Asal dan Pengelompokan Tanaman Cabai

Asal dan Pengelompokan Tanaman Cabai

Tanaman cabai berasal dari bagian tropis dan subtropis Benua Amerika, khususnya Kolombia, Amerika Selatan. Selanjutnya tanaman tersebut menyebar ke Amerika Latin. Penggunaan tanaman cabai oleh masyarakat Indian telah dilakukan sejak dahulu kala. Hal ini diketahui setelah Christhoper Columbus mendapati Benua Amerika sekitar tahun 1492. Kala itu ia berlabuh di Pantai San Salvador dan menemukan banyak rempah-rempah, termasuk cabai. Ia membawa biji cabai ke negara asalnya, Italia. Sejak saat itulah cabai tersebar ke berbagai penjuru bumi. Adapun yang berperan dalam penyebaran cabai ke seluruh dunia, termasuk negara-negara di Asia, seperti Indonesia adalah pedagang Spanyol dan Portugis.

Tanaman cabai termasuk famili Solanaceae, genus Capsicum. Capsicum annuum L. merupakan salah satu spesies dari 20-30 spesies dalam genus tersebut. Spesies ini paling luas dibudidayakan dan penting secara ekonomi. Capsicum annuum diperkirakan mempunyai pusat asal di Meksiko, kemudian menyebar ke daerah Amerika Selatan, Amerika Tangah, dan Eropa. Kini spesies tersebut tersebar luas di daerah tropis dan subtropis. Adapun pusat penyebaran sekunder C. annuum yaitu Guatemala. C. annuum L dikelompokkan dalam var. longum, var. abbreviate, var. grossum, dan var. minimum.

Selain C. annuum, spesies lain yang dibudidayakan adalah C. frutescens, C. baccatum, C. pubescens, dan C. chinese. C. baccatum dan C. pubescens mudah diidentifikasi dan dibedakan karena terdapat perbedaan yang jelas pada kedua spesies tersebut. C. annuum, C. chinese, dan C. frutescens mempunyai kesamaan sifat yang banyak sehingga harus mengamati bunga dan buah dari masing-masing spesies untuk membedakannya.

Capsicum frutescens atau dikenal dengan nama cabai rawit putih adalah spesies semi domestikasi yang ditemukan di dataran rendah tropis Amerika. Selain itu, spesies ini ditemukan di Asia Tenggara yang dikenal sebagai daerah pusat keragaman sekunder. Beberapa varietasnya ditanam luas di wilayah panas iklim sedang maupun wilayah tropis. Spesies ini memiliki ciri berupa buah muda yang berwarna putih kekuningan, diameter buah lebih tebal daripada rawit C. annuum, dan umur tanaman tahunan (biasanya hingga 2 tahun).

Domestikasi Capsium chinese tersebar luas di wilayah tropis Amerika. Spesies ini sering ditanam di sekitar wilayah Amazon. Evolusi Capsium baccatum sebagian besar terbatas di wilayah tengah Amerika Selatan (Bolivia). Bentuk yang didomestikasi diidentifikasi sebagai C. baccatum var. pendulum; bentuk liarnya sebagai C. baccatum var. baccatum dan var. microcarpum.

Capsicum pubescens ditanam di Amerika Tengah dan dataran tinggi Pegununan Andes. Bunganya memiliki lembar mahkota ungu dengan kepala sari ungu dan biji keriput serta berwarna hitam. Daunnya berbulu dan keriting (rugulose) dengan jaringan dinding buah tebal. Tanaman ini beradaptasi pada suhu rendah di dataran tinggi dengan ketinggian 2.000-3.000 mdpl di daerah tropis. Di Bandung, Jawa Barat, cabai ini dikenal sebagai cabai gendot. Tipe moyang liarnya tidak diketahui, tetapi spesies ini berkerabat dengan spesies liar lain dari Amerika Serikat, seperti C. eximium dan C. cardenasii.

Agar plasma nutfah lestari dan terbentuk varietas baru, dapat dilakukan koleksi berbagai genotipe atau plasma nutfah tersebut. Koleksi dapat berasal dari plasma nutfah lokal maupun yang diintroduksi dari luar negeri, termasuk genotipe liar dan eksotik.

Spesies C. annuum Berdasarkan Karakter Buah (Bentuk dan Ukuran)

Cabai Besar

Permukaan buah cabai besar rata atau licin. Buahnya berdaging tebal dan berdiameter tebal. Umur panennya genjah, relatif kurang tahan simpan dan relatif kurang pedas. Tipe ini banyak dibudidayakan di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bali, dan Sulawesi.

Cabai Keriting

Tipe ini mempunyai permukaan buah bergelombang atau keriting. Buahnya ramping dan berdaging tipis. Umur panennya agak lama, lebih tahan simpan, dan relatif pedas. Cabai keriting sangat khas untuk Indonesia. Tanaman cabai keriting banyak ditanam di Jawa Barat dan Sumatra.

Cabai Rawit

Tipe ini berukuran kecil. Permukaan buah licin dan rasanya pedas. Orientasi buah dan bunga cabai rawit mengarah ke atas. Tipe cabai rawit yang termasuk spesies C. annuum adalah cabai rawit yang buah mudanya berwarna hijau atau putih kekuningan serta bentuk buah langsing. Rawit hijau sangat mudah bersilang dengan cabai besar, keriting, dan paprika (juga resiprokalnya) sehingga digolongkan dalam spesies C. annuum L.

Paprika

Buah tipe ini berbentuk segiempat panjang atau bel. Rasa buah tidak pedas. Buah matangnya berwarna hijau, kuning, putih, oranye, merah, atau ungu. Buahnya sering digunakan sebagai campuran salad. Tipe ini termasuk spesies Capsicum annuum L. var. grossum. Paprika adalah tanaman subtropics sehingga akan lebih cocok ditanam pada daerah dengan ketinggian di atas 750 mdpl. Tidak banyak varietas yang dapat beradaptasi di dataran rendah. Tanaman ini banyak dibudidayakan di daerah Brastagi, Lembang, Cipanas, Bandung, Dieng, dan Purwokerto. (ms/ry/rd)

 

Sumber: Buku “Budidaya Cabai Panen Setiap Hari”

Penulis: Prof. Dr. Ir. Muhamad Syukur, SP, MSi, Dr. Rahmi Yunianti, SP, MSi dan Rahmansyah Dermawan, SP, MSi

 

Sebelumnya: Cabai yang Selalu Menjadi Primadona

Selanjutnya: Tanaman Cabai Mudah Tumbuh dan Tidak Mengenal Musim

Selengkapnya: Panduan Budi Daya Cabai

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *