropis, seperti di Indonesia adalah modified standard peak dengan jumlah bentangan satu atau lebih. Tipe atap tersebut memungkinkan bukaan ventilasi pada bubungan rumah tanaman dapat dibuat dengan mudah dan strukturnya cukup stabil menahan angin yang kencang. Tipe arch dapat saja digunakan, tetapi harus dimodifikasi dengan bukaan pada bubungan rumah tanaman. Untuk atap rumah tanaman yang datar, arah dan sudut kemiringan atap sangat penting. Hal ini menentukan besarnya radiasi matahari yang masuk ke dalam rumah tanaman. Sudut kemiringan atap tersebut menentukan sudut datang radiasi matahari yang menjadi komponen penentu proporsi radiasi matahari yang diteruskan oleh atap rumah tanaman. Di kawasan yang beriklim tropis basah, seperti Indonesia, sering kali screen digunakan untuk menutup seluruh struktur bangunan perlindungan tanaman. Struktur ini disebut screenhouse. Penggunaan screenhouse terutama ditujukan untuk melindungi tanaman dari hama berupa serangga. Berbeda dengan rumah tanaman, struktur screenhouse sangat sederhana. Dinding screen vertikal dan atap screen horizontal. Kerangka screenhouse hanya berupa tiang-tiang dari kayu atau besi untuk menyangga screen. Tinggi tiang tergantung jenis tanaman yang dibudidayakan. Umumnya screenhouse digunakan untuk persemaian tanaman. Walaupun demikian, screenhouse digunakan juga untuk budidaya cabai secara komersial....

Tips Pemeliharaan Tanaman Hidroponik

Penambahan Nutrisi Pemeliharaan utama pada sistem hidroponik adalah penambahan larutan nutrisi, sehingga tanaman mendapatkan nutrisi secara mencukupi.  Penambahan larutan nutrisi bisa dilakukan ketika larutan nutrisi di bak penampung sudah berkurang.  Penambahan larutan nutrisi juga bisa dilakukan ketika kadar ppm larutan nutrisi di bak penampungan sudah menurun, terutama pada saat cuaca terik. Kadar nutrisi pada tanaman harus senantiasa sesuai dengan jenis dan umur tanaman.  Kekurangan atau kelebihan nutrisi akan menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh dengan maksimal.  Berdasarkan tanaman tidak dapat tumbuh dengan maksimal.  Berdasarkan pengalaman penulis, terdapat toleransi kadar larutan nutrisi sebesar 50 ppm (baik kurang ataupun lebih) yang tidak berpengaruh  signifikan terhadap pertumbuhan tanaman. Pemberian Aerator Pada hidroponik sistem rakit apung dan sumbu sederhana yang tidak menggunakan pompa air, sebaiknya sistem dilengkapi dengan aerator (pembuang gelembung air pada akuarium).  Penggunaan aerator dapat mengurai nutrisi yang mengendap dan akar mendapatkan asupan oksigen terlarut dalam kadar yang cukup.  Selain itu, aerator juga dapat mencegah nyamuk meletakkan telurnya, karena nyamuk biasanya senang bersarang pada air yang tenang.  Apabila tidak memiliki aerator, larutan nutrisi dapat diaduk perlahan menggunakan tangan atau gayung minimun sekali dalam sehari. Pemangkasan Daun, Batang, dan Pemotongan Akar Sayuran yang ditanam pada sistem hidroponik sebagian besar dipanen dalam waktu singkat, seperti jenis sayuran daun, sehingga tidak diperlukan pemangkasan daun ataupun batang.  Namun, sebagian jenis tanaman, terutama sayuran buah seperti cabai, dapat dipelihara dalam jangka waktu cukup lama, sehingga diperlukan perawatan pemangkasan daun, batang, dan akar.  Pemangkasan memiliki manfaat yang tak kalah penting untuk menunjang pertumbuhan tanaman.  Berikut manfaat dari pemangkasan daun, batang, dan akar. Pemangkasan daun dan batang, yaitu memotong tunas air tanaman agar tidak boros nutrisi. Pemangkasan daun dan...

Perawatan Peralatan Hidroponik Setelah Panen

Untuk menjaga peralatan tetap dalam kondisi bersih, terawat dan tahan lama, sebaiknya cuci bersih peralatan setelah memanen.  Selain untuk menjaga kebersihan peralatan, langkah tersebut dilakukan juga untuk memutus rantai bibit hama ataupun penyakit. Berikut tahapan perawatan peralatan hidroponik: Lepaskan instalasi hidroponik Bersihkan peralatan dan media tanam yang dapat digunakan berulang, seperti hidroton. Caranya, siram hidroton dengan air agar bersih dari sisa – sisa tanaman dan nutrisi. Keompokkan peralatan sesuai jenisnya agar memudahkan pembudidaya saat proses pencucian, misalkan buat kelompok netpot, kelompok paralon, dan kelompok peralatan lainnya. Cuci peralatan menggunakan sabun cuci piring (food grade) yang dilarutkan dalam air bersih. Cuci hingga bersih menggunakan spon atau kain, lalu bilas dengan air bersih. Jemur peralatan atau angin-anginkan hingga kering, lalu simpan. Diamkan peralatan selama 3-7 hari sebelum digunakan...
Pengendalian Gulma dalam Budi Daya Cabai

Pengendalian Gulma dalam Budi Daya Cabai

Pengendalian gulma dilakukan pada gulma di parit maupun lubang tanam secara rutin. Gulma yang tumbuh di lubang tanam harus segera dibersihkan karena akan berkompetisi dengan tanaman dalam penyerapan hara, air, oksigen, CO2, dan cahaya matahari. Kompetisi ini dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi terganggu. Gulma yang dapat pula menjadi inang hama dan penyakit tanaman. Gulma dapat menjadi inang hama dan penyakit misalnya babadotan dan putri malu yang merupakan inang penyakit keriting kuning Berikut beberapa kegiatan pengendalian gulma Bersihkan gulma di lubang tanam secara teratur dan sesegera mungkin. Lakukan dengan mencabutnya atau menggunakan alat bantu, seperti kored atau alat pencungkil. Bersihkan gulma di parit dengan menggunakan cangkul atau kored. Bumbun bedengan yang terkikis karena hujan atau penyiraman. Akibat kekurangan air pada tanaman cabai Saat fase vegetatif: pertumbuhan cabang dan daun terganggu, daun berukuran kecil serta pucat. Saat fase generatif: kerontokan bunga, bakal buah, dan buah sehingga menurunkan hasil. Akibat kelebihan air pada tanaman cabai Pada tanaman muda: perakaran membusuk dan berakibat kematian tanaman. Pada tanaman berbunga dan berbuah: bunga dan buah rontok serta meningkatkan perkembangan patogen tanaman yang disebabkan oleh cendawan dan bakteri, seperti Fusarium, Phytopthora, Colletotrichum, dan Ralstonia. (ms/ry/rd)   Sebelumnya: Pengairan dalam Budi Daya Cabai Selanjutnya: Penentuan Rumah Tanaman Cabai Selangkapnya: Panduan Budi Daya...