Agrotech Logistic Penyediaan Logistik Makanan Santri

Program ini memiliki motto “memberi yang terbaik untuk santri”. Oleh karena itu, Daqu Agrotechno berusaha menyediakan makanan yang sehat dan berkualitas untuk para santri. Bahan baku makanan yang disediakan di antaranya beras sehat non pestisida, sayuran sehat non pestisida, ikan, daging, dan bahan baku lainnya yang akan diolah menjadi makanan santri.

Bahan baku makanan yang akan dikirim ke Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an ditanam sendiri oleh Daqu Agrotechno di lahan pertanian Daarul Qur’an dan juga di lahan petani mitra binaan. Hasil pertanian yang dihasilkan dipastikan sehat dan tidak menggunakan pestisida kimia karena Daqu Agrotechno telah menanam dengan menggunakan teknologi ramah lingkungan.

Secara umum, tahapan proses penyediaan logistik makan santri meliputi:

  1. Penanaman di lahan pertanian
  2. Panen
  3. Pengangkutan
  4. Storage
  5. Dapur
  6. Penyajian

Lahan pertanian Daqu Agrotechno yang dimanfaatkan hasil pertaniannya untuk dikirim ke Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an berlokasi di beberapa tempat di antaranya Ciloto (Cipanas, Puncak), Cugenang (Cianjur) dan Sukabumi. Beberapa bahan baku makanan unggulan yang berasal dari lahan pertanian Ciloto di antaranya kol, wortel, kembang kol, brokoli, dan sawi putih. Bahan baku makanan unggulan yang berasal dari lahan pertanian Cugenang di antaranya bumbu, ikan dan daging, serta beberapa sayuran. Sedangkan bahan baku makanan unggulan yang berasal dari lahan pertanian Sukabumi di antaranya caisim, sawi putih, labu siam, serta beras sehat yaitu beras bebas residu pestisida. Sayuran yang disebutkan merupakan sayuran sehat yaitu sayuran non pestisida, seperti yang telah disebutkan di paragraf sebelumnya.

Pengiriman bahan baku makanan dari lahan pertanian ini dilakukan sebanyak dua kali seminggu yaitu hari Selasa dan Kamis sore menggunakan truk yang telah difasilitasi oleh peralatan yang dapat menjaga kualitas bahan baku makanan mulai dari pengangkutan, perjalanan hingga ke ruang penyimpanan (storage) di pesantren. Muatan total dalam sekali pengiriman ini sekitar 3 ton. Setelah bahan baku makanan ini sampai di pesantren kemudian disimpan di ruang penyimpanan (storage) dengan daya simpan satu minggu. Kebutuhan jumlah bahan baku makanan ini telah disesuaikan dengan siklus menu makanan santri yang telah dirancang oleh tim ahli. Pembuatan siklus menu ini selain untuk memudahkan tim dapur pesantren dalam menentukan menu harian juga untuk meminimalisasi jumlah bahan baku makanan yang terbuang karena ketidaksesuaian jumlah pemasokan dengan kebutuhan.

Berikut gambaran kuantitas bahan makanan sumber protein dalam menu makan santri seminggu, para santri mengonsumsi daging 1 kali, ayam 2 kali, ikan 2 kali, dan telur 2 kali. Selain itu, para santri juga mendapatkan makanan pembuka untuk buka puasa bersama dan susu pada hari Senin dan Kamis. Susu yang diberikan sebanyak 200 ml per santri. Menu yang paling disukai atau dalam kata lain menjadi menu favorit adalah tongseng daging, spaghetti dan lontong sayur.

Daqu Agrotechno sebagai pemasok utama bahan baku makanan santri Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an senantiasa berupaya untuk menyediakan sesuatu yang berkualitas baik untuk para santri dan santriwati khususnya baik dalam hal bahan baku makanan maupun setelah bahan baku makanan tersebut diolah menjadi beragam macam makanan yang dikonsumsi sehari-hari.

Dengan demikian, program Agrotech Logistic ini merupakan salah satu implementasi dari misi Daqu Agrotechno poin ke-2 yaitu menyediakan logistik yang layak dan sehat bagi pesantren Daarul Qur’an. Semoga program ini dapat berjalan terus dengan lancar dan senantiasa melakukan perbaikan ke depannya serta semoga berkah.