Asuransi Pertanian Masih Sepi Peminat

Asuransi Pertanian Masih Sepi Peminat

Asuransi pertanian sepi peminat. Sejak diluncurkan pertengahan tahun lalu, Asuransi pertanian belum banyak dimanfaatkan. Buktinya, realisasi luas sawah yang dilindungi oleh Asuransi pertanian hanya 30% dari total target luas lahan.

Tahun 2015, pemerintah menargetkan 1 juta hektare (ha) lahan sawah petani terlindungi asuransi. Namun, pencapaian hingga akhir 2015 baru 233.000 ha lahan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terbaru sampai April, baru 300.000 ha sawah yang telah dilindungi Asuransi. Artinya, selama empat bulan, baru ada penambahan luas lahan 67.000 ha.

Sahata L. Tobing, Direktur Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) mengakui, kendala teknis di lapangan seperti sosialisasi dan edukasi ke petani menjadi masalah yang belum teratasi.

Selain juga perbedaan data, lokasi, jumlah petani yang disasar. Hingga terkendala cuaca, infrastruktur dan bibit yang diterima petani. “Normalnya butuh waktu 3,5 tahun untuk bisa menyentuh target satu juta hektare,” tandas Sahata pada Selasa (3/5).

Ia menyebut, hingga Mei ini, telah memberikan perlindungan kepada 660.000 petani dengan luas lahan sekitar 260.000 ha.

Tahun ini, Jasindo menargetkan premi dari asuransi pertanian mencapai Rp 180 miliar. Sampai Mei premi untuk asuransi usaha tanam padi (AUTP) mencapai Rp 46,8 miliar. Sementara alokasi klaim asuransi yang disiapkan perusahaan untuk AUTP ini sebesar Rp 90 miliar.

Sumber

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *