Alat dan Bahan untuk Membuat Bibit Pokok, Bibit Sebar dan Bibit Semai

Alat dan Bahan untuk Membuat Bibit Pokok dan Bibit Sebar

Peralatan dan bahan baku untuk membuat bibit pokok dan bibit sebar sebagai berikut.

a. Peralatan

Peralatan yang digunakan sama seperti peralatan untuk membuat bibit induk.

b. Bahan baku bibit pokok (bibit stok) dan bibit sebar

Bibit yang digunakan untuk membuat bibit stok dan bibit sebar adalah bibit induk dengan kondisi baik, yaitu tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua dengan miselium sudah tersebar merata. Bibit induk yang terlalu muda biasanya konsentrasi miseliumnya kurang padat, tetapi bila terlalu tua, daya viabilitas miselium biasanya sudah menurun.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat media bibit stok sama seperti bahan untuk media bibit induk, yaitu biji-bijian, bahan lignoselulosa, dan bahan-bahan tambahan.

Alat dan Bahan untuk Membuat Bibit Semai

Dalam pembuatan bibit, khususnya bibit semai, dibutuhkan ruang produksi bibit yang semi permanen, yaitu setengah tembok, beratap genteng, berdinding, jendela, serta pintu berupa anyaman bambu. Ruangan seperti ini dianggap ideal untuk pertumbuhan miselium jamur tiram.

dsc_3152

Adapun peralatan dan bahan yang digunakan untuk membuat bibit semai sebagai berikut.

a. Peralatan

1. Alat penyaring

Alat penyaring digunakan untuk menyaring bahan baku media bibit semai, yaitu kayu gergaji. Alat penyaring manual yang sering digunakan biasanya terbuat dari kasa kawat sederhana.

Tujuan dari penyaringan adalah untuk memisahkan serbuk gergaji dari bahan pengotor lain. Apabila menggunakan jerami, sebaiknya jerami dicacah secara manual maupun menggunakan alat trasher atau chopper dan pemotong mekanis.

2. Timbangan atau alat penakar

Kegiatan utama dari pembuatan bibit semai adalah pembuatan baglog yang membutuhkan volume bahan baku dan bahan pembantu yang cukup besar maka dibutuhkan timbangan besar dengan kapasitas beberapa kuintal. Timbangan ini digunakan untuk menimbang bahan tambahan seperti bekatul, kapur, gips, dan pupuk SP-36. Ember bervolume 25 L juga bisa digunakan sebagai penakar bahan media atau air yang digunakan untuk menjaga kelembapan media. Penggunaan penakar didahului dengan penimbangan kemudian dimasukkan ke dalam ember takar supaya diketahui berapa takaran untuk berat tertentu. Selanjutnya, semua bahan bisa ditakar dengan perbandingan tertentu tanpa harus menimbang lagi.

dsc_3159

Pengemasan baglog dilakukan secara manual

3. Alat pencampur bahan

Dalam skala kecil, untuk mencampur bahan bisa menggunakan cangkul dan sekop. Namun, dalam skala yang lebih besar lagi, untuk memperoleh campuran media yang lebih homogen, digunakan alat pengaduk mekanis.

4. Alat pengemas

Pengemas yang digunakan untuk membuat baglog berisi bibit semai adalah plastik kemasan berukuran 1 kg; 1,5 kg; atau kemasan yang lebih besar. Plastik kemasan yang digunakan biasanya plastik polipropilen/PE dengan ketebalan minimal 0,5 mm.

5. Peralatan untuk mengangkut bibit semai

Dalam skala besar, baglog yang diproduksi bisa mencapai ribuan. Oleh karena itu, untuk memindahkan baglog ke tempat sterilisasi atau ke tempat inkubasi atau ke tempat penyimpanan bisa memanfaatkan kereta dorong/troli.

6. Alat sterilisasi

Dalam skala besar dengan produksi ribuan baglog, akan lebih efektif bila menggunakan alat sterilisasi dengan uap panas bertekanan. Alat tersebut terdiri atas tungku pemanas air berbahan bakar gas/kayu/pemanas listrik. Uap panas yang dihasilkan dialirkan menggunakan beberapa pipa baja ke dalam ruang sterilisasi. Ruangan sterilisasi sebaiknya terbuat dari beton dengan lapisan plat baja di dalam dan di pintunya.

Untuk mencegah kebocoran, di bagian pintu diberi sekat karet dan ditutup dengan beberapa kunci. Sementara di bagian atas menuju ke ruang udara terbuka, diberi klep pengaman untuk mengurangi tekanan seandainya diperlukan. Alat sterilisasi ini juga sebaiknya dilengkapi dengan manometer agar mudah mengontrol suhu dan tekanan uap selama proses sterilisasi. Di dalam ruang sterilisasi baglog disusun sedemikian rupa sehingga antarbalok tersusun rapi dan terdapat ruang di antara susunan baglog agar uap bisa tersebar merata ke seluruh baglog.

7. Peralatan inokulasi

Alat yang digunakan untuk membantu proses inokulasi bibit sebar ke dalam baglog bibit semai bisa berupa batang besi panjang yang berfunsi untuk mengaduk bibit agar mudah dituang ke dalam baglog. Sebelum digunakan, batang besi tersebut harus disemprot dengan alkohol dan dibakar menggunakan pembakar spiritus. Setelah diinokulasi, baglog dicatat tanggal inokulasinya.

8. Tempat inkubasi dan penyimpanan

dsc_3151

Sebelum bibit semai didistribusikan atau dijual ke luar, bibit diinkubasikan beberapa hari di ruang inkubasi. Baglog disusun rapi di rak-rak tempat inkubasi. Setelah dikontrol viabilitasnya masih bagus, sambil menunggu proses pengiriman maka sekaligus bisa disimpan pada rak-rak bambu atau kayu tempat inkubasi tersebut.

9. Alat pengangkut baglog

Untuk pengangkutan jarak dekat, pengiriman baglog bibit semai bisa menggunakan gerobak, sedangkan untuk jarak jauh harus menggunakan alat transportasi seperti truk. Pengiriman jarak jauh, baglog yang telah disusun rapi sebaiknya ditutup dengan terpal.

b. Bahan baku pembuatan bibit semai

Bahan baku yang digunakan untuk pembuatan bibit semai bisa berasal dari bibit stok atau dengan membeli bibit sebar yang telah jadi. Seperti halnya pembuatan bibit sebar, sebelum membuat bibit semai perhatikan tanggal penanamannya sehingga bisa diketahui masa kadaluarsanya. Bibit yang paling dianjurkan untuk digunakan adalah yang miseliumnya telah tumbuh merata, tetapi belum terlalu lebat dan media pertumbuhannya belum menyusut.

Tabel Urutan langkah operasional kerja yang dilengkapi dengan peralatan dan waktu kerja yang diperlukan

No. Operasional Kerja Alat dan Tempat Alat Bantu Waktu Standar
1. Menyaring kayu gergajian Saringan kawat Sekop 5’/kw
2. Mencampur kayu gergajian dengan dedak/SP-36/kapur/gips Cangkul

Lantai produksi

Sekop, ember takar 10’/kw
3. Mengemas campuran media Lantai produksi Kantong plastik

Tempat duduk kayu pendek

2 jam/400 baglog/orang
4. Mengepres media Alat pres

Lantai produksi

Tempat duduk kayu pendek 1 jam/400 baglog/orang
5. Memasang cincin plastik Lantai produksi Tempat duduk kayu pendek 2 jam/400 baglog/orang
6. Memberi lubang tanam Lantai produksi

Tugal kayu

Palu kayu

Tempat duduk kayu pendek

1 jam/400 baglog/orang
7. Menutup cincin dengan kapas dan tutup cincin Lantai produksi Tempat duduk kayu pendek 1 jam/400 baglog/orang
8. Mengangkut dan menata baglog di tempat sterilisasi Alat sterilisasi Kereta dorong 1 jam/400 baglog/orang
9. Mensterilisasi baglog Alat sterilisasi Rak besi

Fasilitas air

Kereta dorong

10 jam/4000 baglog
10. Mengeluarkan baglog dan menata baglog untuk pendinginan Alat sterilisasi

Ruang inokulasi

Kipas angin 1 jam/800 baglog/orang
11. Menginokulasi ke dalam baglog Ruang inokulasi

Lampu spiritus

Batang besi

Spidol permanen

Boto media

1 jam/200 baglog/orang
12. Mengangkut baglog ke tempat inkubasi dan menata di rak Rak inkubasi Kereta dorong

Tangga dorong

1 jam/400 baglog/orang
13. Memeriksa pertumbuhan bibit setelah 2-3 hari Rak inkubasi Tangga dorong 15’/500 baglog/orang
14. Mengangkut dan menata baglog di kendaraan Gerobak/truk Kereta dorong

Tangga dorong

1 jam/400 baglog/orang

(ss)

Anda berminat untuk mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram? Silahkan hubungi 0822-9889-1144 untuk informasi lebih lanjut ?

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *