Alat dan Bahan untuk Membuat Bibit Dasar (Bibit Induk)

Alat dan Bahan untuk Membuat Bibit Dasar (Bibit Induk)

Peralatan dan bahan baku yang digunakan untuk membuat bibit dasar/bibit induk sebagai berikut.

a. Peralatan

  1. Peralatan penimbangan atau penakar, yaitu tergantung dari skala usaha yang dibuat. Alat timbang bisa berupa timbangan dalam ukuran kuintal atau kilogram. Alat bantu penakar dapat berupa penakar plastik hingga ember berukuran volume 25 L.
  2. Peralatan mencampur bahan, yaitu bisa berupa cangkul atau sekop.
  3. Pengemas bibit berupa botol dan plastik kemasan. Botol kemasan dapat menggunakan botol bekas saus yang dianggap lebih ramah lingkungan karena bisa digunakan berulang-ulang dengan mensterilkannya terlebih dahulu. Plastik kemasan yang biasa digunakan adalah plastik polipropilen/PE (plastik bening dengan ketebalan minimal 0,5 mm) berukuran 1 ons atau ¼ kg. Selain plastik PE, bisa juga menggunakan kantong plastik gulungan yang kemudian direkatkan menggunakan sealer atau pemanas dan dipotong sesuai ukuran yang diinginkan. Untuk bibit yang akan dikirim ke luar daerah, penggunaan kemasan plastik lebih menguntungkan karena bobotnya lebih kecil.
  4. Penutup media seperti cincin, kapas, kertas penutup, dan karet gelang.
  5. Peralatan untuk mengangkut bibit berupa keranjang plastik atau kereta dorong bila bibit yang diangkut dalam jumlah besar.
  6. Peralatan sterilisasi dan alat pemanas berupa autoklaf atau dandang besar dari drum bekas.
  7. Peralatan inokulasi berupa laminar air flow atau enkas seperti yang digunakan dalam pembuatan kultur murni. Namun, bila pengusahaan bibit dilakukan dalam skala yang lebih besar, sebaiknya menggunakan ruang inokulasi khusus (ruang steril) yang disertai lampu UV. Bila akan digunakan, lampu UV dinyalakan terlebih dahulu selama satu malam dan dimatikan ketika akan digunakan.
  8. Peralatan untuk inkubasi berupa inkubator dengan pengatur suhu atau bila lokasi pembibitan tidak berada di tempat yang dingin, bisa ditempatkan di tempat/rak sederhana dengan suhu ruang.
  9. Tempat penyimpanan bibit yang belum digunakan yang bisa dilakukan di rak-rak inkubasi bersuhu ruang atau lemari pendingin. Namun, bila akan digunakan dalam waktu yang relatif lama, sebaiknya bibit disimpan di dalam ruangan berpendingin dan bila akan digunakan kembali bibit harus diinkubasi terlebih dahulu pada suhu ruangan.
  10. Peralatan lain seperti spiritus dan alkohol untuk membantu pekerjaan tetap aseptis.

b. Bahan baku bibit dasar (bibit induk)

Seperti halnya ketika memperbanyak bibit pada kultur cair, yaitu kultur murni jamur hasil kultur jaringan berupa miselium berumur sekitar satu minggu. Bahan media yang digunakan untuk pembuatan bibit induk adalah biji-bijian seperti cantel, milet, jagung pecah, dan gabah; bahan lignoselulosa seperti kayu gergajian, atau jerami yang dipotong-potong; serta bahan tambahan seperti bekatul, pupuk SP-36, gips, dan kapur. Bahan-bahan tersebut bisa diperoleh di toko pertanian. (ss)

 

<< Bab Sebelumnya. Bab Selanjutnya >>

Selengkapnya

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *