Analisis dan Kelayakan Usaha dalam Analisis Usaha Pembibitan Jamur Tiram

Analisis dan Kelayakan Usaha dalam Analisis Usaha Pembibitan Jamur Tiram

Indikator yang sering digunakan untuk melihat kelayakan dari suatu usaha antara lain revenue cost ratio (R/C ratio), analisis titik impas/break even point (BEP), dan payback period (PBP).

1. R/C Ratio

Analisis R/C ratio digunakan untuk melihat besarnya keuntungan relatif dari usaha pembibitan jamur tiram dalam satu tahun terhadap biaya yang dikeluarkan. Usaha dikatakan layak bila nilai R/C ratio lebih besar dari 1 (R/C ratio > 1). Semakin tinggi nilai R/C ratio, tingkat keuntungan usaha akan semakin tinggi.

Nilai R/C ratio 1,53 berarti setiap penambahan biaya Rp 1.000,00 akan diperoleh penerimaan sebesar Rp 1.530,00

2. Break Even Point (BEP)

BEP digunakan untuk mengetahui batasan dari volume produksi yang mencapai titik impas, yakni tidak untung atau rugi. Usaha pembibitan jamur tiram dikatakan layak untuk dilakukan bila nilai BEP produksi lebih besar dari jumlah unit yang sedang diproduksi dan nilai BEP harga harus lebih rendah daripada harga yang berlaku saat ini.

a. BEP Produksi

b. BEP Harga

Nilai BEP produksi 179.115 dan BEP harga 1.244, berarti titik impas usaha pembibitan jamur tiram akan dicapai pada jumlah produksi 179.111 baglog atau pada harga jual Rp 1.244/baglog.

3. Payback Period (PBP)

Melalui penghitungan nilai PBP, lamanya pengembalian investasi dari usaha pembibitan jamur tiram bisa diketahui.

Nilai PBP tersebut menunjukkan bahwa biaya investasi yang dikeluarkan untuk usaha pembibitan jamur tiram akan kembali dalam kurun waktu 2,07 tahun atau 24,8 bulan. (ss)

*Sumber perolehan nilai-nilai dalam perhitungan di atas dapat dilihat di artikel sebelumnya

 

Anda berminat untuk mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram? Silakan hubungi 0822-9889-1144 untuk informasi lebih lanjut?

 

<< Bab Sebelumnya

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *